Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 20


__ADS_3

“di mana cecunguk itu?” tanya Leon terdengar tidak sabaran.


Adam melihat ke arah Hugo yang langsung memberi bahasa isyarat dengan menggerakkan tubuhnya.


“Diaaaa... lari.... (mengerutkan kening tidak mengerti dengan isyarat di berikan Hugo) sambil jongkok..” ujar Adam memperhatikan Hugo yang naik turun dan berjongkok.


“lari sambil jongkok? “ kening Leon berkerut mendengar penjelasan Adam. Hugo memukul keningnya menatap kesal Adam, dia kembali melakukan gerakan aneh membuat Adam semakin kebingungan.


“bukan, maksud gua diaaa.... lari... sambil buka baju.... dan .... telanjang?!!!” Kali ini Adam sukses membuat Leon semakin kesal.


Hugo tampak kesal karena adam tidak mengerti dengan maksudnya, dia ingin meminta Adam mengatakan pada Leon jika dirinya sedang ada urusan di luar dan ponselnya sengaja di tinggal karena sedang memproses pencarian data.


“jika si cecunguk itu ada di sampingmu, segera berikan ponselnya” Leon kesal membuat sekelilingnya menjadi dingin dan mencekam.


Adam menatap ke arah Hugo sambil menyerahkan ponsel ke tangannya, senyum senang terkembang di bibir pria tampan itu.


“what’s up bro?!” sapa Hugo melayangkan tatapan kekesalan pada Adam yang mengerjainya.


" Tidak usah basa basi, bagaimana pencarian info gadis itu?"


"sorrry bro, infonya sama sekali kagak bisa gua dapatkan...” Hugo menjelaskan dari panjang hingga mengalikan lebar hingga kesusahannya mencari info untuk Leon, urat kemarahan tampak jelas di kening Leon saat itu.


“to The point”


“gua kagak bisa mendapatkan info cewek itu” ujar Hugo dengan lemah.


Tuttt.....


Tidak lagi terdengar suara Leon, hanya terdengar suara sambungan telepon yang di putuskan secara sepihak. Hugo menatap layar ponselnya yang sudah mati, Adam menatap Hugo menunggunya bercerita.


“seperti biasa demon king memutuskan begitu aja, “ ujar Hugo, raut wajah Adam terlihat bingung. Tanda tanya besar ada di benak mereka masing-masing.


Leon sedang duduk di ruang rapat, semua petinggi hotel menatap bingung, takut dan gugup ke arah tuan muda mereka. Leon masih diam berpikir cukup lama,

__ADS_1


Gadis yang misterius, siapa dia? Bagaimana setiap mencari informasinya, hanya jalan buntu yang aku temukan.... gumam Leon semakin larut dalam pikirannya. Alex menatap ke arah petinggi hotel mulai resah dan bingung, beberapa petinggi hotel melihat ke arah Alex seolah meminta pertolongan padanya.


Huhhhh bukan kalian saja yang takut.... aku juga takut dan tidak ingin di kirim pergi ke kutub antartika gumam Alex membalas tatapan mereka dengan wajah memelas.


Tatapan penuh harapan dan memelas terlihat jelas dari mata para petinggi itu, seolah mereka meminta Alex menyelamatkan hidup mereka.


Mau tidak mau Alex terpaksa mengikuti kemauan para karyawan itu,


“tu... tu... tuan muda” sapa Alex hati-hati membuat Leon menatap ke arahnya.


Mata Alex melihat ke arah para petinggi dan karyawan yang tengah menunggu keputusan. Leon baru teringat jika saat ini dia masih dalam rapat,


“Heem ... you guys may disband now, keep up the good performance of this hotel. Don't let something like yesterday happen again ( heem... kalian boleh bubar sekarang, pertahankan terus kinerja baik hotel ini. Jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang)” ujar Leon melayangkan tatapan intimidasi ke arah mereka.


“ok young master (baik tuan muda)” ujar mereka semua, tanpa di suruh dua kali mereka segera mengambil langkah seribu meninggalkan Leon dan Alex di ruang rapat.


“ Alex, apa yang di lakukan Hana sekarang?” tanya Leon sambil memperhatikan kertas di tangannya.


“blokir kartunya, beri tahu juga pada body guard yang menjaganya untuk terus mengawasi Hana. Jika ada yang aneh segera laporkan padaku" ujar Leon memerintahkan Alex untuk keluar ruangan meninggalkan Leon sendirian.


Leon meraih ponselnya mengetik pesan whatt apps pada Hugo.


Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, secepatnya kamu mencari informasi terkait gadis itu.


Pesan itu terkirim langsung di terima oleh Hugo, wajahnya kini berubah galau seperti mendung yang akan segera menurunkan air hujan.


Kiandra menatap layar monitor di mana target masih tampak sehat dan melangkah keluar dari restoran dengan santai.


“Lun, target udah bergerak!!! Kenapa belum di eksekusi?” Kiandra menatap bingung monitor, dia mendengar dari Luna berkata jika misinya sudah selesai.


“dalam beberapa menit lagi, ntu target bakalan....” ujar Luna terhenti menyadari jika Sarah memperhatikannya. Kiandra mengerti dengan diamnya Luna,


“Target apaan Lun?” tanya Sarah sempat mendengar pembicaraan Luna.

__ADS_1


“Biasa, target di game ini...” ujar Luna memperlihatkan game yang sedang di gandrungi saat ini. Bibir seksi Sarah membulat tanpa mengeluarkan suara dia mengatakan ‘o’.


Kiandra terus memperhatikan target melangkah menuju toilet bandara, masih belum ada reaksi apa pun. Target itu masuk ke toilet perempuan dan dia sempat melihat ke sekeliling toilet memastikan tidak ada yang curiga, tidak lupa dia meletakkan papan menandakan jika toilet sedang tidak bisa di gunakan.


Kiandra terdiam sejenak, otaknya pun berputar teringat dengan memory saat Luna memperlihatkan racun racikannya yang mematikan. Racun itu sama sekali belum pernah di uji cobanya ke manusia, Dia hanya melihat reaksi racun itu di tikus percobaan yang membuat beberapa tikus mati setelah melakukan hubungan.


“Lun... kamu kasih ‘itu’ ke target?” Tanya Kiandra pada Luna yang sedang melangkah bersamaan dengan Sarah menuju ke pesawat. Tidak berapa lama setelah menyelesaikan misinya, terdengar panggilan untuk penumpang pesawat menuju negara IN.


Senyuman smirk dari Luna terlihat jelas di layar monitor CCTV oleh Kiandra yang langsung menepuk keningnya. Dia menggeleng - gelengkan kepalanya, tahu jika Luna sudah memberikan racun mematikan pada target.


“Lun... Lun... kamu tahukan kalo guna in ‘Itu’ bakalan ada yang ikut ke dunia sana?” ujar Kiandra mengingatkan Luna dengan kekuatan racun itu. Senyuman manis itu masih terlihat di wajahnya, tangannya meraih ponsel mengetik sesuatu di ponsel itu.


Tidak berapa lama sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Kiandra, dia segera membaca pesan dari Luna.


Tentu aja aku tahu Kia, tapi tenang saja. Yang menyusul si target ke dunia sana adalah orang yang sangat di inginkan kematiannya oleh klien kita. Aku yakin saat klien kita tahu dengan hasil pekerjaan, dia bakalan ngasih bayaran yang besar.


Kiandra melihat ke arah monitor di mana keberadaan target, tidak berapa lama tampak seorang perempuan lain masuk ke dalam toilet itu. Perempuan itu jelas melihat tanda peringatan di depan toilet tetap masuk ke dalam sana.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2