Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 110


__ADS_3

"Dad... kenapa daddy berbicara seperti itu? mommy sangat menghargai pemberian Luna, setidaknya Luna menunjukkan sikap yang tulus, tidak seperti Hana perempuan rendahan itu" Anita terlihat kesal mendengar komentar tidak baik dari suaminya. Luna dengan elegan mengelap tepian bbirnya dengan napkin,


“maaf tuan, dari sikap saya yang mana membuat anda berpikir jika saya merasa sangat hebat? “ Luna tampak tenang dan tidak terpancing dengan sikap Raymond.


“ aku sudah melihat begitu banyak perempuan seperti kamu, menggaet pria kaya untuk mendongkrak popularitas. Setelah itu merayu untuk mendapat klien besar demi perusahaan sendiri, aku yakin perusahaan yang didirikan olehnya hasil dari pekerjaan ‘sampingan’ yang di lakukannya” Raymond memandang Luna remeh.


“DAD, Luna bukan perempuan yang seperti daddy tuduhkan. Asalkan daddy tahu perusahaan yang di bangun dan di jalankan oleh Luna adalah hasil dari jerih payahnya sendiri, Daddy pastinya pernah mendengar perusahaan Nandra corp. Bukan?!” Leon terlihat kesal dan tidak bisa lagi membendung emosinya.


Anita, Kaila dan Raymond termenung saat mendengar Leon menyinggung perusahaan besar Nandra Corp.


“perusahaan Nandra corp. Bukankah itu perusahaan besar yang selalu bersaing dengan perusahaan kita Dad? Kalo tidak salah pemiliknya itu Tuan Jason?!” ujar Anita mengingat pertemuan pertama kali dengan Jason di pesta sebuah perusahaan.


“Tuan Jason itu asisten Luna Mom, pemilik dari Nandra corp. sebenarnya adalah Luna Freya” ujar Leon membuat Raymond Terkejut sekaligus menatap tidak percaya pada Luna yang masih terlihat tenang.


Kaila dan Anita terkejut lalu tersenyum pada Luna,


“wow, aku tidak menyangka jika kak Luna juga seorang CEO dari perusahaan besar” Kaila menatap kagum pada Luna. Raymond masih terdiam tidak mampu berkata apa pun, di sisi lain Hana dan Simon baru saja menyelesaikan meeting mereka.


Hana tidak sengaja mendengar ucapan Raymond yang memandang rendah Luna, sebuah kesempatan yang tentunya tidak di sia-siakan oleh Hana dan Simon.


“apa yang di katakan om Raymond memang benar, perempuan seperti cewek pelakor rendahan ini sengaja menjerat pria kaya untuk menaikkan statusnya” Hana berdiri tepat di samping Raymond yang masih duduk di kursinya.


“Hana, kamu jangan berkata seperti itu. Bagaimana pun juga perempuan ini adalah orang terhormat yang seharusnya kita hormati. Jangan melihat dari kerja sampingannya yang menjebak pria-pria kaya lalu mencuri klien besar untuk membuat perusahaannya maju” ujar Simon membuat Leon geram dan semakin terbakar emosi.


Luna masih tetap diam dengan tingkah lakunya yang elegan, dia melihat ke arah Simon dan Hana yang masih mengompori Raymond.


“ om tahu, temannya saja simpanan sugar daddy .... Apa lagi dia? Aku yakin dia merebut Leon dengan cara naik ke atas ranjangnya....”


“HANA....” ucapan Hana terhenti saat terdengar bentakan keras dari Leon, pria tampan itu sudah tidak bisa menahan amarahnya.

__ADS_1


“Luna bukan perempuan rendahan seperti kamu yang dengan sengaja mencoba menjebak ku, kamu sangat tidak layak untuk di bandingkan dengan Luna” ujar Leon esmosi tingkat tinggi.


“LEON” ujar Raymond dan Simon hampir bersamaan. Simon tidak terima dengan ucapan Leon yang merendahkan putrinya, mata Simon menatap kesal ke arah pria tampan itu.


Kiandra yang tengah mengawasi target juga ikut mendengar apa yang terjadi pada Luna, dia terlihat kesal saat mendengar suara Hana dan Simon yang menghina sahabatnya.


“wah... ini bapak ama anak nggak habis-habisnya bikin ulah, seneng bener nyari gara-gara” Kiandra terdengar kesal saat melihat dan mendengar ucapan Hana.


“tenang Kia” bisik Luna masih terlihat santai dan sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan Hana.


Kaila berdiri dari kursinya menghampiri Luna yang sama sekali tidak terpengaruh engan ucapan Hana dan Simon,


“Kak Luna, jangan dengerin omongan mereka. Kalo udah syirik ya gitu, nggak senang lihat orang senang” Kaila memegang lengan Luna berusaha untuk menghiburnya. Luna tersenyum manis dan menatap ke arah Kaila juga Anita.


“Kamu tidak usah khawatir Kaila, aku nggak apa-apa kok. Lagian bukan level Ratu buat hadapin loser seperti mereka” ujar Luna menyindir langsung ke arah Hana dan Simon.


Anita dan Kaila tersenyum mendengar ucapan Luna, mereka berdua segera mengalihkan padangan untuk menahan senyum. Hana semakin kesal saat mendengar ucapan Lua,


Pelanggan restoran mulai memperhatikan suasana di meja makan keluarga Willson, mereka tampak penasaran dengan apa yang terjadi. Para pelanggan tampak berbisik-bisik saat mendengar pernyataan Hana yang mengatakan Luna sebai pelakor.


“ada apa itu?”


“ada yang melabrak pelakor”


“pelakornya cantik gitu, kita harus hati-hati. Bisa-bisa pacar atau suami kita juga di embat ama pelakor itu”


Terdengar komentar negatif dari kerumunan pelanggan restoran yang langsung menuduh Luna, mereka yang tidak tahu apa pun tidak segan-segan menghina Luna dengan kata-kata yang tidak baik.


“Siapa berani menghina cucu dari Baron Yong - Sun?! Berdiri di hadapanku sekarang juga” terdengar Suara Bas menggelegar dari arah belakang para pelanggan yang berkumpul, semua yang hadir terkejut saat melihat seorang pria yang sudah berumur berdiri gagah dengan tongkat di pegangnya.

__ADS_1


Luna yang mengenali suara itu membesarkan matanya dan mengedipkan beberapa kali, dia menatap ke arah Baron dan Alberto yang berdiri menatapnya balik.


“ OJISAN?!” Luna terkejut dengan kehadiran kakeknya di restoran itu, begitu juga dengan Raymond dan lainnya terkejut dengan kedatangan Baron. Mereka pun lebih terkejut saat Luna memanggil Baron kakeknya, perlahan Luna bangkit dari tempat duduknya.


“tu.. tuan Baron? Jadi dia... tidak mungkin... “ Simon terkejut dan menatap tidak percaya ke arah Luna yang berdiri mematung di samping Leon.


Hana terlihat tidak senang dan memandang remeh ke arah Baron,


“siapa anda beraninya ikut campur urusan ku?! Pria tua seperti anda lebih baik tenang saja di rumah dan hmmmp..... hmmmmp...” ucapan Hana terhenti saat Simon membekap mulut dengan sebelah tangannya. Hana menatap Simon dengan tatapan tidak mengerti,


“ojisan,” Luna menghampiri Baron dan langsung menggandeng lengannya.


“kamu adalah cucu ku, bagaimana bisa kamu membiarkan semua orang berkata merendahkan dan menghina? Apa menurut kamu Ojisan sudah tidak bisa melindungi mu?!” Baron menatap sedih cucunya yang di bully habis-habisan oleh semua orang.


“tu.. tuan Baron... Itu.... Kami... Saya....” Simon tidak dapat berkata apa-apa, dia terlihat shock dengan kenyataan mengejutkan tentang Luna.


“Tuan Baron....” Leon menghampiri Baron sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Baron menatap Leon dari ujung kaki hingga kepala, seolah sedang menilai Leon.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2