
Luna lalu bangkit dari tempat duduk setelah Sebelumnya menyimpan semua data perkerjaan, dia lalu melangkah keluar ruangan menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
Hans terus memperhatikan dari tempat persembunyiannya, senyuman penuh maksud terlukis di wajah tuanya.
Sepertinya obat itu sudah mulai bekerja gumam Hans dalam hati.
Di kamar Luna melepaskan pakaiannya satu persatu dan masuk ke dalam kamar mandi, dia menyalakan air di bath up dan memasukkan Sabun dengan aroma mawar.
Luna masuk ke dalam bath up dan mulai berendam, matanya terpejam sejenak menikmati acara berendamnya.
Kenapa tubuhku terasa semakin panas saja? apa lagi di sana terasa sangat gatal dan berdenyut gumam Luna dalam hati kebingungan.
Apa jangan – jangan horbat herbal itu?!! Gumam Luna lagi dalam hati menduga jika minuman herbal yang di minum tadi sudah tercampur dengan aprodhisiac, rasa panas dan gejolak di hati semakin terasa tidak terkendali.
Iringan mobil Matthew memasuki area pelataran mansion, si kembar segera turun dari mobil dan berlari menuju pintu mansion dia mana Hans sudah menunggu. Hans duduk menunngu di ruang tamu sambil menikmati minuman teh yang terhidang,
“kakek buyut....” panggil Hyuna yang berlari mendekat ke arah Hans, begitu juga Hyuga mengikuti di belakang saudarinya.
“hoho cicit - cicitku” ujar Hans sambil memeluk si kembar, dia lalu melihat ke arah pintu masuk terlihat Matthew masuk dengan membawa beberapa kantong serta bucket bunga.
“ kenapa kalian baru sampai?” tanya Hans pada Matthew yang duduk di sofa single.
“di tengah perjalanan tadi, anak – anak melihat kedai es krim. Jadi kami mampir sekalian membeli bucket bunga” jelas Matthew.
“Apakah pekerjaan di CLK sudah terselesaikan?” tanya Hans, si kembar lalu duduk di sisi kanan dan Kiri Hans.
“sudah Grandpa, mereka setuju dengan syarat yang kita ajukan kini hanya tinggal membuat kontrak kerja sama saja” ujar Matthew melihat ke segala penjuru ruangan, dia terlihat mencari seseorang.
__ADS_1
Hans tahu jika cucunya sedang mencari – cari Luna,
“grandpa, Di mana Luna? Tidak Biasanya dia tidak menyambutku setiap aku pulang dari perjalanan bisnis” ujar Matthew.
“Hmmm... Aku juga sedari tadi tidak melihat dia ( melihat seorang maid yang tengah membersihkan beberapa pajangan keramik) kamu kesini?! “ panggil Hans, maid itu mengalihkan tatapannya ke arah Hans dan lainnya.
“iya Tuan besar” maid itu segera menghampiri seraya membungkukkan tubuhnya memberi hormat.
“apa kamu melihat Luna? “ tanya Matthew mendahului Hans yang ingin bertanya, diam – diam Hans tersenyum melihat Matthew.
“Nyonya muda.... Seingat saya saat akan membersihkan ruang kerja nyonya muda tidak ada di sana, mungkin saja beliau ada di kamarnya tuan muda” ujar Maid mengingat saat membersihkan ruang kerja Luna.
“baiklah, kamu teruskan pekerjaan mu” ujar Hans menyuruh maid itu melanjutkan kembali pekerjaannya.
“kalau begitu aku akan menemui Luna dulu, ada beberapa pekerjaan yang ingin aku diskusikan dengannya” ujar Matthew sambil membawa bucket bunga di tangannya, dia lalu menatap pada ara si kembar.
“ anak – anak apa kalian ingin ikut bersama daddy menemui mommy? “ tanya Matthew, Hans tercenung sejenak langsung menatap ke arah cucunya.
“Kenapa kamu malah membawa cicit-cicitku bersamamu? Kamu dan Luna akan membicarakan pekerjaan, mereka berdua akan kebosanan menunggu kalian selesai berbicara” ujar Hans menahan dengan merangkul kedua pundak si kembar, Matthew menatap ke arah si kembar yang terlihat kebingungan.
Hans langsung berdiri dari tempat duduknya sambil menggandeng tangan kanan dan kiri si Kembar,
“Lagi pula aku ingin mengajak mereka makan di luar” ujar Hans.
“makan di luar?! Kenapa grandpa dan anak – anak makan di luar? Lihatlah maid sudah menyiapkan segalanya dana lagi Apa Luna sudah tahu jika grandpa akan membawa anak- anak? “ tanya Matthew panjang lebar.
“diam” ujar Hana membuat Matthew langsung terdiam bingung, Hyuna dan Hyuga langsung menatap ke arah Hans dengan tatapan yang sama dengan daddy mereka.
__ADS_1
“aku ingin mengajak cicitku makan di restoran milik teman ku yang baru saja di buka, dia sudah mengundang dengan penuh hormat tentu saja aku akan datang ( melihat ke ara si kembar) Hyuna... Hyuga ayo kita pergi, teman kakek buyut sudah menyiapkan makanan dan juga es krim kesukaan kalian” ujar Hans mengajak si kembar meninggalkan Matthew yang hendak akan berbicara, dia bergegas membawa si kembar melangkah menuju ke pintu.
Mobil milik Matthew masih terparkir di pelataran mansion, Hans langsung menyuruh para si kembar masuk ke dalam mobil. Matthew hendak berbicara kembali langsung terdiam saat Hans memerintahkan untuk menjalankan mobil menuju restoran milik sahabat Hans, dia hanya bisa menghela nafas melihat tingkah Hans.
Matthew lalu kembali masuk dan melangkah menuju kamar yang berada di lantai dua, dia menatap ke sekeliling mansion terasa ada yang berbeda. Dia tidak mempermasalahkan dan langsung menuju kamar di mana Luna berada.
Di kamar Luna baru saja menyelesaikan mandinya, rasa panas di tubuhnya sedikit mulai berkurang. Handuk besar berwarna hitam melilit tubuh Luna dari bagian atas d*d* hingga menutupi setengah p*h*, Ke dua tangan menyeka rambut yang masih basah dengan handuk berukuran menengah. Luna berkali – kali menghirup dan membuang nafas panjang saat kembali merasakan gelombang dahsyat di dalam tubuhnya, dia lalu duduk di kursi yang berada tepat di depan meja rias sambil terus menekan gejolak itu.
Luna menatap ke arah kaca yang merefleksikan bayangannya, bulir – bulir keringat terlihat di kening kembali di seka. Rasa panas mendera seluruh tubuh Luna,
Ajim... panasnya malah semakin menjadi dan.... gumam Luna berusaha mengatur nafas untuk menenangkan sesuatu yang kini telah mengeluarkan sumber mata air.
“haah... haaah.... “
Tubuh Luna panas dan terasa sangat tidak nyaman, dia menggigiti bibir bawahnya serta tangan berusaha menahan gejolak. Perlahan dia berdiri melangkah dengan hati – hati menuju walk in closet, nafasnya semakin tidak teratur dengan suhu tubuh semakin meningkat. Pipinya yang putih terlihat sangat merona seakan sudah memakai blush on,
Tok.... tok... tok....
Terdengar ketukan dari luar pintu kamar dengan handle pintu yang bergerak ke bawah, pintu kamar lalu terbuka.
“Luna... “ panggil Matthew masuk ke dalam kamar, dia lalu menutup pintu kamar sambil melihat ke sekeliling kamar yang kosong.
“Luna” panggil Matthew lagi sambil membuka pintu kamar mandi dan menemukan kamar mandi itu kosong.
"hah.. hah... Matthew” Luna yang ada di Walk in closet mendengar suara Matthew, seakan mendapat kekuatan baru Luna bangkit lalu melangkah keluar dari walk in closet.
Ceklek....
__ADS_1
Terdengar suara pintu menutup di belakang Matthew yang langsung membalikkan tubuhnya, dia termenung melihat penampilan Luna yang masih memakai handuk berdiri tepat di depan pintu yang menuju walk in closet. Nafas luna semakin tidak beraturan dengan pandangan mulai tidak fokus, Pria tampan itu segera menghampiri Luna dan langsung memegang ke dua lengannya.
“Luna, kamu kenapa?” tanya Matthew khawatir, sentuhan dari pria itu seakan memberikan aliran listrik yang menyetrum pada bagian tertentu.