
Sedetik kemudian Hugo dan Adam mulai menyadari jika mereka sudah membangunkan demon king, Adam dan Hugo mengalihkan pandangan ke arah Alex yang menghela nafas panjang menatap prihatin pada kedua sahabat tuan mudanya.
Saya doa kan anda berdua selamat, jika tidak saya akan selalu bersedekah dan beramal pada fakir miskin atas nama anda berdua. semoga anda berdua selamat...gumam Alex yang hanya pasrah. Tatapan dan aura yang di keluarkan Leon begitu mengintimidasi membuat Adam dan Hugo tidak bisa bernafas tenang.
“kalian terlihat begitu santai dan terus mengomentari. Tentunya kalian memiliki waktu luang, kalau begitu....” Leon tersenyum smirk ke arah ke dua sahabatnya yang tersenyum canggung.
“waaaaaaaa......”
Entah apa yang terjadi di kamar itu, hanya terdengar suara teriakan pria yang tidak tahu dari siapa.
Mobil Luna memasuki halaman rumah miliknya, dia turun dengan raut wajah penuh kemarahan. Jason membukakan pintu seraya menyapanya termenung melihat raut wajah Nonanya,
“selamat pagi no...na...” sapa Jason meraih hard case gitar milik Luna yang berdiri di depannya. Luna benar-benar tampak sangat kesal dan marah, matanya melihat ke arah Jason,
“dalam waktu lima belas menit temui aku di ruang olah raga” ujar Luna berjalan melewati Jason, Kiandra yang tengah menggigiti roti menatapi Luna yang menaiki anak tangga. Dari sikap dan tingkah laku Luna, Kiandra tahu jika sahabatnya saat ini sedang marah dan kesal.
Begitu juga dengan Jason yang mengerti telah terjadi sesuatu pada nonanya, di saat Luna memintanya untuk menemui di ruang olah raga Jason tahu jika Luna ada masalah.
Luna masuk ke kamarnya mengganti pakaiannya dengan pakaian karate juga mengenakan sabuk hitam miliknya, tidak lupa dia menguncir rambut panjangnya lalu keluar dari kamar kembali. Kiandra yang hendak menyapanya menelan kembali kata-kata saat melihat raut wajah Luna, dia seolah bisa melihat bayangan iblis di belakang sahabatnya.
Kiandra dengan cepat menghabiskan makanannya dan meminum minuman ke sukaannya, dia bangkit dari kursinya lalu melangkah menuju ruang olah raga. Sekilas dia seperti melihat sesuatu di bagian leher Luna, sejenak dia ragu dan mengikuti sahabatnya untuk memastikan.
Luna kini berada di sasana duduk bersimpuh di tengah tikar dengan mata terpejam, dia tampak sedang berusaha meredakan amara yang sedang berkecamuk di jiwanya. Kiandra memilih duduk di tepi karpet melihat sahabatnya, Dugaannya benar ada beberapa tanda yang terlihat sangat jelas di sekitar leher putih Luna.
Luna... apa yang sudah terjadi di hotel itu? Aku harus selidiki gumam Kiandra yang langsung mengeluarkan ponsel pintarnya, jari jemarinya mulai bergerak di atas layar datar itu.
Jason datang dengan pakaian yang sama dengan Luna, mata indah berwarna biru itu terbuka melihat ke arah kaca besar di ruang olah raga itu. Dia lalu berdiri membalikkan tubuhnya menatap ke arah Jason, mereka berdua saling memberi hormat dan mulai memasang kuda-kuda.
__ADS_1
Di mata Luna terbayang wajah Leon yang sudah mengambil paksa miliknya, dia segera menyerang ke arah Jason. Pertarungan mereka terlihat sangat seru, Luna tidak segan-segan melayangkan tendangan, pukulan hingga bantingan keras pada Jason.
Namun pergerakan Luna bisa di imbangi oleh Jason, gadis berwajah cantik itu tidak menyerah begitu saja. Dia terus menyerang Jason dengan membabi buta,
Pergerakan nona begitu berantakan dan tindakannya sangat gegabah, masalah apa yang di hadapi nona saat ini... gumam Jason dalam hati, dia langsung melalukan gerakan dengan mengangkat tubuh Luna dan membanting ke karpet sasana.
“AAAAARRRGGGGHHH...” Luna menggeram kesal kembali bangkit dan mulai menyerang Jason kembali.
Keadaan nona tidak baik, aku harus mengakhiri ini atau nona akan terluka dalam gumam Jason kembali yang langsung mengambil ancang-ancang.
Dia lalu melakukan pergerakan yang tidak terduga membuat Luna jatuh di atas karpet itu kembali, dengan cepat Jason mengunci pergerakan Luna yang masih berusaha untuk melawan.
Tidak berapa lama Luna mulai tenang dan Jason melepaskan kuncian nya, matanya jeli Jason termenung saat melihat bagian leher Luna ada tanda kemerahan seperti kiss mark. Dia langsung duduk di samping tubuh Luna yang terlentang di tengah karpet ruang olah raga.
Lengan kanan Luna menutupi matanya, dadanya terlihat turun naik dengan cepat sesuai hembusan nafasnya.
“Lunaaa....” Kiandra berdiri dari duduknya menghampiri tubuh gadis cantik itu yang masih tidur terlentang di atas karpet. Sejenak Luna menatap gadis yang duduk di samping kirinya, terlukis senyuman kebahagiaan di wajah cantik Kiandra membuat Luna menatap heran.
“kamu ketemu ama Leon idola aku... aaaaa” teriak Kiandra senang, Luna kembali merebahkan kepalanya dengan kasar ke atas karpet itu. Jason menepuk keningnya dengan tangan saat mendengar ucapan Kiandra. Mata Jason kembali menatap ke arah Luna yang masih tampak sangat kesal, tangan kirinya terkepal erat.
“nona Kia...” Jason memanggil Kiandra memberi kode padanya untuk melihat kondisi Luna yang tampak kesal. Tapi kode itu tidak di lihat oleh Kiandra yang serius menatap layar ponselnya, wajah tampan Leon begitu jelas terlihat olehnya.
“Haa apa?” Kiandra masih menatapi CCTV di ponselnya memperhatikan dengan lebih teliti,
Loh ekspresi wajah ini.... Wajah Kiandra terangkat ke atas lalu melihat ke arah Luna yang masih terbaring di depannya. Dia menyadari sesuatu dari ekspresi wajah Leon,
“Lun.... Leon sepertinya....” Kiandra belum menyelesaikan ucapannya langsung termenung saat Luna menatapnya dengan kilatan kemarahan. Aura membunuhnya langsung keluar saat mendengar nama pria yang sudah memaksanya, dia langsung bangkit dati rebahannya menatap ke arah Kiandra.
__ADS_1
“jangan pernah kamu menyebut nama baji***n itu” ujar Luna menatap tajam pada Kiandra, pakaian karatenya terlihat berantakan menampilkan leher jenjang putih yang sudah di tandai.
Mata Kiandra terbuka sempurna saat melihat maha karya abstrak di leher putih jenjang itu,
“itu...” Kiandra menunjuk ke arah leher Luna, gadis cantik itu langsung terduduk sambil memperbaiki baju karate miliknya.
“nggak usah di tutupi lagi, udah kliatan juga” ujar Kiandra yang kembali sibuk memperhatikan ponsel miliknya. Dia menatap ke arah Luna yang masih tampak kesal dan marah,
“Lun.... apa kamu dan tuan muda Leon melakukannya?” tanya Kiandra dengan hati-hati. Kilasan peristiwa yang terjadi semalam dan pagi tadi kembali terputar di benak Luna,
“AAAAARRGGGh.... kenapa musti kebayang terus sih? Liat aja aku bakalan kirim dia menemui malaikat maut” ujar Luna semakin kesal.
“aduh neng.. jangan dikirim juga dong idola aku ke sana. Apa lagi kamu juga menikmatinya kan? Kalo nggak kenapa bisa kamu bayangkan hal itu lagi” ujar Kiandra yang langsung mengalihkan pandangannya saat mendapat tatapan maut dari Luna.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...