
Bayangan itu tentunya masih bersembunyi di balik semak, mengintai sesuatu dengan tenang di sana.
Helikopter itu dengan mulus mendarat di halaman luas itu, setelah mematikan mesin dan melepaskan sabuk pengaman, Alberto dan kepala pengawal lebih dulu turun setelah membuka pintu helikopter. Alberto dan kepala pengawal berdiri di samping helikopter, Baron lebih dulu turun dari helikopter. Saat Luna akan turun dari helikopter tangan Baron dan Alberto terulur membantunya untuk turun, senyuman manis menghiasi wajah cantik. Dia merasa sangat senang dengan perhatian hangat keluarganya, Kedua tangan Luna memegangi tangan Baron dan Alberto lalu turun dari helikopter itu.
Mereka lalu melangkah menuju rumah besar di mana Soo He sudah menunggu kedatangan mereka. Anne dan lainnya menyambut kedatangan Baron juga Luna, karyawan baru itu melihat bayangan hitam mengikuti dengan mengendap-endap di belakang mereka yang baru saja datang.
Semua mata pekerja baru itu terbuka besar saat menyadari jika bayangan hitam itu ternyata adalah black phanter berukuran besar, semua yang melihat sangat terkejut.
“AWAS... AWAS... DI BELAKANG” teriak pekerja baru itu saat melihat black panther itu sudah semakin dekat dengan Luna dan lainnya. Mendengar peringatan dari pekerja itu, Luna segera melihat ke arah belakang mereka.
Namun terlambat black panther itu bergerak sangat cepat dan langsung melompat menerkam Luna yang langsung jatuh akibat dorongan kuat dari binatang besar itu.
RRRROOOOOAAAARRRR.....
Terdengar auman keras dari Binatang buas itu yang berada tepat di atas tubuh Luna, sebelah kakinya berada tepat di atas dada perempuan cantik itu. Lampu penerangan di area halaman itu cukup terang, mereka semua bisa melihat binatang buas itu menyeringai memperlihatkan taringnya yang besar dan tajam. Siapa saja yang melihat pemandangan itu akan merinding ngeri dan ketakutan,
“KYAAAAA” terdengar pekikan keras ketakutan dari para perempuan yang akan menjadi maid baru di kediaman Young Sun, para pekerja baru pria terlihat sangat panik hendak bergegas untuk menolong Luna. Tangan Anne terulur menghalangi langkah mereka untuk beranjak dan menghampiri Luna,
“jangan bergerak” ujar Anne, matanya melihat ke arah semak lainnya. Terlihat ada binatang buas lainnya tengah mengintai dan segera berlari kencang saat melihat Luna yang sudah berada di bawah black panther itu. Para pekerja lainnya semakin terkejut saat mengetahui bintang buas yakni sepasang singa dan cheetah sudah menghampiri black panther yang menerkam Luna.
"nona Anne, kita harus cepat menolong nona itu. Dia dalam keadaan bahaya" ujar panik pekerja baru lainnya.
__ADS_1
“cepat ambil senjata...” ujar pekerja itu semakin panik, terlihat dari beberapa mereka mengeluarkan tongkat kecil yang langsung memanjang saat mereka menekan tombol kecil di ujungnya. Anne menghela nafas panjang melihat kepanikan para pekerja baru itu,
“semuanya tenang dan kalian lihat saja, jangan bergerak sembarangan ” ujar Anne menatap ke arah para binatang buas yang mengerumuni Luna. Binatang buas itu bahkan dengan sengaja memperlihatkan taring mereka yang tajam dan juga cakar mereka, seolah memberitahu mereka yang ada di sana tentang kekuatan dan kebuasan binatang besar itu.
***
Iringan mobil tangan kanan Bobby memasuki sebuah gudang tua yang sudah lama tidak terpakai, mobil terparkir di halaman gudang itu. Mereka semua turun dari mobil, beberapa dari mereka membuka bagasi mobil lalu menyeret tubuh Simon dengan sangat kasar. Simon masih belum sadarkan diri di biarkan tergeletak di lantai gudang, kakinya lalu di ikat dengan tali yang kuat. Di antara tali itu terkait sebuah pengait dengan ujungnya tersambung dengan rantai besi, anak buah lainnya segera menarik kuat rantai itu sehingga tubuh Simon terangkat perlahan.
Tubuh Simon tergantung dengan posisi terbalik dengan kepala berada di bagian bawah, tubuhnya terayun ke kiri dan ke kanan seiring dengan tarikan rantai dan tangannya terikat ke belakang tubuhnya. Anak buah tangan kanan Bobby lainnya menyiapkan alat-alat serta tongkat bisbol dan juga batangan besi, mereka semua menunggu dengan sabar Simon tersadar dari pingsannya.
Hana duduk di ruang tengah sambil melepaskan sandal high heels yang di pakainya, seorang maid datang menghampiri dengan membawa segelas air putih di nampan yang di pegangnya. Hana meraih minuman itu dan menenggaknya sampai habis, Cintia keluar kamar saat mendengar suara mobil yang masuk. Dia melihat raut wajah Hana yang terlihat kesal dan marah,
“sayang, kamu baru pulang? Di mana papi mu?” tanya Cintia melihat ke sekeliling ruangan itu.
“kamu jangan kesal atau marah gitu dong sayang, kamu sendirikan tahu bagaimana tabiat papi kamu. Sudah kamu maklumi aja” Cintia membelai kepala putrinya yang masih terlihat kesal dan marah. Dia menyadari jika bukan hanya alasan itu saja membuat Hana kesal dan marah,
“mami perhatikan sepertinya kemarahan kamu ini bukan hanya karena papi saja” tebak Cintia, Hana menatap ke arah perempuan yang sudah melahirkannya itu.
“mami tahu, saat pertemuan tadi kami bertemu dengan Leon dan pelakor itu....” Hana dengan lancar menceritakan apa yang terjadi saat mereka berada di restoran itu. Cintia fokus mendengar semua keluhan putrinya, fokusnya terpecah saat tanpa sengaja melihat body guard yang dekat dengannya. Mata mereka saling bertemu hingga senyuman manis tersungging di bibir mereka, tentunya itu di lakukan secara diam-diam oleh mereka. Hana masih berbicara mengeluarkan semua kekesalan di hatinya, dia sama sekali tidak menyadari adegan romantis tengah berlaku.
Body guard itu berlalu pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya, Cintia pun kembali fokus mendengar cerita Hana tentang apa yang terjadi. Mata Cintia terbelalak dan menatap horor saat Hana menceritakan perihalnya bertemu dengan Baron,
__ADS_1
“...trus kakek tua yang namanya Baron itu ikut campur dan..” ucapan Hana terhenti saat Cintia memotong pembicaraannya.
“sebentar sayang, kamu bilang apa tadi??? Mami nggak salah dengar kan? Kamu dan papi bertemu dengan tuan Baron?!” tanya Cintia memastikan. Hana menatap Cintia heran, keningnya berkerut saat melihat respon Cintia. Respon yang sama di perlihatkan oleh Simon saat bertemu dengan Baron,
“mami dan papi kenapa sih? Emang siapa tua bangka itu sampai mami dan papi harus terlihat shock dan ketakutan gini?” tanya Hana semakin penasaran dengan kakek Luna.
“pantas saja papi kamu berbuat seperti itu, kamu sudah menyinggung orang besar yang seharusnya tidak pernah kamu singgung” ujar Cintia cemas, dia segera membuka ponsel yang sedari tadi di pegangnya dan langsung mencoba menghubungi Simon.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...