Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 41


__ADS_3

“sayaaaang ... tidak bisakah besok saja kamu selesaikan” ujar Cintia bergaya manja memegangi lengan suaminya. selimut di atar ranjang itu di tutupinya ke tubuh yang sedari tadi tidak mengenakan apa pun.


“apa menurut mu aku bisa tidur dengan nyenyak setelah mendengar apa yang terjadi. Sekarang aku pergi untuk menyelesaikan masalah ini” ujar Simon melepaskan tangan Cintia sedikit kasar, dia lalu memilih pergi meninggalkan Cintia dan Hana.


Raut wajah Hana masih tampak cemas, dia lalu mengantar Simon hingga pintu keluar meninggalkan Cintia yang mulai uring-uringan karena dia belum mencapai puncaknya.


“aaaaarggggh..... breng**k... ada saja yang mengganggu, sekarang bagaimana cara ku untuk memenuhi ini....” Cintia benar-benar frustasi. Dia turun dari ranjang sambil meraih lingerie yang terlampir di bangku dekat meja riasnya, dia langsung membanting keras pintu kamarnya dan mengunci pintu itu.


Hana menatap kepergian Simon yang duduk nyaman di mobil, dalam hatinya dia berharap jika Papinya dapat menyelesaikan kesalahan yang di perbuatnya. Hana dapat membayangkan bagaimana marahnya Leon jika tahu dia yang sudah memberikan obat pada minuman yang di minum tunangannya.


Setelah kepergian Simon, Hana menutup pintu mulai menaiki anak tangga kediaman Miller. Dia masuk ke dalam kamar mewah itu, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang empuk.


Cintia benar-benar kesal, dia memakai lingerie serta jubahnya secara kasar. Kakinya melangkah ke arah jendela besar kamarnya yang berhadapan langsung ke arah taman, dia bisa mendengar mobil milik suaminya yang menjauh meninggalkan kediaman Miller. Embusan angin malam yang sejuk sedikit meredakan amarah Cintia, kedua tangannya memeluk tubuh ramping itu sambil memperhatikan pemandangan itu.


Seorang body guard tengah datang ke taman tepat di depan balkon di mana Cintia berdiri saat ini, body guard itu tampak seumuran dengan Hana. Mata Cintia membesar saat melihat apa yang sedang di lakukan body guard itu, walaupun lampu di taman itu temaram di bantu sinar rembulan purnama. Cintia dapat melihat jelas fisik tubuh body guar itu yang menggoda imannya, body guard itu terpaksa membuka bajunya memperlihatkan roti sobek idaman.


Body guard itu terpaksa membuka bajunya yang basah karena dia kurang hati-hati menggunakan saluran air di taman itu. Dia di minta tolong oleh salah seorang maid di kediaman Miller untuk mengecek saluran air. Karena kurang berhati-hati selang dari saluran itu rusak memancarkan air yang langsung membasahi wajah serta baju body guard itu.


Godaan kembali membangkitkan sesuatu dalam diri Cintia, jantungnya berdebar cepat dengan nafas yang mulai tidak beraturan. Pemandangan itu begitu indah membuat sesuatu yang sempat hilang kembali bangkit, body guard yang tengah memerah bajunya menatap ke arah Balkon di mana Cintia masih memandanginya.


“malam nyonya, anda belum tidur?” Body guard itu menyapa Cintia dengan ramah. Dia terpesona saat melihat tampilan seksi Cintia dan tubuhnya yang mengenakan jubah lingerie berbahan sutra itu.


“saya masih belum bisa tidur, seluruh badan saya terasa sangat pegal dan lelah” ujar Cintia dengan tangan memegang leher belakangnya, di mata body guard itu Cintia terlihat begitu seksi dan cantik. Pelan tapi pasti ada yang mulai terbangun saat melihat pemandangan yang susah untuk di tolak, Cintia tahu jika body guard itu sedari tadi terus memperhatikan tubuhnya.


“anda pasti sangat kecapekan nyonya, lebih baik di pijat agar rileks dan anda bisa kembali tidur” body guard itu memberi saran.

__ADS_1


“benar juga katamu, kalo begitu kamu beri tahu pada salah seorang maid untuk membantu memijatku di kamar” Cintia memberi perintah pada body guard itu yang langsung sedikit membungkuk dan memberi hormat.


Cintia memilih kembali masuk ke kamarnya, berjalan ke pintu kamar untuk membuka kuncinya. Dia lalu mulai membuka kembali lingerienya lalu merebahkan tubuhnya tanpa sehelai benang pun di ranjang dengan posisi tertelungkup, ranjang itu masih tampak sedikit berantakan akibat pertarungannya dengan Simon yang berbuah kegagalan.


Pintu kamar terbuka dengan seseorang masuk ke kamar itu, Cintia tidak tahu siapa yang masuk


“langsung kamu pijit saja punggung ku... semuanya terasa sangat pegal” ujar Cintia dengan mata terpejam. Seseorang itu sebelumnya sudah memastikan jika pintu kamar itu terkunci, matanya menatap pemandangan yang begitu indah di atas ranjang.


Seseorang itu yang tidak lain adalah body guard yang sempat berbicara dengannya tadi, saat akan meminta seorang maid datang ke kamar Cintia namun tidak seorang pun dia jumpai karena mereka sudah beristirahat di kamar masing-masing.


Body guard itu mendatangi kamar Cintia untuk memberi tahu jika maid sudah pergi beristirahat, dia lalu mengetuk pintu dan langsung di persilahkan masuk oleh Cintia. Mata body guard itu hampir keluar saat melihat tampilan Cintia, membuat seketika bisikan setan mendorongnya untuk mendekati ranjang itu.


Tangan body guard itu mengambil minyak massage yang berada di nakas, sebelum merebahkan diri Cintia meletakkan botol minyak massage di nakas untuk memudahkan maid menuangkan di punggung. Tutup botol itu di bukanya dan di tuangkan di punggung mulus Cintia,


“mmmmhhhh...” Cintia menyukai sensasi itu, menunggu tangan maid untuk melakukan tugasnya. Tangan dingin itu memegang lembut dan mulai bergerak perlahan. Semula Cintia merasa hanya biasa saja, namun mulai merasa ada kejanggalan saat tangan itu mulai turun kebagian pinggang dan pan**tnya.


Cintia memegang tangan itu dan segeramembalikkan tubuhnya, matanya membulat sempurna saat melihat body guard yang berbicara dengannya tadi kini berada di depannya.


"maaaf nyonya.... saya sudah tidak bisa menahannya lagi...” body guard itu segera menyerang Cintia yang tidak siap dengan pertahanannya, malam itu Cintia benar-benar takjub dengan permainan Body guard yang di nilainya begitu dahsyat di bandingkan Simon.


Dia terus menerus mencapai puncak keinginan yang selama ini tidak pernah di dapatkan dari Simon, Cintia benar-benar sudah terbuai dengan sentuhan dan perlakuan body guard yang terkadang lembut dan dengan cepat berubah kasar juga menantang.


***


Mentari pagi keluar dari persembunyian, sinar hangatnya berusaha masuk menembus ke jendela kamar Luna. Belum ada pergerakan di atas ranjang itu, baik Leon dan Luna masih menikmati dunia mimpinya.

__ADS_1


Sinar menyilaukan dari sang pemilik sinar yang paling terang mulai bergerak perlahan ke arah wajah Luna, mata indah itu merasa terganggu dan perlahan membuka. Sebelah tangannya menutupi sinar itu agar tidak merasa silau, mata indah Luna berusaha untuk menyesuaikan keadaan di dalam kamar itu.


D*mn badan ku sangat sakit semua, seperti habis di timpa berpuluh-puluh gajah. Eh.... tangan ini.... dan... aaaaah.. Luna terdiam saat melihat tangan yang tertaut di jari jemarinya dan sebelah tangan memeluk pinggang rampingnya, dia semakin terkejut saat merasakan sesuatu di bawah sana yang masih berada dalam gua miliknya.


Luna memalingkan wajahnya menatap Leon yang masih tertidur,


Breng**k....aaaah.... cowok bajin**n ini ternyata tidak melepaskannya saat akan tidur... Luna bergumam dalam hati menatap kesal Leon, dia mulai bergerak perlahan mencoba mengeluarkan ular sanca dari gua di lembah itu. Sebelah tangannya memegang roti sobek Leon yang berada di balik punggungnya, berusaha untuk bergerakk menjauh dari tubuh hangat dan kekar Leon.


Tubuh indah di balik selimut itu bergerak perlahan berusaha untuk mengusir ular sanca dari guanya,


Bang**t liat aja, gue bakalan bikin lu menderi.... eh... kenapa nih... Luna terkejut saat merasakan ukuran ular sanca yang mulai membesar dan menge**s. Ular sanca sudah hampir keluar dari persembunyiannya, tapi...


“Aaaaaaah.....” suara merdu Luna bergema saat tangan Leon yang berada di pinggang itu menarik kuat, membuat ular sanca kembali masuk ke dalam gua itu. Sebuah sensasi berbeda berkecamuk di dada Luna, kilatan mata kemarahan di layangkannya pada Leon yang ternyata sudah bangun dan tersenyum ke arahnya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2