Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 180


__ADS_3

Area 21 +


*******************************


Kaki putih jenjang di balik selimut itu menyinggung king cobra yang beristirahat setelah berpetualang,


“sayaaang...” panggil Matthew menatap wajah Luna yang masih tampak memerah, tubuh Luna kembali di dera rasa panas yang menyebar ke seluruh tubuh. Nafasnya terdengar tidak beraturan,


“Mat...thew... hah... tu... buh... ku... tera... sa aaaah... sa...ngat.. ti... dak... nya...man...” Luna merasakan gejolak di dalam tubuhnya, Matthew menatap ke arah Luna yang terlihat berusaha menahan gejolak.


“Luna....” Matthew menatap wajah Luna, mereka kembali berciuman satu sama lain. Tounge mereka saling bertaut, tangan kekar itu kembali melakukan tugasnya dengan baik.


Luna membelakangi Matthew yang dengan tangan kekarnya memegangi pinggang ramping di balik selimut, tangan kekar itu menarik pinggang Luna untuk lebih mendekat.


King cobra terlihat sangat bugar berdiri tegak dengan gagah, kepalanya sudah berada tepat di jalan masuk gua. Tidak membutuhkan waktu lama king cobra menyusup masuk dengan mulus tanpa hambatan, dia berusaha untuk mencapai tempat di mana mangsa buruannya di tinggalkan.


Thrust.... thrust... thrust...


“haaah.. haaah.... hmmmp.... unnggh.... Mat...thew.... aaah... “


Luna memegangi kuat jari jemari Matthew yang memeluknya dengan erat, bibir Matthew menciumi lembut pipi dan pundak perempuan cantik itu.


Luna dan Matthew kembali melanjutkan olah raga yoga berpasangan, nafas mereka tidak beraturan akibat ulah king cobra yang menjelajah dengan semangat juang tinggi.


Olah raga yoga Luna dan Matthew terus berlanjut hingga perempuan cantik itu tidak sadarkan diri, king cobra terus bergerak di dalam gua sempit menelusuri setiap sudut gua.


Matthew ikut menemani king cobra bermain dalam gua sempit itu, matanya menatap ke arah Luna yang sudah jatuh tertidur.


“maaf uggh.... sa...yang.... seben...tar la... gi... haah.... haah... uuughhh”


Seluruh tubuh Matthew bergetar saat king cobra kembali menyemburkan bisanya ke arah mangsa di dalam gua sempit itu, nafasnya tersengal – sengal akibat ulah king cobra yang bermain dengan bersemangat.


****


Tepat jam 10 malam Hans dan si kembar baru kembali dari acara pembukaan restoran teman Hans, Hyuna tampak terlelap dan di gendong oleh asisten Hans. Hyuga turun dari mobil di ikuti Hans yang menggandeng tangannya, kedatangan mereka langsung di sambut maid yang membuka pintu.

__ADS_1


“Tuan besar,” sapa maid itu menatap ke arah Hyuna yang di gendong oleh asisten Hans, tangan maid itu terulur hendak mengambil Hyuna tapi senyuman dan tatapan lembut asistens Hans memberi kode untuk membiarkannya membawa Hyuna.


“di mana Matthew?” tanya Hans melihat ke setiap sisi ruangan.


“tuan muda, sedari tadi berada dalam kamar bersama nyonya muda dan sama sekali belum keluar” ujar maid itu membuat senyuman penuh maksud terukir di wajah tuan Hans, Maid, Hyuga dan asisten Hans memandangnya heran.


“kakek buyut, kenapa kakek buyut malah tersenyum?” tanya Hyuga penasaran, menurutnya tidak ada yang aneh dengan Matthew berada di kamar.


“tidak apa – apa, cicitku. Sebaiknya sekarang kamu bersiap – siap untuk tidur” ujar Hans.


“aku mau menemui mommy dulu” ujar Hyuga yang langsung berlari menuju tangga mansion.


“Hyuga... tunggu sebentar” Hans terlambat mencegah Hyuga yang sudah menaiki tangga, dia langsung menyuruh maid untuk mengejar cicitnya.


Maid itu segera mengejar Hyuga di ikuti dengan asisten Hans yang masih menggendong Hyuna, sebelum mengikuti maid itu dia sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Hans.


Hyuga berada tepat di depan pintu kamar tidur Luna dan Matthew, tangannya memegang handle pintu dan langsung membukanya.


Pintu kamar Luna yang tidak terkunci langsung terbuka saat Hyuga menekan handle pintu, Hyuga yang akan masuk langsung di tahan oleh maid yang baru saja tiba.


“haaah... haaah... aaahh”


“uuughhhh.... haaah... Luna...”


Slap... slap... slap...


Maid itu dengan sigap menutupi mata dan langsung menutup pintu kamar dengan pelan serta hati – hati, kedua tangan kecil Hyuga memegangi tangan maid berusaha membukanya.


“kenapa maid malah menutup mata ku?” ujar Hyuga berhasil membuka tangan maid yang menutup matanya, dia langsung menatap ke arah maid yang menutup pintu kamar.


“ma ma mammmmaafkan saya, tuan muda. Sa... saat ini sepertinya nyonya dan tuan muda sedang tidak bisa di ganggu, lebih baik sekarang tuan muda bersiap – siap untuk tidur” ujar maid mengajak Hyuga untuk ke kamarnya.


“tapi, aku ingin berbicara pada mommy dan daddy” ujar Hyuga mengalihkan tatapannya ke arah pintu kamar yang tertutup sangat rapat.


“maaf tuan muda, nyonya dan Tuan muda sedang ada pembicaraan penting. Tentunya sangat tidak bisa di ganggu” ujar Maid menggandeng tangan Hyuga mengajak ke kamarnya.

__ADS_1


“tapi... tadi aku mendengar suara di kamar mommy dan daddy, mereka juga tidak dalam pembicaraan penting. Hmmm tadi... “ Hyuga terlihat mengingat - ingat apa yang di dengarnya.


“tutututu tuan dan nyonya... itu... itu... hmmmm... lebih baik sekarang sebaiknya tuan muda tidur” ujar maid mengalihkan pembicaraan.


Mereka lalu pergi menuju kamar Hyuga, rasa penasaran terlihat jelas dari raut wajah Hyuga yang sesekali melihat ke arah kamar Luna juga Matthew. Dia lalu mengikuti maid dengan wajah cemberut,


Hmmm apa itu tadi ya? Trus kenapa wajah maid memerah gitu? Gumam Hyuga dalam hati bingung.


Maid itu lalu membantu Hyuga mengganti pakaiannya dengan piyama, setelah itu Hyuga duduk dan berbaring di ranjangnya.


Setelah memastikan Hyuga berada di tempat tidur dan menyelimutinya, maid lalu keluar dari kamar Hyuga.


Besok saat sarapan, aku harus menanyakan pada mommy gumam Hyuga dalam hati memandangi langit – langit kamarnya yang di lukis berbentuk awan.


Setelah menutup pintu kamar Hyuga, maid itu lalu menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Melihat Maid itu Hans yang akan masuk ke dalam kamar langsung memanggilnya,


“kamu... kemari” panggil Hans, maid itu langsung menghampiri.


“iya tuan besar” Maid itu membungkukkan tubuhnya memberi hormat.


“Hyuga sudah di kamarnya?” tanya Hans.


“sudah tuan besar, tuan muda Hyuga juga sudah tidur” ujar maid itu.


“lalu... apa...” Hans sejenak terdiam, dia ingin bertanya tentang apa yang terjadi di kamar Matthew dan Luna.


Maid menatap kebingungan Hans yang masih diam,


“tidak... tidak apa – apa, sudah malam beristirahatlah “ ujar Hans menyadari tatapan bingung maid, dia lalu masuk ke kamarnya setelah maid itu memberi hormat lalu pergi.


****


Mentari pagi menyinari bumi perlahan menembus tirai kamar yang tersingkap sedikit, di atas ranjang Matthew dan Luna tertidur dengan sangat pulas layaknya bayi. Matthew perlahan membuka matanya lalu mengedarkan pandangan ke sisi lain, senyuman hangat terkembang di wajah tampan pria itu saat melihat Luna yang tertidur sambil memeluk tubuhnya.


Tangan kanan Matthew membelai wajah cantik Luna yang masih terlihat lelah, sentuhan lembut di wajah membuat Luna menggeliat dan mengubah posisi tidurnya dengan menelungkup serta kepala membelakangi wajah Matthew.

__ADS_1


__ADS_2