
“maksud kak senior, saya?!” ujar Kiandra.
“bukan.... Tapi teman di sebelah kamu itu” ujar Senior itu lagi menunjuk ke Luna yang masa bodoh. Kiandra menatap Luna kembali, dia hampir tertawa tapi di tahannya. Dia kembali menatap ke arah senior itu dengan tatapan meremehkan.
“Yakin ni kak senior mau meminta Luna buat menyumbangkan suaranya di sini?” tanya Kiandra duduk di samping Luna tersenyum smirk memandang rendah ke arah mereka.
Dari balik kaca mata super tebal Luna melihat ke arah para Senior di panggung, dia teringat dengan senior sempat menggoda Kiandra hingga membuat sahabatnya risih dan kesal. Luna melihat ada sepasang pria dan perempuan yang berjalan mendekati mereka.
Aku punya ide buat ngasih pelajaran ke mereka... gumam Luna dalam hati sambil tersenyum nackal.
Sengaja dia melangkah mendekati senior itu dan melakukan cepat trik menjatuh lawan dengan menjegal kaki seolah-olah tanpa sengaja dia menabrak senior itu.
Tabrakan itu berimbas buruk, senior itu jatuh tepat di samping seorang mahasiswi lain tengah berjalan bersama pria dengan badan besar dan atletis. Tangan senior itu tidak sengaja menarik lengan baju mahasiswi hingga bagian lengan baju robek memperlihatkan lengannya yang putih.
“AAAAHH.... dasar cowok breng**k” teriak mahasiswi itu, tangannya melayang di udara dan...
Plaaaaak
Tamparan cukup keras mendarat di wajah senior itu, tidak hanya itu pria di samping mahasiswi itu juga bereaksi dengan menindasnya.
Para senior itu menjadi bahan tertawaan bagi seluruh mahasiswa yang melihat mereka saat itu. Di tengah tertawaan mahasiswa lain senior itu melihat Luna yang menatap mereka dengan tersenyum mengejek ke arah mereka.
Ooo jadi cowok ini kagak terima dengan kejadian tadi, trus dia mau permaluin gue di depan seluruh kampus.... gumam Luna tersenyum smirk, menatap tajam ke arah para Senior.
Para senior saling berpandangan bertanya-tanya dalam hati maksud dari ucapan Kiandra, mereka menatap pada semua mahasiswa yang masih menunggu mereka bersuara.
“lu yakin kagak?” tanya salah seorang senior pada temannya.
“yakin gue, mana ada cewek jelek kayak dia punya suara bagus yang ada cewek jelek seperti dia punya suara jelek dan kagak mau bakalan tampilan” ujar Senior yang menggoda Kiandra.
“benar juga kata die. kita-kita jangan terpengaruh ama Omongan cewek di sebelahnya, Siapa tahu tu cewek hanya mengalihkan kita biar kagak jadi buat permaluin tu cewek” senior lain ikut bersuara memanasi.
__ADS_1
Kiandra tersenyum smirk melihat para senior masih berdiskusi, membuat mahasiswa baru, dosen dan lainnya lelah menunggu.
“wuuuuuuuuu” mulai terdengar suara gemuruh maha siswa yang sudah mulai bosan. Pembawa acara pun segera menghampiri Para senior yang masih berdiskusi.
“oii.... cepetan acara lain udah terbengkalai nih” bisik pembawa acara itu pada para senior, mereka kembali ke atas panggung dengan percaya diri.
“gi mana kak? Kakak yakin bakalan nyuruh Luna buat nyanyi di depan semuanya?” tanya Kiandra kembali terdengar menantang.
“iyalah, kenapa? Apa kalian berdua takut? Atau kenyataannya teman kamu itu buta musik?" senior itu balas menantang.
Luna memejamkan matanya sebentar lalu kembali menatap ke arah senior dengan tatapan meremehkan, Mp3 player masih memutarkan beberapa lagu yang baru saja di unduh Kiandra. Ingatan dan pendengaran yang tajam membuat Luna dapat menghafal bait perbait lagu itu.
“kalo gitu gi mana kalo kita taruhan?” ujar Kiandra menantang senior itu kembali.
“hei kalian ini acara kampus!!! Bukan acara ajang taruhan buat kalian, jangan seenaknya bersikap hargai kami sebagai dosen di sini” ujar dosen di barisan paling depan.
“tenang pak dosen, ini bukan taruhan uang atau semacamnya. Kalo taruhan Uang bukanlah sesuatu yang sulit bagi mereka dan terlalu umum, benarkan kak Senior?” ujar Kiandra yang sudah tahu dengan latar belakang masing-masing senior itu.
“tentu saja!!! secara uang berapa pun bukan masalah bagi kami, bahkan kami bisa membuat diam mereka” Ujar senior angkuh menunjuk ke arah para Dosen yang tentunya tersinggung dengan ucapan para senior itu. Namun, tidak bisa dipungkiri mereka jika para murid itu dari kalangan keluarga yang berpengaruh, penyumbang serta anggota dewan komite di kampus itu.
“kalo gitu Kita taruhan yang lain saja. Jika terbukti teman saya ini memberikan performa yang baik, para senior harus meminta maaf di depan seluruh mahasiswa dan mahasiswi di sini. Bagaimana?” Kiandra menantang para Senior tersenyum smirk ke arah Luna.
“hanya itu saja... kecil buat kita!!! (sambil menjentikkan tangan) oke, kita terima, Tapi jika teman kamu itu memberikan performa Jelek sejelek wajahnya, kamu dan teman kamu harus menjadi budak kami selama sebulan” ujar para senior dengan bangga dan tersenyum penuh maksud. Para dosen mulai geram dengan tingkah para senior yang tidak menghargai mereka.
“kalian pikir kami di sini patung, seenaknya membuat taruhan di depan kami” Ujar Dosen kesal.
“ aduh pak dosen, tenang saja kami hanya melakukan permainan kecil agar para mahasiswa di sini kagak bosan. Kami juga memberikan acara hiburan, sebaiknya pak dosen tenang dan nikmati saja acara ini” ujar senior itu menenangkan para dosen.
Para Dosen pun hanya bisa menahan suara mereka, salah satu dosen mengode menggelengkan kepalanya untuk tidak mencari ribut dengan murid senior itu.
“sudahlah lebih baik kita tenang dulu, anak-anak itu dari keluarga yang memiliki pengaruh kuat di kampus ini. Ingat mereka bisa dengan mudah membuat kita tidak bisa mengajar di sini lagi bahkan di tempat lain” bisik dosen yang lain memperingati dosen yang merasa geram dengan tindakan senior itu.
__ADS_1
Para dosen hanya diam dan mempersilahkan mereka untuk kembali melanjutkan acara.
Ternyata di kampus ini uang lebih berkuasa, suara dosen saja mampu mereka tenangkan. Sudah waktunya memberi pelajaran sikap pada mereka semua gumam Luna semakin menatap tajam ke arah senior.
“Lun...” Kiandra menatap Luna dengan tersenyum smirk, dan menaik turunkan alisnya.
Earphone milik Luna di turunkan dari telinganya, dia pun berdiri dari kursi di samping Kiandra.
“bayarannya harus setimpal” bisik Luna pada Kiandra yang langsung di angguki olehnya.
Luna melangkah dengan berakting seperti tidak percaya diri ke panggung lalu berdiri di damping para senior dengan takut-takut. Dia bersikap seperti cewek cupu dan culun, yang terus menerus menatap ke lantai. Para mahasiswa mulai tampak tertawa saat melihat penampilan Luna yang kurang menarik.
“hahahaha model beginian mau menyumbangkan suara? Yakin gue bakalan kalah cewek manis ntu” terdengar ejekan dari salah satu mahasiswa yang duduk di bangku penonton.
“wajah jelek begitu, gue yakin suaranya pasti jelek juga” kali ini mahasiswi populer ikut berkomentar. Para dosen hanya bisa diam menatap iba ke arah Luna, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
“ini micnya Cupu” ejek senior menyerahkan mic, Luna saat akan meraih mic itu dengan sengaja senior menjatuhkannya ke lantai. Mereka turun dari panggung dan duduk bersama mahasiswa lainnya.
Mata Luna menatap tajam dari balik kaca mata tebalnya, dia menghela nafas lalu meraih mic di lantai. Dia melihat ke sekeliling panggung mencari-cari sesuatu, membuat para senior itu tidak sabaran.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Author mohon maaf karena baru mengupdate sekarang di karenakan kemaren ada kesalahan jaringan. Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...