Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 122


__ADS_3

Sigh... dia sama sekali malah tidak peduli. Untung saja aku menyayangimu gumam Luna dalam hati sambil membelai kepala Ratu.


Mobil mewah milik Simon berada dalam posisi tepat di depan jurang yang dalam, anak buah tangan kanan Bobby segera mengatur posisi duduk supir dan Simon. Mata Simon tampak perlahan-lahan terbuka lalu kemudian tertutup kembali, pandangannya mengabur melihat ke arah keluar mobil. Setelah semua persiapan selesai anak buah Bobby menghidupkan mobil dan memasukkan gigi maju, perlahan mobil itu meluncur ke arah jurang. Mobil mewah itu terjun bebas tanpa hambatan,


DDDUUUUUUUUAAAAR...


Terdengar ledakan dari arah jurang di mana mobil Simon terjatuh, kobaran api membakar seluruh badan mobil hingga tidak bersisa. Tangan kanan Bobby menatap dingin ke arah dalam jurang, ponsel yang tersimpan dalam saku jasnya berdering. Dia segera mengangkat telepon itu sambil terus menatap ke arah jurang,


“ atur rencana penjebakan” ujar tangan kanan Bobby dengan tatapan penuh dendam. Dia memutuskan panggilan itu secara sepihak, mereka semua segera meninggalkan lokasi itu.


***


Mentari pagi perlahan muncul dan menyinari dengan kehangatannya, Luna tengah menyelesaikan lari paginya mengelilingi kediaman utama. Di depan kediaman utama Jason tengah menunggu dengan nampan berisi satu botol air putih dan sebuah handuk kecil, dia dan Kiandra tiba di kediaman utama saat malam saat Luna, Baron dan lainnya tengah duduk di ruang tengah saling bercengkerama.


Melihat kedatangan Kiandra dan Jason, Soo He berdiri dari tempat duduknya menyambut hangat kedatangan sahabat Luna. Dia lalu meminta Alberto memberi tahu Anne untuk menyiapkan kamar untuk Kiandra, setelah berbincang-bincang mereka semua masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Jason memakai setelan pakaian khas maid pria di kediaman utama, dia memegang nampan dengan sebelah tangan. Luna datang menghampiri Jason lalu meraih handuk kecil di nampan itu dan mengelap keringat yang membasahi kening juga lehernya. Dia berjalan santai menuju kediaman utama diiringi Jason yang melangkah di belakangnya, Jason dan Kiandra datang


Namun langkah Luna dan Jason terhenti saat seorang pria berlari ke arah mereka,


“NONA LUNNAAAAAA” panggil pria itu yang tampak menangis histeris. Luna menatap heran ke arah pria yang berlari lalu sedikit melakukan akrobat dengan melakukan sleding menggunakan lututnya dia atas rumput. Pria itu berlutut di samping kaki Luna dengan kedua tangannya memeluk erat kedua kaki gadis cantik itu, dari matanya keluar air mata buaya.


Luna menatap ke arah pria itu sambil menaikkan sebelah alis matanya, pakaian pria itu tampak robek di sana sini.


“Nona Lunaaa... saya benar-benar sudah tidak sanggup lagi menghadapi kenakalan mereka. Tidak hanya membuat baju saya seperti ini, mereka juga hampir saja.... hampir saja...” pria itu menangis sambil tangannya menaikkan baju yang lepas dari pundaknya.

__ADS_1


Luna memandang malas ke arah pria yang masih menangisi nasibnya,


“hampir gi mana?” tanya Luna dengan malas berusaha membebaskan kakinya yang di peluk erat oleh pria itu.


“hampir saja mereka... mereka hendak memperkaos saya”


“memperkaos? Mana mungkin mereka pada napsu ama kamu, yang ada mereka malah muntah liatin kamu”


“beneran nona... liat aja ini”ujar pria itu memperlihatkan celananya yang sudah berlubang dan robek karena bekas gigitan juga cakaran.


“wah ternyata mereka kreatif juga” Luna tersenyum jahil melihat pakaian pria itu, wajah pria itu terlihat memprihatinkan,


“Nona Luna kasih tahu saya apa yang selalu nona lakukan hingga mereka semua tunduk dan patuh pada nona... saya benar-benar udah tidak sanggup meladeni kejahilan mereka” keluh pria itu.


“mereka hanya sedang bermain denganmu” ujar Jason tampak berusaha menahan senyum, Kilatan mata kemarahan di layangkan oleh pria itu ke arah Jason. Pria itu kembali menatap ke arah Luna dengan tatapan penuh harap,


“kita sekarang ke sana, kamu dan Jason segera menyiapkan makanan untuk mereka” ujar Luna melangkah pergi menuju ke kandang hewan.


Setelah membungkukkan sedikit tubuh memberi hormat, Jason dan pria itu menuju dapur khusus untuk para hewan peliharaan. Luna memasuki sebuah kandang hewan yang berukuran sedikit lebih besar, setelah mengunci kandang hewan itu Luna mendengar pergerakan dari balik semak-semak yang sengaja di buat untuk kenyamanan hewan di dalamnya.


Maid baru tampak sibuk meletakkan sarapan pagi di atas meja makan, Baron duduk di ruang makan sambil membaca koran yang baru saja di bawakan Alberto. Soo He duduk di samping kanan Baron tengah membuat kopi untuk suami tercinta,


“Luna sudah selesai dengan latihannya?” tanya Baron membalikkan koran ke halaman berikut, Soo he menatap ke arah jam besar yang berdiri di sudut ruang makan.


“seharusnya dia sudah menyelesaikannya, (menatap ke arah maid baru yang tengah meletakkan buah segar di atas meja) setelah pekerjaan kamu selesai, panggil Luna di halaman luar. Jam seperti ini biasanya Luna ada di sana” ujar Soo He pada maid baru sambil mendorong cangkir berisi kopi ke samping Baron.

__ADS_1


“Baik nyonya besar” maid itu segera pergi keluar kediaman utama untuk mencari Luna. Dia melihat ke arah halaman depan yang luas namun Luna sama sekali tidak ada di sana, maid itu lalu bertanya pada salah seorang penjaga yang menunjuk ke sebuah kandang di masuki oleh Luna.


Maid itu melangkah ke sana dan mendapati Luna tengah berdiri di tengah lapangan Luas di balik jeruji kandang, maid itu menatap heran ke arah Luna yang berdiri tenang di dalam kandang yang di sangka olehnya kosong. Maid itu hendak memanggil Luna dari balik kandang,


Nona besar pasti akan marah jika aku memanggil dengan berteriak ke arahnya, bisa-bisa aku di pecat dari pekerjaan ini. Lebih baik aku menghampiri nona besar gumam maid itu dalam hati, dia benar-benar lupa dengan peringatan untuk tidak mendekati kandang hewan. Pintu kandang itu di bukanya dan di tutup kembali,


Klatang.... ngieeekk...


Suara pintu kandang yang terbuka membuat Luna membalikkan tubuhnya yang semula membelakangi, matanya terbuka lebar saat melihat maid baru berjalan dengan santai mendekat ke arahnya.


Mata Luna melihat pergerakan cepat hewan di belakang maid itu, dia segera berlari ke arah maid perempuan itu. Sebelah tangan Luna segera menarik pinggang ramping maid itu untuk lebih mendekat ke arahnya, dengan sigap Luna memutar menghindar ke sebelah kiri dengan memeluk erat tubuh maid itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2