
Malam hari di kota JK, Luna tengah mengendarai mobil dan memarkir jauh mobilnya dari lokasi misinya. Dia turun dari mobil sambil menyandang tali Hardcase gitar yang berisi senjata kesayangan. Sebelum memulai misi, Kiandra sudah memesan sebuah kamar di hotel KL di lantai atas.
Luna masih berdandan seperti cewek cupu berjalan menuju ke arah toilet umum, langkahnya terhenti saat mendengar ada yang memanggil namanya.
“Lunaaaa...”
Mata Luna mencari-cari siapakah gerangan yang memanggilnya, dia melihat seorang pria setengah erlari menghampirinya.
“ Mark” sapa Luna pada pria itu yang merupakan teman satu kampus dengannya.
“hi Lun... sorry sebelumnya ini (menyerahkan sebuah kartu pada Luna) Beberapa hari yang lalu gue ketemu ini di lantai perpus, pas gue mau balikin lo nya udah pergi. Karena sibuk ujian gue lupa balikin ini ke elo” mark menyerahkan kartu perpus milik Luna.
“ ooo... thanks ya...” ujar Luna, seperti biasa Kiandra mengawasi dari CCTV menatap layar di mana Luna tengah berbicara.
“Lun.. target sekarang ada di seberang hotel KL” Kiandra tengah memantau situasi.
“kalo gitu gue duluan ya..” ujar Mark pergi meninggalkan Luna sendirian yang melangkah menuju ke tujuannya semula.
“terus pantau Kiaa, o ya si Jason udah berangkat?” tanya Luna pada Kiandra sambil mengubah penyamaranya.
“dia udah di hotel KL dan membaur dengan para tamu di sana” ujar Kiandra yang terus memantau situasi.
“oke sekarang aku akan masuk ke hotel,” ujar Luna keluar dari toilet dengan penyamaran yang aneh. Kiandra yang tengah minum air, mendadak menyemburkan air itu ke sisi kanannya saat melihat dandanan Luna.
“hahahahaha Luuuunaaa.... Lu abis berantem di toilet? Tampilan bikin lu bikin gue takjub” ujar Kiandra tertawa keras menatap layar CCTV.
Luna hanya diam, tidak menggubris perkataan sahabatnya. Dia terus melangkah menuju hotel tempatnya untuk mengeksekusi target, sepanjang perjalanan ada beberapa yang takjub, membully secara verbal dan menertawakan Luna secara terang-terangan.
***
__ADS_1
Acara pesta Tuan Mike sedang berlangsung, satu-persatu tamu datang ke hotel itu baik dari kalangan Artis, pejabat dan pengusaha lainnya. Awak media tampak ramai di pintu masuk meliput acara dan kedatangan para tamu, Luna yang tengah menyamar terpaksa menerobos masuk ke dalam hotel. dia baru saja masuk sudah di hadang oleh beberapa petugas yang menyangka Luna salah satu penggemar.
Tangan Luna meraih ponsel yang berada dalam saku jacket hoodienya memperlihatkan bukit reservasi di depan salah satu petugas. Awalnya mereka tidak percaya begitu saja, mereka lalu menarik Luna menuju meja resepsionis bertanya apakah ada reservasi kamar atas nama palsu Luna.
Resepsionis lalu melihat komputernya untuk mengecek bukti reservasi milik Luna, tidak membutuhkan waktu lama reservasi itu di temukan. Para petugas itu segera meminta maaf pada Luna, dan resepsionis memberikan kunci kamar pada Luna. Setelah itu Luna melangkah menuju lift dan menekan tombol untuk menuju lantai atas.
Di saat bersamaan, Leon cs baru saja datang ke hotel KL. Mata Kiandra terbuka lebar saat melihat layar monitor di depannya, sosok pria yang tak lain Leon turun dari mobil mewah itu.
Para fans juga Awak media langsung mengerumuni mengambil foto ketiga pria tampan itu dan berusaha untuk mendekati. Namun usaha mereka gagal akibat pengawalan ketat body guard dan petugas keamanan hotel.
“kyaaaaaa Leooon..” pekik Kiandra membuat Luna yang berada dalam Lift terkejut. Dia tidak sendirian di dalam lift itu, ada beberapa tamu yang juga ikut masuk ke dalam lift menuju lantai di mana mereka juga menginap. Pekikan Kiandra sukses membuat Luna bertingkah aneh dan jadi pusat perhatian tamu di dalam lift itu, secara diam-diam dia melepaskan earpiece di telinganya.
Tangannya menyeka rambut ke belakang telinga tersenyum canggung ke arah para tamu yang menatapnya dengan aneh. Kiandra tampak antusias saat melihat Leon membuat Luna kesal,
“kiaaaa” ujar Luna menggeram pelan agar tidak menarik perhatian siapa pun di dalam lift. satu-persatu penumpang lift turun di lantai yang mereka tuju, meninggalkan Luna yang masih ada dalam lift menuju lantai teratas.
Terdengar oleh Luna suara tawa cengengesan Kiandra, dia hanya bisa menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepala mendengar Kiandra yang menjerit-jerit senang saat melihat Leon di layar monitor
“Kiaaaaa fokus” ujar Luna menatap ke arah kamera CCTV. Kiandra menatap ke arah layar monitor yang menampilkan suasana di dalam lift, dia tersenyum sahabatnya yang berdiri dengan mengode dua jari yang mengarah ke mata lalu ke arah CCTV, memberi isyarat pada Kiandra untuk fokus.
“sorry babe... aku kesenangan banget melihat tuan muda Leon, dia ganteng bangeeeet....” ucapan Kiandra terhenti saat melihat Hana cs juga datang ke acara pesta tuan Mike.
“yaaaaaaa....” Ujar Kiandra terdengar kecewa di telinga Luna.
Pintu lift terbuka di lantai yang di tuju Luna, dia melangkah menuju kamar yang di sewanya. Raut wajah Luna tampak heran mendengar keluhan sedih Kiandra.
“kamu kenapa?” tanya Luna mendengar gumaman Kiandra yang tidak jelas, sambil menyandang hardcase miliknya di pundak Luna membuka pintu kamar dengan kunci yang di dapatkannya.
“itu si mak lampir datang ama pengikutnya, sekarang di menghampiri Leon dan nempel-nempel gitu ama cowok pujaang aku. Uuuuuuggggh kesel aku liat mak lampir bermuka dua” ujar Kiandra terdengar kesal, Luna masuk ke kamarnya mulai memeriksa setiap sudut kamar, lampu hingga kamar mandinya.
__ADS_1
“mak lampir yang datang, kenapa kamu yang terdengar kesal?” Luna memeriksa di bawah tempat tidur memastikan tidak ada alat yang atau benda mencurigakan di kamar itu.
“ya gi mana nggak kesal, udah gangguin Sarah dan Dion. Sekarang dia malah merusak moodnya Leon dan temannya...” ujar Kiandra saat melihat wajah bete Leon
Di sisi lain Leon yang akan masuk ke dalam hotel berhenti sejenak saat mendengar suara perempuan yang di kenalnya.
“Sayaang” ujar Hana melangkah dengan pede tingkat tinggi, dia tampil dengan mewah mengenakan pakaian yang super mini dan tentunya berharga mahal.
Hana tersenyum manis dan segera menghampiri Leon yang menatapnya dingin. Demi menjaga nama dan imejnya, Leon mengembangkan senyuman palsu di hadapan semua orang. Hana salah mengartikan sikap Leon dengan berani menggandeng tangannya, hal itu tentu saja tidak di sukai Leon.
Dia mendekatkan wajah ke telinga Hana yang masih menyapa awak media dan fans mereka, kilatan mata penuh kebencian terlihat jelas di mata Leon.
“aku sudah memperingati mu untuk tidak menyentuhku, sepertinya peringatan itu kamu anggap angin lalu...”ucapan Leon terhenti sejenak saat dia mencium dari tubuh Hana bau harum yang berbeda.
Hana diam-diam tersenyum senang menatap Leon yang mulai terpengaruh dengan bau parfum yang di kenakan.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...