Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 54


__ADS_3

“woi bisa kagak lu bawa mobil”


“bahaya lu nge rem mendadak gitu. Masih untuk kami semua bisa berhenti tepat waktu”


“ kalo nggak bisa bawa mobil, jangan sok-sokan bawa mobil apalagi mobil mahal begini”


Begitu banyak gerutuan kesal dan amarah yang di terima Kiandra dari supir yang kebanyakan bapak-bapak juga ada ibu-ibu yang terlihat jengkel.


“maaf bapak-bapak, ibu-ibu... itu gini” Kiandra belum selesai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dua orang polis datang mengendarai motor menghampiri kerumunan, Kiandra meletakkan kepalanya di setir kemudi.


“mati aku...” ujarnya yang terdengar oleh Luna masih melajukan motornya.


“aku nggak apa-apa, bentar (melihat posisi titik signal Luna yang tidak berada jauh dari iringan mobil Leon) Lun jarak signal kartu kamu udah nggak jauh lagi. Dan itu... hmm.. itu...” Kiandra bingung dan ragu harus menjelaskan apa pada sahabatnya. Mata Luna yang tajam menatap iringan mobil yang tidak berapa jauh di depannya, dari salah satu iringan mobil itu Luna sangat mengenalnya.


" apa mobil itu milik si cowok brengs*k?” Tanya Luna yang semakin melajukan motor miliknya. Beberapa pria pengendara motor juga mobil terkagum-kagum saat melihat motor Luna yang melaju dan menyalip dengan mulus.


Motor Luna melesat mengejar iringan mobil itu, Adam dan Hugo melihat dari kaca spion di samping kanan dan di atas dash board motor yang mengikuti di belakang mobil body guard. Luna yang mengenakan helm full face terlihat mencurigakan bagi body guard, Adam, Hugo dan lainnya. Alex segera menyuruh body guard untuk bersiap-siap dengan kemungkinan yang ada.


Leon melihat ke sisi kanan mobil saat motor Luna melaju di sisinya, helm full face itu menatap ke arah mobil itu.


Deg... deg... deg...


Detakan jantung berbeda di rasakan oleh Leon saat pengendara motor itu mendahului mobilnya.


Debaran ini... debaran ini sama persis saat aku bersama dengan gadis bernama Luna itu... mungkinkah itu dia? gumam Leon dalam hati menatap terus ke arah pengendara bermotor itu.


“kalian waspada, jika perlu ambil tindakan...” ujar Alex memberi perintahh pada body guard di mobil depan mereka. Leon mendengar perintah itu menatap tajam ke arah Alex, sensor dalam diri Alex dapat merasakan dengan cepat perubahan dalam diri tuan mudanya.


“Batalkan perintah itu” ujar Leon membuat Alex tidak percaya menoleh ke arahnya.

__ADS_1


“maaf tuan muda?!” Alex terkejut mendengar perintah dari Leon. Begitu juga Adam dan Hugo yang berada di mobil belakang, ponsel Leon masih tersambung dengan Hugo juga Adam.


“lu yakin Leon? Bisa jadi dia orang suruhan yang ngincar nyawa elu” ujar Adam waspada.


“tenang saja, dia tidak berbahaya. Aku tahu alasannya mencariku” ujar Leon meraih kartu di saku kemejanya, Alex memperhatikan Leon dari kaca spion di depannya. Kartu milik Luna menempel di bibirnya yang se*si dengan di iringi senyuman nackal.


Kartu itu bukannya milik gadis itu? Apa jangan-jangan pengendara motor itu... Alex melayangkan tatapannya kembali melihat ke arah laju motor itu.


Para body guard di mobil depan terlihat ragu harus melakukan apa, hanya bisa menanti perintah dari tuan muda mereka. Alex melihat ponselnya bermaksud akan berbicara kembali dengan body guard itu,


“katakan pada mereka jangan bertindak apapun” ujar Leon segera menyimpan kembali kartu Luna di saku yang paling tersembunyi di jasnya.


“cowok yang mengendarai motor itu terlihat sangat ahli, lu harus hati-hati Leon” ujar Adam bersikap waspada tidak terlalu memperhatikan pengendara motor sport itu.


Leon sama sekali tidak menanggapi apa pun, dia meraih kembali dokumen mengambil pena untuk menanda tangani dokumen itu.


Luna melajukan Motornya hingga mendahului iringan mobil Leon, pemilik mata elang itu sekilas melihat ke motor yang melaju cepat. Dengan gerakan mulus Luna menyalip mobil di depan mobil Leon dan melakukan drift berhenti tepat di tengah jalanan yang akan di lalui oleh iringan mobil Leon. Dengan perhitungan yang pas Luna menghentikan motornya dengan melintang tepat di depan mobil body guard yang langsung menginjak rem saat jalan mereka di blokade oleh motor Luna.


Luna turun dari motor, celana jeans denim hitam serta outfit jacket kulit berwarna hitam melekat sempurna di tubuhnya yang indah. Semua Body guard di mobil pertama menatap kesal ke arah pengendara motor yang tidak lain Luna.


Bak adegan slow motion Luna melepaskan helm full face yang di kenakannya, sedikit menggerakkan kepalanya ke arah kanan kiri memperbaiki rambut panjangnya yang tergerai.


Kali ini Luna tidak mengenakan penyamaran seperti yang biasa di lakukannya, dia tampil dengan kecantikan naturalnya membuat para body guard di depan mobil Leon tidak berhenti menatapnya.


Tangan kanan Luna yang masih menggunakan sarung tangan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, mata biru itu menghipnotis siapa pun yang menatap. Sepatu boot dengan helss tinggi menyempurnakan penampilan Luna yang terlihat sangat-sangat se**i, Alex dan supir yang berada satu mobil dengan Leon ikut termenung melihat pemandangan itu.


Leon tersenyum senang saat melihat gadis cantik yang entah sejak kapan membuat jantungnya berdebar-debar,


“jika masih menyayangi mata kalian, jangan melihat perempuan ku terlalu lama” ujar Leon dengan aura gelap menyelimutinya sambil terus melihat ke dokumen di tangan, dia merasa cemburu pada siapa pun yang memperhatikan Luna. Alex, supir dan para body guard terkejut mendengar ancaman Leon, mereka semua segera mengalihkan pandangan mereka.

__ADS_1


Hugo dan Adam sangat penasaran apa yang terjadi di depan, rasa penasaran itu semakin bertambah saat mendengar ancaman Leon di telepon yang masih tersambung.


“cewek siapa yang kagak boleh di lihat lama-lama ama si demon king?” bisik Hugo melihat ke arah Adam yang segera menggidikkan bahu menjawab pertanyaan Hugo.


Rasa penasaran menyelimuti hati mereka, mencoba melihat ke arah depan mobil, ingin mereka keluar dari mobil untuk mengobati rasa penasaran itu. Tapi niat itu di urungkan karena mereka tidak ingin menjadi korban pertama.


Luna meletakkan helmnya di atas motor sport miliknya, lalu melangkahkan kaki menuju mobil kedua sesuai dengan informasi yang di berikan Kiandra. Adam dan Hugo seketika terkesima saat melihat seorang gadis cantik yang menghampiri mobil Leon.


“Ajim... cantik bener dah tu cewek” komentar Hugo termenung saat melihat Luna.


Adam tidak berkomentar apa pun namun dia setuju dengan komentar yang di berikan HUgo, dia begitu terpesona dengan gadis cantik yang berdiri di samping mobil Leon.


Leon tampak tidak senang dengan komentar Hugo segera memutuskan sambungan telepon secara sepihak, sebelum memutuskan sambungan telepon dia sempat berbicara dengan Adam dan Hugo.


“dia adalah perempuanku, lebih baik kalian tidak berpikir macam-macam” ujar Leon langsung mematikan sambungan teleponnya. Adam dan Hugo termenung saat mendengar perkataan Leon,


“Dam... sejak kapan ntu cewek cantik jadi milik si demon king, cewek yang dekat ama dia kan Cuma si kunti” Hugo masih menatap perempuan cantik itu. Dalam benak mereka mencoba mengingat perempuan mana saja yang pernah dekat dengan sahabatnya, mereka pun mempertajam penglihatan dan merasa pernah melihat perempuan itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2