Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 76


__ADS_3

“Jadi Tuan Dion....” belum selesai Alex berbicara Dion langsung memotong pembicaraannya.


“jangan panggil aku dengan sebutan tuan, statusku tidaklah sekaya tuan anda. Walaupun dari kaum orang berada tapi tidak sebanding dengan Tuan muda Leon” ujar Dion sambil meraih gelas minumannya.


“ Betul kata Dion, tuan Alex. Panggil kami dengan nama saja, biar nggak terkesan ada jarak gitu” Kiandra ikut menambahkan.


“Maafkan aku karena kebiasaan dalam pekerjaan tanpa sadar memanggil Dion dan Kiandra dengan tuan juga nona” ujar Alex, sebelah tangannya memperbaiki letak kaca matanya.


“Ngomong-ngomong, tuan muda Leon ama si Luna lama amat ya? Udah hampir dua jam juga kita nungguin di sini, tapi belum ada tanda-tanda dari mereka” ujar Kiandra memperhatikan ke arah gerbang universitas. Saat ini mereka bertiga berada di cafe tepat di seberang Universitas UIN.


“sepertinya pembicaraan mereka sangat seru jadi lupa waktu dan keberadaan kita yang udah nungguin dari tadi” ujar Dion meraih kentang goreng di depannya, di saat bersamaan Alex juga akan meraih kentang goreng itu. Alhasil tanpa di sengaja tangan Alex dan Dion saling bersentuhan mengalirkan aliran listrik antara satu sama lain.


Mereka saling bertatapan dan melupakan keberadaan Kiandra yang sedari tadi memperhatikan mereka, Kiandra melambaikan tangannya di depan mereka berdua.


“halooo.... Alam memanggil kalian bedua?! Halooo...” ujar Kiandra sambil melambaikan tangan menyadarkan Dion dan Alex. Mereka berdua pun tersadar dan salah tingkah di depan Kiandra yang tersenyum manis semanis gulali.


“O ya tuan Alex, do you have any girlfrienda, wifey or...?” tanya Kiandra to te point. Alex yang sedang meminum minuman miliknya tidak sengaja menyemprotkan air di mulutnya, semprotan air itu pun tepat mengenai wajah dan pakaian yang di pakai Dion. Semua tamu yang ada di cafe itu melihat ke arah mereka dan bertanya-tanya gerangan apa yang terjadi.


“maaf... Maafkan aku... Aku benar-benar tidak sengaja” ujar Alex mengambil beberapa tisu membantu Dion menyeka minuman dari wajah dan bajunya.


“Tidak apa-apa tuan Alex, biar aku sendiri saja” ujar Dion menundukkan wajahnya yang memerah. Tanpa di sadari Alex yang begitu dekat dengan Dion sudah membangkitkan sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Alex sama sekali tidak tahu jika saat dia menyeka air minumannya dari pakaian Dion telah membangunkan ular pyton yang sedang beristirahat.


Dion segera bangkit dari kursinya sambil memegangi kedua tangan Alex,


“sudah tuan Alex, aku.... Aku akan membersihkannya sendiri” ujar Dion memilih pergi ke toilet di cafe itu. Alex menatap heran dan bingung dengan sikap Dion, dia lalu mengalihkan pandangannya pada Kiandra yang masih tersenyum manis.


“Dion kenapa? Kok tingkahnya aneh begitu?” tanya Alex dengan pandangan penuh tanda tanya pada Kiandra.


“Mungkin dia lagi pms trus sensian gitu” ujar Kiandra santuy membuat Alex semakin bingung.


“pms? Bukannya dia pria?” Alex mengalihkan pandangannya ke arah toilet cafe. Kiandra menggelengkan kepalanya dengan kepolosan Alex yang kembali menatap padanya.

__ADS_1


“maksud aku tuh....” Kiandra saat akan menjelaskan terhenti saat Dion keluar dari toilet dan berjalan ke arah mereka. Di saat bersamaan terdengar bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Alex, dia langsung mengecek pesan itu yang ternyata dari Leon.


Kamu boleh kembali, besok pagi persiapkan file proposal kerja sama dengan Nandra corp. Antar langsung ke apartement. Sampaikan juga pada teman Luna, dia tidak akan pulang hari ini, buat alasan yang bagus


Nona Luna tidak akan pulang malam ini? Alasan apa yang harus ku katakan pada Kiandra? Gumam Alex dalam hati menatap ke arah Kiandra, gadis cantik itu balas menatap balik ke arahnya.


“apa pesan dari tuan muda Leon, Tuan Alex?” tanya Kiandra tersenyum misterius ke arahnya.


“benar kiandra, bagaimana kamu bisa tahu?” tanya Alex menatap heran.


“hanya menebak saja, o ya apa Luna masih berbicara dengan tuan Muda Leon?” tanya Kiandra kembali sambil menyeruput minumannya.


“sepertinya Kiandra, kemungkinan pembicaraannya akan berlangsung lama. Tuan muda mengatakan jika nona Luna tidak akan pulang malam ini” ujar Alex berkata jujur. Kiandra tersenyum penuh arti dan paham dengan apa yang di sampaikan asisten pribadi Leon.


“oke deh kalo gitu, karena Luna nggak balik hari ini jadi lebih baik aku balik aja sekarang” ujar Kiandra memakai tas miliknya.


“aku juga balik” ujar Dion segera menghabiskan minumannya.


“Aku balik dulu buat ganti baju, setelahnya baru ke sana” ujar Dion menyandang gitar di bahunya.


Alex merasa tidak enak hati menatap ke arah Dion yang sudah bersiap untuk pulang,


“Dion, tunggu sebentar?!” ujar Alex menahan Dion, Kiandra tersenyum manis ke arah dua pria tampan itu. Dion menatap ke arah Alex yang tampak ingin memberi tahu sesuatu.


“sepertinya tuan Alex mau ngomong penting ama lu, gue balik duluan. Ampe ketemu di kampus besok” ujar Kiandra menepuk lembut pundak Dion yang langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan.


“tuan Alex?!” sapa Kiandra sambil tersenyum ke arah Alex yang langsung di balas olehnya, gadis manis itu lalu melangkah pergi ke arah pintu keluar cafe. Dion masih menunggu Alex untuk berbicara,


“apakah anda masih ingin membicarakan sesuatu? Jika iya apakah bisa di percepat, karena aku sudah sangat terlambat” ujar Dion sambil menatap jam di ponselnya.


“Itu... Maksud ku, maukah anda ikut denganku?”

__ADS_1


“ke mana?”


“Ke butik langganan ku, jam segini mungkin mereka masih buka. Jujur saja aku merasa tidak enak karena sudah mengotori baju anda, “


“tidak perlu tuan Alex, pakaian ku masih banyak di apartemen. Jika tidak ada hal lain lagi aku permisi” Dion akan beranjak pergi setelah melihat kembali ke jam di ponselnya.


“tunggu, maksudku begini Dion. Jika anda pulang sekaran akan semakin terlambat datang dan gagal untuk perfomance, aku mohon anda jangan menolak niat baik ku” ujar Alex dengan penuh harap, dia benar-benar merasa bersalah karena telah membuat Dion terlambat untuk part time.


Dion tampak berpikir cukup lama lalu memutuskan untuk menerima tawaran Alex, dalam hatinya ada kegembiraan tidak ter gambarkan dengan kata-kata. Kegembiraan Dion di tutupi dengan sikap tenang dan keren,


“ Aku akan ke parkiran mengambil mobil, anda bisa menunggu di sini sebentar” ujar Dion melangkah ke parkiran cafe untuk mengambil mobilnya. Setelah sampai di dekat mobilnya, Dion membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya lalu mengendarai menuju pelataran cafe di mana Alex menunggu.


Setelah Alex duduk di samping Dion, Mereka pun pergi menuju butik yang di rekomendasikan Alex. Selama dalam perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka, Dion pun menyalakan radio di mobilnya untuk memecah keheningan.


***


Pakaian Luna telah terpasang sempurna, saat dia akan berdiri mendadak kaki terasa goyah membuatnya jatuh berlutut di ruangan rektor.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2