Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 129


__ADS_3

“Leon?!” ujar Luna menatap ke arah pemuda yang melangkah menghampiri helikopter milik keluarga Young sun. Baron dan Soo he turun dari helikopter itu bersamaan dengan keluarga Willson, dari kejauhan Luna menatap Leon yang menyapa ramah Baron dan Soo He. Mereka pun bersama-sama melangkah menuju kediaman utama dia mana Luna, Kiandra dan Ratu masih berdiri di sana.


Para maid terutama perempuan langsung berkerumun di jendela kediaman utama untuk melihat tamu yang datang, wajah tampan dan pesona dari Leon membuat para maid itu terhipnotis.


“mimpi apa aku semalam, hari ini pria tampan dan gagah datang ke kediaman ini”


“aku seperti memasuki dunia harem di komik-komik, di mana-mana banyak pria tampan”


“tapi tidak ada yang setampan tuan muda Leon... oooohhh lihatlah cara dia berjalan seperti model papan atas”


“pandangan matanya membuat aku jadi meleleh”


“tidak hanya tuan muda Leon, tamu yang datang menemui nona Besar juga sangat tampan... aaaaa... aku sangat iri dengan nona besar... di kelilingi dengan pria-pria tampan”


Komentar-komentar dari para netijen penggemar berdengung dan terdengar oleh Anne yang sedang mencari mereka,


Pantas saja aku tidak melihat mereka di mana pun, ternyata mereka malah berkumpul di sini gumam Anne dalam hati menghela nafas panjang.


“apa pekerjaan kalian sudah selesai?” Anne sengaja mengeraskan suaranya agar bisa mengalahkan dengungan suara komentar netijen memuji para pria tampan itu. Serentak para maid melihat ke arah Anne yang berdiri di dekat mereka, otomatis mereka semua segera membungkukkan tubuh memberi hormat.


“nona Anne” sapa mereka serentak.


“peraturan di sini tidak membatasi kalian untuk melakukan apa pun, tapi setidaknya selesaikan dulu pekerjaan kalian” ujar Anne menatap ke arah mereka satu persatu.


“maafkan kami, nona Anne” ujar para maid serentak,


“sigh...(menghela nafas) selesaikan pekerjaan kalian dan jangan lupa mempersiapkan kamar tamu dengan sebaik mungkin. Berikan pelayanan dengan baik dan profesional, Mengerti?!” ujar Anne menatap tegas.

__ADS_1


“kami mengerti nona Anne” ujar para maid segera membubarkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing. Sepeninggal mereka Anne melangkah ke arah pintu kediaman utama untuk menyambut kedatangan para tamu.


****


“Lun, apa ojisan ada janji bertemu dengan calon mertua mu?” tanya Kiandra penasaran, Luna menatap sejenak ke arah Kiandra dengan menggidikkan bahunya mengisyaratkan jika dirinya tidak tahu.


“kamu kan juga dengar Ojisan saat sarapan tadi” ujar Luna mengingatkan Kiandra.


“Hmmm... apa mungkin karena acara besok jadi Ojisan mengundang mereka datang sekarang?" Kiandra menatap ke arah para tetua yang melangkah menghampiri mereka.


“mungkin saja” ujar Luna, sebelah tangannya memegangi kepala Ratu agar tenang.


Matthew masih berdiri di samping mobilnya melihat kedatangan Baron, dia mengurungkan niatnya untuk pulang. Ian kembali menutup pintu mobil itu dan berdiri di samping Matthew sambil bersikap waspada pada Ratu.


Keluarga Willson tampak tertegun saat melihat sosok binatang buas hitam yang tampak tenang duduk di samping Luna, tergambar jelas raut wajah ketakutan di wajah Kaila dan Anita. Mereka berdua secara otomatis berdiri di dekat Raymond dan memegangi kedua lengannya dengan erat, raut wajah Raymond juga terlihat gugup saat melihat beberapa petugas di kediaman utama berjalan-jalan dengan beberapa binatang buas juga dengan kucing besar hitam itu.


Baron dan Soo He memaklumi sikap keluarga Willson, rata-rata tamu yang datang ke kediaman utama akan bersikap sama dengan mereka saat ini. Berbeda dengan Leon yang bersikap tenang, dia bahkan mengeluarkan aura yang mampu mengintimidasi siapa saja dan membuat Ratu merasa tidak nyaman. Ratu bersikap waspada sambil menyeringai memperlihatkan deretan gigi serta taring yang tajam,


Tatapan Leon seketika berubah semakin dingin dan Arrogant saat melihat seorang pria yang pernah di temuinya, tatapan itu bagaikan anak panah yang melayang dan menancap dalam ke arah Matthew. Kiandra seakan dapat melihat benturan dahsyat dari aliran petir yang menyambar dan menyerang di antara Matthew juga Leon.


Wooow ada tontonan seru yang sayang banget untuk di lewatkan, ntar aku minta Anne atau Jason untuk menyiapkan popcorn dan jus gumam Kiandra tersenyum dalam hati menyaksikan dua orang pria tampan itu. Mendapat tatapan arrogant dan dingin dari Leon lantas tidak membuat Matthew merasa takut ataupun gentar, dia bersikap tenang dan sama sekali tidak terpengaruh dengan tatapan intimidasi dari Leon.


Aura kegelapan dan bau asam dari rasa cemburu terlihat jelas di sekitar tubuh Leon, tatapan intimidasi sama sekali tidak memberi efek apa pun pada Matthew yang terlihat mencuri-curi pandang ke arah perempuan miliknya.


Pria itu... beraninya dia memandangi Luna gumam geram kesal Leon dalam hati. Ingin sekali dia menghampiri dan memberi pelajaran berarti pada Matthew, tapi dia harus menahan diri untuk tidak bertindak apa pun karena menghargai dan menghormati para tetua juga orang tuanya.


Kaila dan Anita tampak semakin memperkuat pegangan mereka saat kucing hitam besar itu berdiri dengan ke empat kakinya, Ratu yang sempat tenang kembali memperlihatkan gigi taring sambil menyeringai tidak senang saat mencium bau sangit kecemburuan dari Leon.

__ADS_1


Tatapan tajam Leon tidak sengaja bertemu dengan mata biru Luna, wajah cantik gadis itu semakin memancarkan kecantikannya saat tersenyum hangat sehangat musim semi. Seketika awan gelap yang menyelubungi Leon berubah menjadi musim semi dengan tebaran bunga di mana-mana, perlahan senyuman manis semanis madu terlukis di wajah tampan Leon yang menatap penuh kerinduan pada gadis cantik itu. Tatapan mata Luna teralih kan saat Ratu menggosokkan kepalanya ke telapak tangan tuannya, dia merasa cemburu perhatian Luna di rebut oleh Leon.


Anita dan lainnya tertegun saat melihat binatang buas itu bersikap manja pada Luna, berkali-kali mereka mengedipkan mata tidak percaya. Raut wajah ketakutan masih terlihat jelas di wajah Anita dan Kaila, lantas Soo He menghampiri mereka untuk menghibur.


“tenang saja Nyonya Anita, Kaila. Selama anda bersikap tenang dan tidak panik Mereka tidak akan menyerang ataupun menyakiti, pelatih khusus mereka juga akan mengawasi dan menjaga mereka” ujar Soo He menenangkan Kaila dan Anita.


Baron menatap ke arah Pria tampan yang berdiri di samping mobil mewah itu, dia tersenyum senang ke arah Matthew yang membalasnya dengan senyuman ramah,


“aaah... Matthew...” sapa Baron ramah pada Matthew. Pria tampan itu menghampiri Baron sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat dengan sopan, sapaan Matthew di sambut dengan pelukan hangat dari Baron.


“kakek Baron” Sapa Matthew membalas hangat pelukan tetua itu. Perlahan Baron melepaskan pelukan hangat itu dan menepuk lembut lengan pria tampan itu,


“hahaha... aku sangat senang bisa bertemu denganmu, bagaimana kabar kakekmu Hans?” tanya Baron sambil mengajak Matthew kembali ke kediaman utama.


“grandpa sangat baik kakek, beliau mengirimkan salam untuk anda saat tahu aku akan kemari” ujar Matthew tersenyum ramah. Soo He menatap kedekatan suaminya dengan pria tampan itu, ia lalu tersenyum canggung pada keluarga Willson.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2