
Breng**k ni cowok, udah jelas gue ada di sampingnya. Tapi malah di cuekin gini, sabar..... sabar Hana, demi tujuan dan impian lu bersakit—sakit dahulu tidak apa-apa Gumam kesal Hana dalam hati menatap ke arah Leon.
Diam-diam tanpa sepengetahuan Hana, para sahabat Leon yakni Adam, Hugo dan Alex tersenyum senang melihat raut wajah Hana. Mereka terlihat senang melihat wajah kaget Hana saat Anita menyambutnya dengan sikap dingin.
“ o ya...tan... mami sama papi minta maaf harus kembali duluan, karena besok pagi papi harus berangkat ke BK. Mami menitipkan ini buat tante dan lainnya” Hana juga meletakkan parsel buah dan beberapa makanan untuk mereka semuanya.
“iya Hana, tante ucapkan terima kasih” Anita tersenyum paksa, dia menghampiri Leon yang masih memegangi tangan Raymond.
Ada apa dengan Tante Anita? tidak biasanya dia memanggil gue dengan panggilan nama. Apa.... Hana masih menatap heran ke arah Anita yang ikut duduk di samping Leon, menunggu suaminya untuk segera sadar.
Leon menatapi wajah pucat Raymond dengan penuh penyesalan.
Dad, maafkan aku.... Sebagai putra aku terlalu egois dan mementingkan diri sendiri... Maafkan aku....maafkan aku... gumam Leon dalam hati menatap sedih ke arah Daddynya.
Flashback off...
“Tuan Muda” sapa Alex menatap Leon yang sempat termenung sejenak. Pemilik mata tajam itu melihat ke arah Alex dan para petinggi di hotel itu, Dia lalu kembali melangkahkan kakinya menuju lobi hotel. Hana tampak sangat kesal dan marah dengan sikap dingin Leon, tangannya mengepal kuat dan giginya bergemeretak dongkol.
Liat saja Leon, gue akan membuat Lo segera bertekuk lutut dan menyembah gue gumam Hana menatap ke arah punggung Leon menghilang di balik pintu masuk lobi.
Hana dengan mengentak-entakkan kaki melangkah masuk ke hotel, di saat bersamaan Luna datang dan melangkah santai masuk ke dalam lobi hotel. Hardcase gitar tersandang di bahunya, Luna melangkah sambil bersenandung pelan mengikuti irama musik yang di dengarnya melalui earphone.
Brruuukk....
Hardcase gitar Luna terjatuh ke lantai dengan keras, saat Hana menyerobot masuk. Dia melampiaskan kekesalannya dengan sengaja menyenggol Luna.
“Hei.... kalo punya mata itu di pake, dasar cewek cupu. kalo baju mahal gue rusak apa lo bisa ganti” hardik keras Hana pada Luna yang menatap kesal padanya.
__ADS_1
Leon, Alex dan lainnya berada di lobi seketika itu memperhatikan Hana yang memarahi seorang gadis yang terlihat culun dan jauh dari kata cantik. Kaca mata tebal dan masker aneh menutupi wajah gadis itu, kening Leon berkerut melihat Hana mendorong-dorong pundak gadis itu.
“eits...santai mbak.... jelas-jelas mbak sendiri yang mencari ribut dengan saya. Semua orang di sini bisa melihat jika tadi mbak sendiri yang nabrak saya” ujar Luna tenang. Beberapa karyawan menghampiri Luna dan Hana bermaksud untuk menengahi.
“apa lo bilang, Mbak? Emang gue tukang jamu lo panggil mbak. Dasar cewek kampungan, Nggak level gue nabrak cewek cupu dan freak kayak lo” Hana mendorong pundak Luna dengan jari telunjuknya.
“ sorry miss, are you okay?( maaf nona, apakah anda baik-baik saja?)” tanya salah satu karyawan hotel itu.
“You think I'm fine, this weird girl accidentally bumped into me and almost ruined my expensive clothes (kamu pikir aku baik-baik saja, perempuan aneh ini sengaja menabrak ku dan hampir membuat rusak baju mahalku.)” ujar Hana kesal.
Luna menatap tajam tidak senang ke arah Hana yang melontarkan kata-kata kasar padanya.
****... ini cewek nyari gara-gara ama gue, kalo bukan di public udah habis ni cewek gumam Luna dalam hati masih menatap tajam ke arah Hana.
Sarah yang baru saja datang di temani dengan sugar daddynya melihat ke arah Luna yang menjadi bulan-bulanan perempuan.
“Baby... let's go there first, looks like someone is looking for trouble with my friend ( sayang, ayo ke sana dulu, sepertinya ada yang mencari masalah dengan temanku)” ajak Sarah ke sugar Daddynya yang membalas dengan memeluk mesra pinggang langsing Sarah.
Hana melihat perempuan yang tidak lain adalah Sarah dengan pria seusia papinya berjalan ke arah mereka.
“Luun... kamu kenapa?” Tanya Sarah menghampiri Luna. Body guard perempuan yang bertugas menjaga Hana segera bertindak memegang lengan Hana, melihat tindakan body guard perempuan itu semakin membuat Hana marah besar.
Sugar Daddy Sarah menatap ponsel miliknya dan segera mengangkatnya, setelah berbicara singkat dia mendekati Sarah sambil berbisik di telinganya berkata jika dia harus pergi sekarang karena ada pekerjaan mendesak. Tidak lupa Sugar daddy itu mengucapkan maaf pada Sarah yang tidak bisa menemaninya sambil memberi segepok uang jajan, Sarah hanya mengangguk dan bergaya manja. Setelah cipika dan cipiki sugar daddy Sarah pergi meninggalkan hotel.
Sementara itu Hana terlihat sangat kesal pada body guard perempuan, menahannya untuk tidak melabrak dan mencari keributa dengan Luna.
“how dare you touch me. You know who I am?! (berani-beraninya kamu menyentuh ku. Kamu tahu aku ini siapa?!”) hardik keras Hana pada body guard yang sedang menjalankan tugasnya.
__ADS_1
“i’m sorry miss.... But...(maaf nona... tapi...)”
Plaaaaak....
Belum selesai body guard itu berbicara, sebuah tamparan melayang di wajahnya. Bekas tangan lima jari tercap merah sempurna di wajah body guard itu. Luna menyaksikan itu semakin kesal, tangan di sakunya mengepal erat. Sudah terasa sangat gatal untuk membalas perbuatan Hana. Body guard itu memegangi pipinya yang terasa panas dan perih.
Leon mulai merasa tindakan Hana sudah kelewat batas, dia berjalan menghampiri Hana yang sedang menceramahi karyawan hotel.
“ you should not let buskers into this classy hotel. Can a hotel as luxurious as this not invite classy singers? (seharusnya kalian tidak membiarkan pengamen masuk ke hotel yang berkelas ini. Apa hotel semewah ini tidak bisa mengundang penyanyi berkelas?)” tanya Hana pada karyawan hotel, dia memandang rendah pada Luna dan Sarah.
“sorry miss Hana... but these ladies are guests of this hotel (maaf nona Hana ... tapi nona- nona ini adalah tamu di hotel ini)” salah satu karyawan mengenal Luna dan Sarah adalah salah satu tamu mereka.
“Whaaat.... can't you judge which groups can enter this hotel? Not despicable women like them (apa kalian tidak bisa menilai kalangan mana saja yang bisa masuk ke hotel ini? Bukan perempuan hina seperti mereka)” Hana kembali mengeluarkan kata pedas membuat Sarah mendelik tajam ke arah Hana.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1