Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 08


__ADS_3

Para karyawan mulai berbisik-bisik, ucapan Luna begitu mengena ke mereka. Alex dan Lainnya menghela nafas lemah melihat Leon juga Luna tidak ada yang mengalah, mereka bahkan dapat melihat bayangan kucing lucu dan imut pada Luna juga pada Leon bayang seekor singa yang siap untuk menerkam. Riasan Luna yang terlihat cupu, culun dan jauh dari kata cantik membuatnya terlihat sangat lemah di depan Leon.


“ segera kembalikan uang mereka penuh, aku tidak ingin hotel ini tercemar oleh mereka” perintah Leon pada Alex, mata Luna membulat sempurna saat Leon masih menghina dan memandang rendah dirinya.


Leon lalu membelakangi Luna akan melangkah menuju lift di ikuti Hana yang tersenyum meremehkan mereka. Sarah tahu jika saat ini Luna sudah sangat kesal, dia memegang tangan sahabatnya berusaha untuk menenangkan.


“Udah Lun, lebih baik kita mengalah aja. Dari pada ni masalah tambah runyam” ujar Sarah sedikit takut.


“nggak bisa, jelas-jelas lu liat kalo mereka yang nyari gara-gara ama gue duluan. Sekarang seenaknya aja dia menghina dan mengusir kita dari hotel” ujar Luna sengaja mengeraskan suaranya, membuat Leon kembali berhenti melangkah.


Dia membalikkan tubuhnya menatap ke arah Luna yang di pegangi oleh Sarah. Dia kembali menghampiri Luna yang tampak sangat kesal, entah mengapa ada perasaan tertarik di hati Leon pada gadis yang berani menantangnya. Walau wajahnya yang jauh dari kata cantik ada sifat Luna yang menarik bagi Leon.


“ jika kamu tidak senang, seharusnya kamu meminta maaf juga ganti rugi padaku karena sudah membuatku celaka dan mempermalukanku di depan public” ujar Leon berdiri tepat di hadapan Luna.


“what?! Ogah gue minta maaf ama cowok kayak lu. Udah jelas lu yang salah dan menghina kami, sekarang lu nyuruh kami buat minta maaf “ Luna sudah tidak bisa bersabar lagi, dengan cepat dia menendang tulang kering kaki Leon.


“Aaaargggh.... cewek breng**k...” terdengar teriak Leon segera memegangi kakinya. Semua terkejut dengan apa yang menimpa Leon, para body guard akan segera menangkap Luna tapi dengan sangat mudah dia menghindar.


Luna segera menarik tangan Sarah berlari menuju lift, saat pintu lift terbuka segera dia menekan tombol untuk menutup pintu. Body guard Leon sudah hampir di depan pintu masuk Lift, Luna terus menerus menekan tombol lift agar pintu lift segera menutup.


Leon masih memegangi kakinya menatap ke arah Lift, Luna segera mengejeknya dengan menjulurkan lidahnya dan membuat wajah jelek. Lagi... entah mengapa Leon melihat Luna yang mengejeknya terkesan imut dan lucu.


Cute... Eh... What? Kenapa aku bisa bilang dia lucu? Sepertinya ada yang salah denganku gumam Leon dalam hati terus memperhatikan pintu lift yang sudah tertutup rapat, sebelah tangannya masih mengusap kaki yang di tendang.

__ADS_1


Luna tertawa senang dengan keberhasilannya, sedangkan Sarah tampak begitu khawatir.


“Hahahahaha Rasain tu cowok sombong, nyari gara-gara ama gue” ujar Luna sambil tertawa senang penuh kemenangan. Mata Luna menatap ke arah Sarah menggigiti kuku jari tangannya, menandakan klo kini dia sangat gugup.


“lu kenapa khawatir gitu? Udah nyantai aja kali” ujar Luna santai kayak di pantai.


“ Luna... Gi mana gue mau santai, secara lu udah nantangin Leon yang jelas-jelas cowok paling berpengaruh saat ini. Dan lagi kita masih menginap di hotel di bawah naungan Alden W Corp. Sangat mudah buat dia nyari kita”


“trus lu khawatir kenapa? Yang buat masalah kan gue, lu tenang aja. Sekarang lebih baik kita siap-siap berkemas untuk check out besok pagi” ujar Luna melihat layar dia atas lift yang menuju ke lantai kamarnya.


“lah lu tadi nyuruh gue buat santai dan tenang, sekarang kenapa lu malah buru-buru buat nyuruh gue berkemas. Udah jujur aja sebenarnya lo juga khawatir and cemas kan?” Sarah menatap Luna heran.


“yeee... salah lagi. Besok kita musti cabut siang karna penerbangan kita ke IN jadwalnya siang” Luna melangkah keluar Lift saat pintunya terbuka.


“Yeeee.... Kagak lah gue takut, kita berkemas sekarang biar bisa paginya kita jalan-jalan di Sekitaran sini, setiap gue mo ajak lu jalan pasti melulu tu sugar daddy lu ikut. Kapan kegiatan ‘me time’ kita kalonya lu terus di intilin ama tu cowok” Ujar Luna masuk ke kamar, hardcase miliknya di taruh samping sofa single di kamar itu.


Sarah cengengesan mendengar keluhan sahabatnya Luna, walau wajahnya yang terlihat jauh dari kata cantik Luna sama sekali tidak pemilih dalam bersahabat. Dia senang memiliki sahabat seperti Luna yang tidak melihat status dan apa yang di kerjakannya.


Luna tahu bagaimana latar belakang Sarah yang dari keluarga miskin, demi bisa berkuliah di Tempat kuliah mereka saat ini Sarah dan keluarganya harus mati-matian mengumpulkan uang.


Hingga akhirnya sebelum bertemu Luna Sarah berteman dengan teman yang membawa pengaruh tidak baik padanya, dia melangkah ke jalan yang salah menjadi perempuan yang selalu menemani para sugar daddy. Dari merekalah Sarah mampu membiayai kuliah dan keluarganya, Luna pernah meminta Sarah untuk berhenti dari pekerjaannya.


Bahkan Luna mau membantunya dengan memberi modal untuk membuka usaha sendiri. Namun tuntutan hidup yang keras dan merasa segan pada sahabatnya, membuat Sarah tidak bisa melepaskan apa yang di lakukannya.

__ADS_1


Flashback on....


Saat pertama kali mereka bertemu saat itu ada acara pengenalan kampus dan para mahasiswa senior membuat acara untuk menyambut mahasiswa baru, di salah satu acaranya para senior iseng ingin membuat seorang gadis culun tidak lain adalah Luna. Mereka melakukan hal itu karena Luna tidak sengaja membuat mereka malu saat mencoba menggoda Kiandra.


Mereka pun membalas Luna dengan berencana mempermalukannya di hadapan seluruh Mahasiswa dengan meminta Luna untuk bernyanyi, gadis culun dan cupu, berwajah kurang menarik pastinya tidak akan bisa bernyanyi Hal itulah yang mereka pikirkan.


Para senior itu langsung menyela saat pembawa acara sedang memperkenalkan kampus mereka. Kiandra dan Luna yang duduk paling belakang menatap ke arah para senior itu, merasa tidak penting Luna lebih memilih menggunakan earphonenya mendengar musik di mp3 player miliknya.


“Sebentar semuanya... Sorry kita-kita menyela, sebelum memperkenalkan kampus kita alangkah baiknya kita di hibur dengan penampilan mahasiswi baru. Dari gosip yang beredar cewek ini punya suara yang bagus, mahasiswi itu kini duduk bersama kita” ujar senior itu, dengan mengodekan tangan senior lain segera mengarahkan lampu tepat ke arah Kiandra dan Luna.


“dialah yang akan menyumbangkan suara emasnya untuk kita semua” ujar Senior itu memandang rendah Luna. Kiandra menatap ke arah Luna dan ke sampingnya, lalu kembali menatap ke arah senior.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2