Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 13


__ADS_3

Tanpa di sadari oleh Hana dan Keluarganya, apa yang di lakukan Hana diketahui oleh Leon cs. Segera Leon memberi tahu pada Raymond tentang rencana Simon dan putrinya. Leon sangat berharap saat Daddynya mengetahui kenyataan tentang keluarga Miller segera memutuskan perjodohannya, tapi Raymond malah bertindak sebaliknya. Kekerasan hati mereka masing-masing membuat Raymond harus menginap di rumah sakit.


Leon semakin bersikap dingin dan terus waspada terhadap keluarga Miller, dia juga merasa ada keanehan dengan sikap Raymond yang bersikeras tetap melanjutkan perjodohan meskipun dia sudah memberikan bukti-bukti mendukung. Bukti-bukti yang harus dia relakan rusak dan hangus terbakar di perapian ruang kerja Raymond.


Hana tersadar dari lamunan saat ponselnya bergetar di tangan, tertulis nama Papi di layar ponsel itu.


“ halo pi”


“halo sayang, kamu sudah sampai di sana? Papi dan mami sudah menunggu kabar darimu sejak tadi”


“ maaf pi, karena ada sedikit masalah tadi aku lupa menghubungi papi” Ujar Hana duduk di dekat jendela hotel.


“ Masalah? Apa Leon masih bersikap kasar padamu?” Simon meraih botol minuman wishky lalu menuangkannya ke dalam gelas tersedia. Setelahnya dia mengambil beberapa batu es sambil menunggu putrinya berbicara.


“ salah satunya pi dia malah semakin kasar dan dingin ama aku. Padahal aku udah bertingkah manja dan mengikuti semua kemauan dia” Hana kesal teringat dengan sikap dingin Leon.


“ sabar saja sayang, saat rencana kita berhasil papi jamin Leon akan bertekuk lutut padamu. O ya.... tadi kamu mengatakan salah satunya, apakah terjadi sesuatu padamu sayang?”


“Iya pi, ada cewek cupu, culun dan jelek yang nyari gara-gara ama aku dan Leon”


“Lalu?!”


“lalu tuh cewek berani nyari gara-gara ke Leon, sekarang aku yakin Leon sedang mencari Informasi tentang cewek jelek itu”


“Jal*ng mana yang berani mengganggu putri keluarga Miller? Papi akan buat perhitungan dengannya”


“Udahlah pi, nggak usah di bahas cewek nggak penting itu. O ya tadi aku sempat mendengar pembicaraan Leon dengan Asistennya tentang proyek di pulau GR” Hana membuka ponselnya mencari-cari rekaman pembicaraan Leon. Mata Simon berbinar serta senyuman senang tersungging di bibirnya saat mendengar informasi penting terkait proyek Di pulau GR.


“Proyek di Pulau GR, apa yang mereka bicarakan sayang” Simon sangat antusias, dia duduk di sebuah sofa single. Seorang Gadis muda yang terlihat seumuran dengan Hana duduk samping Simon, memeluk tubuhnya dengan manja. Gadis itu hanya memakai pakaian dalam, rambut hitamnya tergerai panjang.


Tangan Simon memegangi gelas wishky tersenyum menatap gadis itu, jari telunjuk menempel di bibirnya mengisyaratkan pada gadis itu agar tidak mengeluarkan suara apa pun. Gadis itu mengangguk tersenyum senang, Tangannya mulai sibuk membuka kancing baju Simon satu persatu.

__ADS_1


“Tenang aja pi, aku udah merekam pembicaraan mereka dan mengirimnya ke papi sekarang” Hana menemukan rekaman pembicaraan Leon, segera dia mengirim ke Simon.


Gadis di samping Simon kini berada di hadapannya duduk bersimpuh di lantai, dia tersenyum nackal dengan kerlingan mata ke arah Simon yang terlihat senang. Dia memainkan lidahnya membasahi bibir yang di poles lipstik merah menyala, jari jemari lentik itu menurunkan resleting milik Simon.


“aaaah....” Simon mengeluarkan suara saat Gadis itu bermain dengan banana Ambon miliknya. Suara itu terdengar oleh Hana yang menimbulkan pertanyaan besar di benaknya.


Gadis itu Kini sedang menjilati lolipop membuat Simon kelimpungan menahan suaranya.


“Pi.. papi kenapa?” tanya Hana heran.


“Uuughhh... Ti...tidak apa – apa sayang? Papi tadi.... Hanya peregangan... Badan papi.... Terasa pegal karena.... Penerbangan tadi Sore” ujar Simon menahan suaranya untuk tidak terdengar aneh.


“penerbangan? Memangnya papi di mana sekarang? Trus mami mana, aku mau bicara dengan mami”


“ hmm... Ma... Mami kamu ada di rumah sayang, papi terpaksa Berang... Kat sendiri ke JP.... Ada masalah... Uughh... di anak perusahaan kitaaaaah....” Simon benar-benar kewalahan mendapat serangan membangkitkan hasratnya.


“ papi kenapa? Kok suaranya seperti kesakitan gitu....” tanya Hana penasaran tingkat dewa. Simon berusaha mengatur nafasnya yang tersengal-sengal seperti habis meraton mengelilingi lapangan besar.


" uuugghhh... badan papi sangat pegal. Jadi sekarang papi sedang di massage dengan ahli terapi massage yang di sediakan oleh pihak hotel” Simon tersenyum senang menatap gadis yang ikut menahan tawanya, dia terus melancarkan jurus mengulum permen yang membuat Simon kembali sesak nafas.


“ya sudah.... uuugh... papi mau melanjutkan massage dulu, kamu sebaiknya istirahat. Jika ada apa-apa kamu segera hubungi papi” Simon membelai lembut rambut gadis itu yang tengah sibuk dengan aktivitasnya.


“beres pi, begitu ada informasi penting aku akan ngasih tahu papi secepatnya” Hana mengakhiri pembicaraannya dengan Simon.


Ponselnya di taruh di nakas samping ranjang, Dia lalu mengambil tas kecantikannya untuk mengambil masker wajah yang di pesannya langsung dari negara KS. Hana merebahkan tubuhnya di ranjang empuk hotel sambil memakai masker.


“hmmmm” Hana tampak sangat rileks sambil melakukan pijatan lembut di sekitar wajahnya.


Simon menatap layar ponselnya yang sudah gelap, matanya menatap nackal ke arah gadis yang kini sudah tidak memakai satu helai benang pun.


“sekarang bagian ini yang harus aku massage” ujarnya manja sambil duduk di pangkuan Simon. Dia melakukan perlahan membuat Simon merasakan kenikmatan. Aktivitas itu sejenak berhenti, ada senyuman nackal tersungging di wajah gadis itu.

__ADS_1


“ayolah sayang... jangan siksa aku....” pinta Simon tidak sabaran.


“ hmmmm saaayang.... aku mau saja melanjutkannya... tapi... aku masih kepikiran dengan kalung berlian yang kita liat di mall tadi” ujar gadis itu manja, tubuhnya sedikit terangkat memberikan efek nikmat bagi Simon.


“baiklah sayang... setelah ini kita... uuughh..... beli kalung....aagh... berlian yang kamu mauuuuu” Simon semakin merasakan kenikmatan saat tubuh gadis itu duduk dengan tenang di pangkuannya.


"janji..." mata gadis itu berbinar-binar yang langsung Simon jawab dengan anggukannya. Dia sudah tidak bisa menahan hasratnya, dia pun mulai melancarkan serangan demi serangan membuat gadis itu tertawa dan mengeluarkan suara yang membangkitkan semangat Simon.


***


Pembicaraan Hana ternyata di dengar oleh Leon dan Alex yang menguping melalui Tablet Leon, Di telinga mereka berdua terpasang earphone bluethoot. Tanpa sepengetahuan Hana, ponsel terbaru pemberian Leon yang sengaja dia hadiahakan padanya memiliki penyadap canggih buatan Hugo. Ponsel itu juga terhubung langsung dengan tablet pintar milik Leon.


Leon tersenyum smirk saat Hana menerima informasi palsu itu dan memberitahu papinya.


Dasar perempuan bod*h... gumam Leon sambil meneguk winenya perlahan.


Alex menatapi layar laptopnya sambil terus mendengar pembicaraan Hana, tertera angka dan pergerakan grafik yang naik turun.


Perempuan ini menggali kuburannya sendiri, dia sudah berani bermain api yang akan membakarnya dan juga keluarganya gumam Alex dalam hati, dia tersenyum smirk mencemooh kebodohan Hana menelan bulat-bulat informasi palsu yang di sengaja bocor oleh Leon.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2