Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 99


__ADS_3

“Luna... Dia ...” belum selesai Leon berbicara untuk menjelaskan, Kaila langsung memotong ucapan kakaknya.


“kak Luna itu, pacarnya Kak Leon mom” Ujar Kaila Di antusias.


“pacar?!” Raymond dan Anita serentak menatap ke arah Leon yang membalas menatap ke arah mereka.


“haaaa... mommy and daddy nggak tahu kalo kak Leon udah punya pacar?” Kaila tercenung saat melihat reaksi kedua orang tua mereka yang sama sekali tidak tahu jika Leon sudah memiliki pacar. Kaila melihat ke arah Leon dengan tatapan heran dan bingung,


“kakak belum sempat memberi tahu karena berbagai kesibukan kami, seharusnya hari ini aku akan mengenalkan Luna pada mommy dan daddy. Tapi karena peristiwa ini semuanya jadi berantakan” jelas Leon pada Anita dan Raymond.


“ wait...wait...wait.... Tunggu manusia es, tadi Kaila memanggil perempuan itu dengan kakak!! kamu kenal dengan pacar kakakmu? Dan kamu Leon, kamu sama sekali tidak menganggap kami lagi, sehingga adik mu lebih dulu tahu tentang pacar mu dari pada kami” tanya Anita kesal dan juga semakin kepo. Leon menepuk keningnya mendengar ucapan kekesalan dan kesalah pahaman Anita, Mata elang itu menatap ke arah kedua orang tuanya yang masih menunggu penjelasan.


“semuanya terjadi dengan kebetulan mom, Kaila mengenal Luna lebih dulu karena Luna dan sahabatnya membantu kami untuk menyelamatkan Kaila dari peristiwa hari ini” ujar Leon menjelaskan sambil mengode dengan lirikan mata ke arah Hugo, Adam dan Kaila untuk membantunya, dia tahu jika hanya dirinya saja yang memberi tahu tidak akan membuat ke dua orang tuanya berpuas diri.


“iya mom, apa yang di katakan kak Leon benar. Kak Luna membantu Kaila terbebas dari penjahat yang mencoba membawa Kaila...” Kaila dengan lancar menceritakan apa yang di alaminya. Hugo dan Adam juga ikut menambahkan bumbu penyedap pada cerita Kaila, Anita dan Raymond menatap mereka dengan tatapan tidak percaya juga sangat penasaran dengan perempuan yang sudah menempati hati putra mereka.


“Jujur Tan, saat pertama kali bertemu dengan Luna aku pikir dia sama seperti perempuan lainnya. Tapi pemikiran ku berubah saat itu, dia adalah perempuan terkeren dan...” Ucapan Adam terhenti saat melihat Leon yang menatapnya tidak senang. Raymond menatap bingung ke arah Adam yang terdiam,


“Dan Apa? Kenapa kamu berhenti menjelaskan?” tanya Raymond penasaran. Adam hanya tersenyum canggung sambil sesekali melihat ke arah Leon yang tampak tidak senang mendengar penjelasan darinya,


Waduh om Bukan maksud kagak mau jelasin, kagak liat tuh si demon king udah ngeluarin tanduk ama taringnya gumam Adam dalam hati tersenyum canggung pada Raymond dan Anita, mereka dengan sabar menunggu penjelasan darinya.


“selain keren, orang nya juga cantik dan pintar..... beeeughh... Karena udah di dului ama si Leon aja aku mundur tan, kalo nggak...” Ucapan Hugo di hentikan oleh Adam yang langsung menyumpal mulutnya dengan cemilan yang sudah di sediakan. Kaila juga Ikut membantu Adam dengan mengambil minuman di depannya,


“Ini juga di minum kak” ujar Kaila sesekali melihat ke arah Leon yang terlihat sudah mulai mengeluarkan aura tidak menyenangkan. Hugo berusaha dengan kepayahan menelan cemilan yang terus menerus di masukkan ke dalam mulutnya....

__ADS_1


“Oiammmmph... Mmpoh... Hhammpp” suara Hugo menjadi tidak jelas karena ulah Adam dan Kaila. Kening Anita juga Raymond tampak berkerut heran melihat tingkah mereka,


Mampus dah ni anak, udah kagak sayang nyawa lu make muji cewek si demon king di depan dia pula gumam Adam kesal dalam hatinya.


“kalian ini ngapain, kasian itu Hugo nya” ujar Anita menghentikan Adam dan Kaila.


“Nggak apa-apa Tan, ini si Hugo makannya harus di gini in (mengambil kembali cemilan yang lainnya dan memasukkan ke dalam mulut Hugo dengan mata membelalak ke arahnya) Kalo nggak ntar dia ngoceh yang ngelantur lagi” ujar Adam melihat ke arah Anita sambil tersenyum,


“iya mom, tadi kak Hugo juga ngomong kalo belum makan” ujar Kaila dengan membesarkan matanya ke arah Hugo yang menatap kebingungan. Adam berada sangat dekat dengan Hugo,


“lu bagusan kagak usah ngomong ato lu sebaiknya segera ngepack semua barang lu buat bertahan hidup di gurun sana” bisik Adam mengode dengan matanya pada Hugo untuk melihat ke arah Leon, perlahan Hugo mengalihkan pandangannya melihat ke arah Leon. Demon king dalam dirinya kini sudah mulai menampakkan wajahnya, Hugo pun menelan kasar makanan yang ada dalam mulutnya.


Anita dan Raymond saling berpandangan melihat tingkah para pemuda tampan juga putri cantik mereka, rasa penasaran masih menyelimuti perasaan mereka tentang Luna.


“o ya mom, karena kak Luna udah nyelamatin Kaila. Gi mana kalo kita undang kak Luna untuk makan malam bersama?” Tanya Kaila mengalihkan pembicaraan.


“ Ide bagus, mommy jadi bisa mengenal lebih dalam lagi...” belum selesai Anita berbicara Raymond lebih dulu memotong pembicaraannya.


“tidak... aku tidak setuju” ujar Raymond menolak usulan Kaila. Semua yang ada di ruangan yang sama menatap heran pada Raymond,


“loh.. kenapa Dad? Kenapa tidak setuju dengan usulan Kaila?” tanya Anita bingung dengan sikap Raymond.


“mendengar cerita dan apa yang kalian semua sampaikan, aku bisa menebak ia perempuan dengan karakter tidak baik juga bar-bar. Tidak hanya sampai di situ, dia juga terang-terangan merebut tunangan orang lain ( menatap ke arah Leon) tuan Simon dan Hana sudah menceritakan semuanya. Apa perempuan seperti itu pantas untuk menjadi menantu keluarga Willson?” Ujar Raymond membuat Leon dan semua yang ada di sana terkejut mendengar. Raymond sengaja menyinggung Keluarga Simon untuk mengetes Leon,


“dad, kak Luna itu perempuan yang baik dan cantik, dia nggak ragu-ragu membahayakan nyawanya untuk menyelamatkan Kaila . Dia sangat berbeda dengan Perempuan licik seperti kak Hana?!” ujar Kaila tidak senang.

__ADS_1


“Diam kamu Kaila!!! Kamu itu masih kecil belum bisa membedakan perempuan mana yang pantas dan tidak pantas untuk bersanding dengan Kakak mu. Bisa saja dia melakukan itu untuk menarik simpati kamu agar memudahkan jalannya untuk memasuki keluarga Willson” bentak Raymond kesal, Leon semakin tidak senang mendengar apa yang di ungkapkan Raymond.


“Dad, aku lebih tahu siapa Luna dan tuduhan Daddy sama sekali tidak masuk akal. Dad sudah tidak perlu lagi untuk takut dan khawatir dengan ancaman omong kosong dari tuan Simon ” ujar Leon membuat Raymond terkejut, ada perasaan sedikit lega yang di rasakan Raymond mengetahui jika putranya sama sekali belum mengetahui apa pun.


“ ancaman?! Daddy ada apa ini sebenarnya?” kenapa daddy begitu bersikeras untuk Leon menikahi Hana yang jelas-jelas memiliki sikap yang sangat tidak baik” Ujar Anita menatap ke arah suaminya dengan tatapan penuh selidik.


“tidak ada ancaman atau apa pun mom, daddy tidak ingin perempuan sembarangan yang tidak jelas asal usulnya memasuki keluarga kita. Kalau Hana kita semua sudah tahu siapa dan bagaimana keluarganya, sedangkan perempuan itu dengan tingkah lakunya yang berani merebut tunangan orang lain. apa pantas perempuan itu berada di keluarga kita? Apa mommy bisa menahan setiap ucapan dan hinaan orang-orang yang akan menghina juga mencaci maki keluarga kita nantinya?” ujar Raymond membuat Anita terdiam sejenak.


“dad, keputusan ku membatalkan pertunangan sudah sangat jelas dan daddy tidak bisa lagi memaksa ku untuk terus bersama dengan perempuan itu” Leon sudah tidak bisa menerima penolakan Raymond.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2