Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 63


__ADS_3

Alberto sudah menjadi korban kebrutalan Ratu, bajunya tercabik di sana-sini tapi untungnya dia tidak terluka. Hanya tangannya yang tergores oleh cakar ratu,


“baiklah, kami akan kembali sekarang” ujar baron melangkah ke pintu mobil.


“Baron sama?! Anda tidak menunggu nona muda dulu?” tanya Jason sambil membukakan pintu mobil untuk Baron.


“ tidak usah, katakan saja sesekali datanglah ke kediaman utama. aku akan ‘menyambutnya’ dengan sangat baik” ujar baron tersenyum smirk membuat Jason termenung.


Alberto sudah duduk di belakang kemudi, setelah mendapat kode dari Baron dia menyalakan mobil jeep gladiator menuju ke kediaman utama. Jason masih termenung di tempatnya berdiri, dia menarik nafas lega.


Untung saja aku tidak menceritakan apa pun yang terjadi pada nona muda, jika Baron sama tahu. Entah apa yang terjadi dengan pemuda itu dan keluarga Willson... Nona muda tentunya tidak akan bisa membalaskan dendamnya gumam Jason bersyukur dalam hati, dia menatap ke arah jeep gladiator yang sudah menjauh pergi.


Drrrrt.... Drrrrttt....


Ponsel milik Jason yang berada dalam saku bergetar menandakan sebuah notifikasi pesan masuk.


Luna tengah menyalin beberapa materi di perpustakaan kampus ke dalam buku catatan, karena terlalu asyik menyalin dia tidak menyadari adanya pesan masuk ke dalam ponsel yang tergeletak begitu saja di atas meja. Kiandra baru saja kembali ke tempat duduknya dengan tumpukan buku dia atas meja, matanya melihat ke arah ponsel Luna. Dia meraih ponsel Luna dan mengecek notifikasi pesan yang baru saja masuk,


Jason ngirim pesan... Gumam Kiandra langsung menepuk pundak Luna sambil memperlihatkan notifikasi pesan itu padanya.


Mata Luna menatap ke arah layar ponselnya, dia segera mengambil ponsel di tangan Kiandra membuka ponsel itu dan tampak sibuk menulis sesuatu di sana. Kiandra kembali duduk di samping Luna, Namun perhatiannya teralih kan ke arah beberapa murid yang tampak tergesa-gesa ke suatu tempat. Bahkan sebagian dari mereka tampak berlari terburu-buru di lorong perpustakaan seakan ada sesuatu yang menarik perhatian mereka.


Kiandra kembali bangkit dari tempat duduknya pergi keluar perpustakaan untuk bertanya pada salah satu murid yang terlihat terburu-buru.


“pada mau ke mana? Kok pada keliatan terburu-buru gitu?!” tanya Kiandra pada salah seorang mahasiswi yang kebetulan melintas di depan perpustakaan.


“Kamu nggak tahu kalo saat ini CEO dari perusahaan ternama datang ke kampus untuk memberikan seminar di aula kampus? Kalo nggak salah CEO itu namanya... Eee... Ituuu... Lee siapa ya??? Kok aku jadi mendadak amnesia gini, padahal cowok itu paling di gandrungi banget ama cewek-cewek” mahasiswi itu terlihat sangat antusias hingga melupakan nama pengisi seminar itu.


Kiandra tampak diam dan berpikir sejenak, mengingat siapakah pria yang di maksud mahasiswi itu.


“eh.... Aku duluan ya, ntar seminarnya keburu di mulai,” ujar mahasiswi itu meninggalkan Kiandra yang sedang berpikir.


Cowok yang sedang di gandrungi dan seorang CEO. Tunggu sebentar.... Jangan...jangan....kyaaaa gumam Kiandra bersorak dalam hati. Dia pun bergegas masuk ke dalam perpustakaan melangkah dengan cepat ke mejanya.


***

__ADS_1


Nona muda, Baron sama ada di rumah saat ini...


Pesan singkat dari Jason yang di baca oleh Luna, jemarinya dengan cepat bergerak di atas layar datar ponsel miliknya mengetik pesan balasan.


Ojisan?! Baiklah aku akan pulang sekarang..


Pesan balasan Luna pada Jason yang langsung di baca olehnya, Jason hendak menghubungi Luna mengurungkan niatnya saat melihat pesan yang baru masuk.


Luna segera mengemasi barang-barang, menumpuk buku yang akan di kembalikannya pada petugas perpustakaan. Kiandra juga melakukan hal yang sama, mengemasi barang-barangnya dengan terburu-buru. Luna menatap heran pada Kiandra,


“kamu tahu kalo ojisan di rumah saat ini, jadinya kamu berkemas dengan terburu-buru begitu” bisik Luna memegang buku di tangannya.


“Haa.. ojisan? Ojisan di rumah saat ini?” bisik Kiandra terkejut sambil menatap ke arah Luna. Tingkah laku Kiandra yang terkejut membuat Luna menatapnya dengan kening yang berkerut.


“lah... Kamu kenapa teburu-buru gitu? Kirain aku kamu tahu Ojisan datang trus pengen cepat balik ke rumah”


“hmmmm itu .... itu .... Hari ini sebenarnya aku mau lihat seminar di aula kampus” Ujar Kiandra sambil menyerahkan tumpukan buku pada petugas perpustakaan. Luna akan bertanya kembali terhenti sejenak saat ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk,


“bentar Kia” Luna meraih ponselnya menatap layar dan segera mengangkat telepon yang masuk.


“ya Jason...”


“oke, baiklah”


Luna mematikan sambungan telepon Jason lalu melihat ke arah Kiandra yang sudah menunggunya di depan Perpustakaan. Buku yang di pegang Luna segera di serahkan pada petugas perpustakaan dan menyusul Kiandra yang menunggu.


“jadi kamu balik ke rumah hari ini?” Kiandra mengiringi langkah Luna berjalan di lorong kampus menuju ke area taman kampus.


“nggak jadi. Jason ngasih tahu kalo ojisan hanya sebentar saja di rumah, sekarang beliau sudah balik ke kediaman” jelas Luna sambil tersenyum smirk, instingnya yang kuat merasakan ada pergerakan di belakang mereka berdua.


“kalo gitu temani aku ke aula ya, untuk melihat seminar di sana” ajak Kiandra terlihat sangat antusias.


“tumben kamu mau ikut acara seminar, biasanya juga kalo di ajak ama yang lain kamu pasti menolak dengan seribu satu alasan” Luna memandang Kiandra dengan tatapan mencurigakan.


“Itu....hmmm...itu....” ujar Kiandra Bingung dan ragu-ragu.

__ADS_1


Kalo aku ngasih tahu Luna bahwa yang mengisi acara seminar idola ku, pasti dia nggak mau ikut... secara dia benci banget ama idola aku gumam Kiandra dalam hati melihat ke arah Luna yang sesekali melirik ke arahnya.


Bau harum parfum yang sering di gunakan Sarah tercium oleh Luna, selesai menghadiri kelas Sarah dan Dion menyusul Luna di perpustakaan. Dia saat bersamaan dia melihat Luna dan Kiandra sedang berjalan di lorong perpustakaan, timbul ide jahil Sarah untuk mengejutkan Luna juga Kiandra.


“udah kamu jangan aneh-aneh deh” ujar Dion mengingatkan Sarah jika apa yang di lakukannya akan sia-sia.


“kali ini gue yakin berhasil” Sarah sudah tampak akan bersiap untuk mengejutkan Luna dan Kiandra.


Luna melirik ke arah Kiandra yang tengah senyum-senyum sendiri, saat mengetahui Luna melirik ke arahnya Kiandra kembali bersikap biasa saja.


Dion sudah memperingati Sarah jika apa yang di rencanakannya tidak akan berhasil.


“kagak bakalan berhasil” Dion mengingatkan Sarah yang sudah mengambil ancang-ancang. Gadis centil itu pun mulai menghitung dalam hati,


Satu.... dua... ti.... gumam Sarah dalam hati dengancepat berada di belakang Luna dan Kiandra. Dia langsung bertindak dan ...


“hwaaaaaa....” teriaknya di dekat mereka berdua Luna hanya melihat dengan sikap yang biasa. Kiandra yang tidak menyadari kedatangan Sarah langsung terkejut sambil berteriak....


“anjaaaaay.....” namun teriakan Kiandra sangat aneh membuat Sarah, Dion dan Luna menatap heran padanya.


“Kenapa?” Tanya Luna memandang heran.


“Kok beda ya?” Sarah menatap heran pada kedua gadis itu karena rencananya yang gagal total. Dia merasa ada yang aneh saat Kiandra memberikan respons yang berbeda, dia tampak bahagia dan senang melihat ke arah lain.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all


__ADS_2