Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 38


__ADS_3

area 21 +...


*************************


“aku.... haah.... juga tidak mau melakukan hal ini. Tapi ini sangat menyakitkan, aku... mohon... bantuanmu... kamu tentunya sudah biasa melakukan ini. Aku akan bayar...uuugh... berapa pun nanti” Leon kembali membungkam bibir pink natural Luna dengan menciumnya dengan penuh hasrat. Berkali-kali lidah nackal milik Leon mencari celah untuknya bisa masuk dan mengabsen apa yang ada di balik bibir pink itu.


Mendapat serangan mendadak itu tentu saja Luna tidak menerimanya dan memberikan perlawanan, dia segera melayangkan kakinya ke arah bagian vital. Ciuman itu terjeda saat Leon merasakan ada alarm bahaya, dia bergerak cepat menahan serangan itu memegangi pergelangan kaki Luna.


“breng**k... lepasin kaki gue....” teriak Luna kesal, namun lagi-lagi gejolak di dalam diri Leon mengalahkan akal sehatnya. Dia merapatkan kembali tubuhnya dengan tangan berada di pinggang Luna, kening Leon menempel di kening Luna mengatur nafasnya yang menggebu-gebu.


Mata elang itu menutup sejenak, Leon tengah berusaha berperang dengan dirinya. Melihat celah Luna segera bergerak dan membuat sebuah gerakan yang mengejutkan membuat Leon terjatuh terlentang di lantai kamar.


Luna kini Berada di atas tubuh Leon dengan lengan tangan berada di leher Leon. Sebelah tangan kekar itu memegangi lengan Luna yang berusaha untuk menekan sekuat tenaga ke lehernya membuat , sebelah tangan Leon yang lainnya sama sekali tidak bisa bergerak karena terimpit salah satu kaki mulus milik Luna.


Leon tidak dapat bergerak banyak jika dia bergerak tekanan dari lengan Luna membuatnya tercekik. Nalar dan akal sehat Leon sudah kabur saat gelombang gejolak bergerak dengan dahsyat, kedua mata Leon terbuka lebar saat melihat handuk yang di kenakan Luna melonggar dan hampir memperlihatkan perbukitan yang indah di sana.


Mata cantik Luna mencari-cari keberadaan senjata apinya yang entah di buang ke mana oleh Leon, dia menemukan senjatanya yang jatuh di bawah kolong ranjang. Luna mengganti tangannya untuk menekan Leher Leon yang tentunya langsung di tahan dengan Sebelah tangan kekar itu, sebelah tangan Luna berusaha meraih pistol itu.


Merasa tekanan di lehernya sedikit berkurang, Leon segera membalikkan keadaan. Dia dengan cepat mendorong tubuh Luna ke belakang dengan posisi kini dia berada di atas tubuh seksi itu.


Leon terpesona saat melihat kecantikan sempurna milik Luna, handuk yang membungkus rambutnya terbuka memperlihatkan rambut panjang bergelombang yang terlihat masih basah. Perbukitan itu sudah muncul dan memperlihatkan pemandangan indah berwarna putih, berukuran yang terasa pas di genggaman tangan Leon dengan puncaknya yang begitu menggiurkan.


Leon menelan ludahnya dengan penampilan seksi Luna,


“lepasin gue breng**k” teriak Luna kembali, dia berusaha untuk melakukan perlawanan tapi ke dua tangannya terkunci. Tubuh Leon berada di antara kedua kaki jenjang Luna, membuat gadis itu kepayahan.

__ADS_1


“maaaf..... haaah.... haaa... aku sudah.... tidak... hah... hah... nn... hah tahan lagi” Leon menatap wajah cantik Luna yang tampak sangat marah.


“breng**k baji**n lepasin gue ato guue....” ucapan Luna terhenti kembali saat,Leon mencium kembali bibir Luna dengan lidah miliknya bermain-main di dalam sana. Kedua mata elang itu terpejam merasakan sensasi yang begitu dia senangi, Luna gelagapan mendapat serangan itu berusaha mencari udara segar dia langsung menggigit bibir seksi Leon.


Ciuman itu terlepas kembali, Nafas Leon memburu dengan bahunya yang turun naik dengan kasar. Darah segar mengalir dari bibirnya yang di gigit oleh Luna, lidah yang sempat mengabsen di dalam bibir Luna menyeka darah itu dengan gerakan terlihat nackal.


“lepasin gue sial*n, lu minta jatah ama tunangan lak**t lu. kagak sudi gue ngelayanin elu” Luna menatap nanar Leon yang matanya sudah tampak berkabut.


Leon melepaskan cengkeraman tangannya lalu mengangkat paksa Luna dan menggendongnya.


Kedua tangan Luna berada di dada bidang Leon berusaha untuk memukul dengan sekuat tenaga. Namun iblis dalam diri Leon lebih menguasai indra liarnya, kedua tangan kekar itu memeluk tubuh seksi dalam gendongannya dengan kuat.


Handuk yang terpasang kini sudah terlepas dari tubuh putih Luna, memperlihatkan pemandangan langka yang tidak tertutup sehelai benang pun.


“ karena cewek lakn*t hah... ha... itu, aku seperti ini. Kamu... hah.... hah... tenang saja, mmmhhh kamu akan mmh..... aku bayar dengan jumlah hah... hah... yang tinggi” Leon sudah tidak bisa menahan keinginannya. Luna yang akan berbicara segera di bungkam oleh bibir Leon. kali ini ciuman itu sangat ganas membuat Luna kewalahan.


Sebelah tangan Leon dengan cepat membuka kancing baju kemeja hitam yang di kenakan dan ikat pinggang miliknya.


Luna terus berusaha memberi perlawanan, hingga tangan Leon memberi sengatan dan massage di perbukitan indah itu.


“mmmhhhh haaaah....” nyanyian Luna terlepas saat Leon membelai lembut dan memainkan puncak bukit itu. Senyuman nackal terkembang di bibir Leon saat mendengar nyanyian Luna, bibir miliknya mulai meninggalkan jejak kiss mark di dada dan perbukitan milik Luna. Lidahnya bergerak ke sana kemari bermain di puncak perbukitan itu dengan lincah dan bahagia.


Kaki Luna bergerak ke sana ke mari saat Leon terus menerus memberikan arus listrik yang menegangkan di kedua perbukitan. Mata Leon menatapi sebuah lembah yang di tutupi rerumputan yang tidak terlalu lebat dan terawat.


Tangan kekar itu menuruni lembah dan merasakan licinnya area di sana, belaian tangan kekar itu memberikan arus listrik bertegangan tinggi membuat nyanyian merdu keluar dengan sempurna dari bibir Luna dan nafasnya yang tidak teratur.

__ADS_1


“baji**n haaah....mmmm....nnnn haah...le...pa...sinnn....haaaah” nyanyian itu terus keluar saat sebelah tangan Leon kembali bermain di perbukitan itu. Ular sanca berukuran besar milik Leon di bawah sana sudah tidak bisa di ajak kompromi, dia sudah meminta untuk keluar dari persembunyiannya.


Leon sejenak bangkit dari tubuh Luna dan membuka pintu kandang ular sanca, mata indah Luna terbuka lebar saat melihat size ular sanca itu. Luna membalikkan tubuhnya hendak lari dari Leon, selama ini dia sama sekali belum berhubungan dan melakukan hal ‘itu’ dengan siapa pun.


Luna memiliki komitmen jika malam pertamanya akan dia berikan pada pria yang kelak nantinya akan menjadi suami dan mencintainya sampai tua nanti. Dia menjaga kehormatannya dengan sangat hati-hati, tapi kini tepatnya di saat ini Luna harus merelakan kehormatannya di ambil secara paksa oleh Leon.


Tangan dan tubuh kekar Leon kembali mengunci pergerakan Luna yang terus berusaha memberi perlawanan.


“baji**n.... lepasin gue... jangan.... lu paksa dia masuk gue bun*h lu sekarang juga” Luna panik dan berusaha untuk melepaskan diri dari kuncian Leon yang sudah sangat terpengaruh dengan afrodisiak pemberian Hana.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2