
Kiandra tengah asyik duduk di taman kampus dengan laptop kesayangan di pangkuannya, dia tengah membaca email yang masuk. matanya tampak berbinar saat membaca email dari klien yang senang dengan hasil kerja mereka, Kiandra segera membuka halaman situs website berita. Terpampang jelas sebuah judul besar di website itu ‘kematian Presdir dan sekretaris perusahaan KJH saat bersenang-senang di toilet bandara’, senyuman smirk tersungging di bibir Kiandra.
Kiandra fokus menatap layar laptop itu sehingga tidak memperhatikan sekitarnnya, menatapi angka nominal yang bertambah di akun bank Luna. Senyuman itu mendadak memudar, tengkuk Kiandra terasa dingin dan bulu kuduknya merinding. Dia merasa ada yang mengawasi dan menatap tajam padanya, perlahan dia mengangkat wajahnya melihat ke arah depan.
“aaaaaaaaaaa” teriak Kiandra terkejut saat melihat dua sosok yang terlihat begitu menyedihkan dan menyeramkan. Laptopnya langsung tertutup dan jatuh dari pangkuannya, dapat di rasakan Kiandra jantungnya berdebar kencang juga kakinya yang mendadak lemas.
“please....please... tolong jangan gangguin gue.... kalo mau gangguin... gangguin aja tu dosen killer yang selalu ngasih gue nilai jelek” Kiandra begitu takut memejamkan mata, tangannya terkatup dan duduk bersimpuh memohon pada dua sosok itu untuk tidak mengganggu.
Kedua sosok itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sarah juga Dion yang terlihat sedih, kecewa, kesal dan galau tingkat dewa. Mereka semakin kesal saat mendengar ucapan Kiandra yang mengira mereka adalah sosok hantu yang ingin mengganggunya.
“KIANDRA” Panggil Sarah dan Dion serempak menatap Kiandra yang masih ketakutan. Mendengar namanya di panggil dan merasa mengenali dengan suara yang memanggilnya, perlahan Kiandra membuka sebelah matanya dan melihat ke arah dua sosok yang di kiranya hantu.
Matanya berkedip-kedip memastikan jika dia benar-benar tidak salah lihat,
“Sarah... Dion.... hufffff (menghela nafas lega) gue kira lu be dua penunggu di sini yang mau balas dendam. Jujur sekarang kaki gue lemes banget “ ujar Kiandra mengatur nafas dan menenangkan jantungnya yang berdetak sangat cepat.
Tidak ada tanggapan dari Sarah dan Dion, mereka tampak begitu sedih dan galau. Kiandra dapat merasakan aura dingin dan awan gelap mengelilingi Sarah dan Dion.
“kalian berdua kenapa? Galau banget kayak emak-emak yang nggak dapat jatah bulanan karena tanggal tua” Ujar Kiandra heran.
“Haaaaaaaahh” Sarah dan Dion serempak menghela nafas berat semakin membuat Kiandra heran bercampur penasaran.
“Pada kenapa lu be dua?” tanya Kiandra.
“Kita berdua di DO...” ujar Sarah dengan suara berat, dia sangat sedih bukan hanya karena pemecatan secara sepihak juga karena bully an yang di terimanya.
“haaa.... Gi mana bisa” Kiandra sangat terkejut mendengar apa yang menimpa kedua sahabatnya.
__ADS_1
Dion pun menceritakan apa yang terjadi pada mereka, tidak ketinggalan dia juga menceritakan bullyan yang di terima Sarah gara-gara Hana Cs. Kiandra tampak sangat kesal dan marah mendengar apa yang di lakukan Hana.
“Emang dasar tu mak Lampir, harus gue kasih pelajaran dia. Biar tahu gi mana rasanya di permaluin dan di bully satu kampus... “ Kiandra menggenggam kuat tangannya gemas dan kesal dengan tindakan Hana.
“kagak usah nyari penyakit deh lu, tu anak bekingannya kuat dan juga dewan komite di kampus ni. Kita yang kagak ada salah apa-apa aja udah di DO, apa lagi buat nyari gara-gara ama tu cewek yang ada lu tinggal nama” ujar Sarah mengingatkan kekuasaan tunangan Hana.
“kagak ada yang bakalan berani nyentuh gue...” Kiandra tersenyum smirk terlihat menakutkan membuat kedua sahabatnya menatap bingung.
Aku punya bekingan lebih handal dan terpercaya, hanya dengan satu kali letupan kagak ada yang bakalan berani gumam Kiandra dalam hati.
“Yeee... Ni anak malah senyum-senyum kayak orang gila di perapatan jalan sana...” Sarah sedikit menoyor kepala Kiandra membuatnya tersadar dari lamunannya.
“Hehehehehe.... Kalo gue gila, berarti lu berdua juga gila dong...” ujar Kiandra cengengesan dengan menaik turunkan alisnya.
“kagak mau gue ikutan gila ma lu, cukup lu aja yang gila ama ni cowok satu” ujar Sarah, wajahnya yang sempat bete dan sedih kini berubah sedikit ceria. Senyuman tersungging di bibirnya walau tidak bisa mengobati luka di hati akibat bullyan Hana cs juga seluruh mahasiswa di kampus itu.
“ Ntu anak lagi ke toilet, ntar lagi juga balik ke mari” ujar Kiandra sambil membuka laptopnya kembali yang sempat tertutup.
Sudah saatnya tu Rektor di kasih pelajaran, bertindak semena-mena dan menyalah gunakan kekuasaannya gumam Kiandra sambil mengetik sesuatu di laptop dengan penuh *****. Dion dan Sarah sedikit ketakutan saat menatap Kiandra menyunggingkan devil smile di bibir yang di polesi lipbalm, tangannya bergerak cepat melakukan pekerjaannya.
Hanya dalam hitungan detik Kiandra sudah berhasil menghack CCTV kampus mengambil video yang memperlihatkan kejadian diparkiran kampus, tidak tanggung-tanggung dia juga menghack seluruh CCTV di kampus. Kiandra berhasil mendapat bukti kelakuan buruk rektor itu, senyuman smirk kembali terlihat di wajah Kiandra.
Jari jemarinya menari indah di keyboard terlihat sangat menakutkan bagi Sarah dan Dion, mereka seolah-olah bisa melihat aura hitam di sekitar Kiandra. Kini mereka berdua seakan melihat sosok iblis menakutkan yang sedang tertawa di atas kepala sahabatnya.
“Dion, jujur gue takut banget liat Kiandra sekarang. Apa ni anak kagak kerasukan dedemit di sini?” bisik Sarah memegang lengan kekar Dion.
“emang ada dedemit yang mau merasuki orang yang kelihatan psycho kayak gitu..” Ujar Dion teringat dengan film yang pernah di tontonnya, seorang cewek psycho yang tampilannya nyaris sama dengan Kiandra saat ini.
__ADS_1
“beres....” ujar Kiandra senang sudah menyelesaikan pemberian pelajaran singkat pada Rektor itu.
“hah beres apa Kia?” tanya Dion penasaran hendak mencoba mengintip ke layar laptop Kiandra. Niat itu di urungkan Dion saat ponselnya berdering menandakan ada notifikasi pesan yang masuk, begitu juga Sarah yang langsung mengambil ponsel.
Di saat bersamaan itu juga seluruh mahasiswa kampus mendapat notifikasi pesan, mendengar deringan ponsel dari seluruh kampus membuat Dion dan Sarah penasaran gerangan apa yang terjadi.
Mata Dion dan Sarah terbuka lebar saat melihat sebuah berita tentang rektor di kampus, mereka semakin terkejut saat melihat rekaman video di mana Dion dan Sarah di DO secara sepihak oleh Rektor. Tidak sampai di situ saja rekaman di mana Rektor tampak melakukan pelecehan terhadap mahasiswi juga ikut terekspos.
Dion dan Sarah kini melongo termenung melihat ke arah Kiandra dengan tatapan tidak percaya. Kiandra sendiri hanya santai sambil mengeluarkan sebotol air mineral, dia lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebungkus bubuk putih di masukkannya ke dalam air mineral itu.
“Kia, ini kamu yang lakuin?” tanya Dion dan Sarah hampir bersamaan, mata mereka menatap Kiandra yang sedang mengocok air mineral itu.
Kali ini senyuman hangat seperti malaikat tersungging di wajah Kiandra.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...