
“Sekarang aku bisa membalas dendam semua rasa sakit ini pada mereka yang sudah mencampakkan dan meninggalkan ku begitu saja, ini akan menjadi kado terindah untuk kalian berdua Leon, Luna” ujar Hana yang segera menyimpan bukti itu dengan sangat hati – hati.
Aku akan sangat menikmati Hari di mana kalian semua akan hancur gumam Hana dalam hati, dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu.
******
Hari pernikahan Leon dan Luna.....
Hotel yang menjadi lokasi pernikahan Luna dan Leon tengah di padati dengan mobil – mobil mewah dari tamu undangan, karyawan hotel tampak sibuk menghidangkan minuman dan makanan.
Berita pernikahan Leon dan Luna tersebar di seluruh penjuru dunia karena hari itu di peringati sebagai hari patah hati, banyak media dan stasiun TV yang meliput juga berkumpul di depan hotel mewah itu. Mereka menanti dengan sabar jalannya pernikahan dari dua keluarga yang sangat berpengaruh di negara IN, orang – orang penting dari pejabat, menteri hingga keluarga kerajaan serta presiden dari negara lain turut datang menghadiri pernikahan itu.
Hugo dan Adam tengah membantu Leon mengenakan jas pernikahan berwarna putih, Leon tengah mengancingkan lengan bajunya dengan kancing yang terbuat dari batu rubi berwarna merah. Penampilannya terlihat tampan dan gagah dari biasanya, wajah yang biasanya terlihat dingin kini berseri – seri dengan senyuman yang sering tersungging di bibir.
“congrats, bro” ujar Adam merangkul pundak sahabatnya. Senyuman hangat kembali tersungging di wajah Leon yang tampak berseri- seri, hatinya di liputi rasa bahagia karena tidak berapa lama lagi Luna akan menjadi miliknya.
“weits bro.... Congrats....” ujar Hugo memberikan kepalan tinju ke arah Leon menyapa dengan gaya Laki, pria tampan itu menatap tangan Hugo dengan dingin lalu mengalihkan lagi pandangannya ke arah Hugo yang memasang wajah Mupeng.
Leon mengabaikan salam ala ‘Laki’ Hugo dan meneruskan mengenakan atribut pernikahan yang di bantu oleh MUA pilihan,
Di kacangi.... Gumam kesal Hugo dalam hati sambil menghela nafas berat sambil menuruni tangan kanannya kembali, dia kembali menatap ke arah Leon dengan tatapan nackal.
__ADS_1
“ciieee.... Nggak beberapa jam lagi status lu bakalan berubah. apa lu yakin plus siap, bro? Kalo lu belon yakin, tenang aja bro Mobil gua udah standby di depan kalo lu berubah pikiran” ujar Hugo berusaha menggoda Leon yang langsung melayangkan tatapan tajam dan menusuk.
Kilatan mata tajam Leon sama sekali tidak di sadari oleh Hugo yang cengengesan menatap ke arah Adam untuk meminta dukungannya, tanpa terduga Tangan kekar Leon segera merangkul pundak Hugo dan secepat kilat melakukan pergerakan dengan memiting kepala sahabatnya itu. Kejadian itu berlangsung cepat membuat Hugo tidak siap dan pasrah mendapat perlakuan dari Leon,
“time... Up.... Time up.... Nyerah... Gua...” ujar Hugo yang kewalahan dengan serangan dari Leon.
Kepala Hugo menjadi sasaran empuk oleh Leon yang memasang muka datar saat melihat wajah yang sudah memerah, melihat Hugo yang sudah kepayahan Leon pun melepaskan serangannya. Kedua tangannya lalu merapikan kembali jas yang sempat berantakan lalu mengancingkan kancing jas yang berwarna senada dengan kancing lengan kemejanya, Adam hanya menggelengkan kepalanya melihat Hugo terbatuk – batuk di sofa singel yang di duduki secara sembarangan olehnya.
Adam hanya memperlihatkan raut wajah prihatin dengan apa yang di rasakan oleh Hugo,
Bukan bantuin gua malah senyam – senyum lu ... Dasar otaku... Maniak anime... Gumam Hugo dalam hati seakan bertelepati dengan Adam, sebelah tangannya mengusap – usap leher serta kepalanya. Tidak lupa Hugo juga memperbaiki rambut yang semula berantakan agar ketampanannya tidak rusak oleh ulah Leon, dia masih menatap kesal ke arah Adam yang hanya memandangi dengan pandangan prihatin.
Leon bercermin pada kaca yang tersedia di kamar itu, matanya melihat ke arah bayangan Hugo yang terlihat masih mengusap – usap tengkuknya.
“bagaimana dengan tugas yang ku berikan?” tanya Leon menatap ke arah cermin sambil merapikan pakaiannya, Hugo menatap ke arah Leon sambil terus memijat tengkuk leher yang terasa sakit setelah mendapat pijatan ‘Khusus’.
“huh.... (Menghela nafas dan menghembuskan perlahan) gua udah bicara ama ceweknya si otaku ini dan dia ngasih tahu kalo pekerjaannya bentar lagi selesai (menunjuk dengan mengodekan mata ke arah Adam) Kemungkinan setelah upacara pernikahan lu, pekerjaan ntu beres” ujar Hugo membuat Leon menatap ke arah Adam dengan kening berkerut, Hugo menghela nafas panjang menatap Leon yang terlihat bingung dengan apa yang di maksud olehnya.
“haaaaah.... Maksud gua Kiandra. Nih anak kan lagi deket ama ntu cewek (menunjuk ke arah Adam dengan menatapnya) setiap kita ketemuan ama ntu cewek, si otaku ini bukannya kerja tapi malah tebar pesona ke hacker cantik ntu” ujar Hugo tersenyum smirk ada Adam yang menatap tajam ke arahnya,
Ajim dah ni anak, malah buka kartu gua ke Demon king. Balas dendam lu ya... gumam Adam dalam hati merutuki Hugo yang memasang wajah lucu seolah mencemooh Adam, pria tampan berkaca mata itu hendak membalas perbuatan Hugo tapi mengurungkan niatnya saat Leon menatap ke arahnya.
__ADS_1
“benar Adam apa yang di katakan oleh makhluk langka ini?! “ tanya Leon dengan wajah datar.
Ajim Makhluk langka?! Di kira gua binatang yang di lindungi apa?!aiisshh.... Nasib.... Nasib.... Punya temen sifat dan sikapnya udah kayak iblis.... Gumam Hugo dalam hati sambil menghela nafas. Adam diam dan tersenyum malu – malu meong karena sudah tertangkap basah, berbeda dengan Hugo yang terlihat awan mendung di wajahnya.
Dia merasa sangat kesal karena dua sahabatnya sudah memiliki seseorang di hati mereka,
Nasib jomblo... kagak bisa ini... gua juga musti kudu nyari calon pasangan gua, biar para teman laknat ini kagak ada kesempatan buat bully gua. Masak gua kalah ma si otaku gumam Hugo dalam hati dengan raut wajah yang terlihat bete.
Sementara itu Di kamar Luna....
Kiandra tengah bermain dengan beberapa alat kesayangannya, dia sedang berusaha mengurai data yang terlihat berantakan seperti benang kusut. Sepasang mata biru menatap bayangan Kiandra dari cermin yang ada di hadapannya, MUA tengah merias wajah cantik perempuan yang tidak lain adalah Luna. Tubuhnya masih mengenakan bathrobe, rambut panjang bergelombangnya tengah di hair dryer oleh stylies.
“belum selesai juga?” ujar Luna menatap ke arah cermin, MUA dan para stylies saling berpandangan kebingungan. Mereka mengira jika Luna tengah berbicara pada mereka yang masih merias, Kiandra menatap ke arah Luna yang tampak tenang di depan cermin.
“maaf, nona, Sedikit lagi hampir selesai, sabar sebentar ye ” ujar MUA itu sopan.
“eh... Bukan, bukan.. Aku bukan nanya sama kakak.... Tapi itu ama temen aku” ujar Luna tersenyum pada MUA sembari menunjuk pada Kiandra.
“ ooo kirain ye nanya ama akikah “ ujar MUA yang seorang pria setengah jadi, mereka lalu melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda. Kiandra hanya tersenyum saat pria setengah jadi itu salah kaprah dengan ucapan sahabatnya, Luna melihat kembali ke arah cermin pada bayangan Kiandra
“Sedikit lagi juga kelar” ujar Kiandra kembali melanjutkan pekerjaannya, Luna hanya menganggukkan dengan bibirnya yang membulat berbentuk huruf ‘o’.
__ADS_1