
Leon tengah memeriksa ponselnya yang baru saja menerima pesan dari Alex asistennya dan Hugo, dia melangkah menuju jendela kamar dengan mata masih terfokus pada layar ponsel. Dia mengangkat kepalanya dan melihat ke jendela yang mengarah ke kolam renang, Leon melihat Kiandra berada di bangku tepi kolam bersama dengan Kaila.
Pesan dari Hugo di baca kembali oleh Leon yang belum selesai membacanya,
Gua udah minta bantuan Kiandra dan dia setuju, secepatnya kita bakalan ngadain pertemuan sekembalinya elu dari kediaman keluarga cewek lu
Leon melangkah menuju pintu lalu keluar dari kamarnya, satu persatu dia menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Dia pun berpapasan dengan Jason yang akan pergi menuju ke area kolam renang, di lengan kanannya terlampir bath robes berwarna abu-abu tua.
"selamat pagi, tuan muda Leon” sapa Jason ramah membungkukkan sedikit tubuhnya memberi hormat pada Leon.
“selamat pagi Jason, apa kamu bisa menunjukkan arah ke kolam renang?” tanya Leon.
“Bisa tuan Muda, kebetulan saya juga akan ke sana. Mari tuan muda” Jason menunjukkan jalan menuju kolam renang.
Jason membuka pintu kaca yang langsung terhubung menuju kolam renang, mata Leon tidak sengaja melihat ke arah kolam di mana Luna tengah berenang ketepian. Sejenak Luna menyelam lalu kemudian timbul dan melangkah keluar dari kolam itu, tangannya memegang pegangan besi lalu kakinya satu persatu menaiki tangga yang berada pada dinding kolam renang.
Seperti gerakan slow motion Luna keluar dari kolam renang, sebelah tangannya menyeka air di wajah dan di rambutnya. Lekuk tubuh yang indah itu menjadi sebuah pemandangan indah yang membuat Leon yang berada tepat di depan pintu kaca juga Matthew (balkon kamar) terpesona dan mengagumi karya fantastik.
Luna melangkah menghampiri Kiandra dan Kaila yang tersenyum ke arahnya, setiap gerakan yang di lakukan Luna seperti gerakan slow motion di mata Leon dan Matthew. Seketika semua itu buyar saat Jason datang menghampiri Luna seraya memasangkan bath robe ke tubuh gadis cantik itu.
Kaila menatap kagum dan penasaran ke arah Luna,
“Kak Luna, apa kakak tidak kedinginan? Kakak bisa saja terkena hipotermia karena berada cukup lama di dalam sana, Kaila sendiri sudah merasakan suhu air itu dan.... “ Ucapan Kaila terhenti saat Leon menghampiri dan memegang ke dua lengan Luna.
Raut wajah Leon tampak begitu khawatir dan matanya menatap ke arah seluruh penjuru tubuh Luna,
“kamu baik-baik saja? Kenapa kamu malah nekat berenang jika suhu airnya sangat dingin?” tanya Leon, Luna menatap heran ke arah pria tampan itu.
Jason dan Kiandra berusaha menahan untuk tidak tertawa, tapi mereka sama sekali tidak berhasil. Mereka terus berusaha alhasil malah senyuman yang terlukis di bibir mereka, senyuman di wajah mereka terangkap basah oleh Leon yang langsung melayangkan tatapan tajam.
“kenapa kalian malah tersenyum dan membiarkan Luna berenang?” tanya Leon.
“tentu saja mereka akan tertawa mendengar pertanyaan dan kekhawatiran kalian,” ujar Luna membuat kening Leon dan Kaila berkerut.
__ADS_1
“maksud kamu?” tanya Leon kembali.
“sigh... karena ‘pekerjaanku’ (mengode dengan dua jari terangkat) terkadang menuntut ku untuk berada di cuaca yang sangat ekstrim. Dingin air kolam itu masih belum seberapa dari latihan fisik yang harus aku jalani, jadi.. kalian berdua tidak perlu berwajah seperti itu” ujar Luna menghela nafas panjang lalu menghampiri Leon dan mengecup lembut pipinya.
Seeeeerss....
Matthew merasakan sakit di hatinya saat melihat pemandangan di kolam renang, matanya tertunduk dengan helaan nafas panjang berharap dapat membuang rasa sakit yang di rasakan. Pria tampan itu kembali masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap.
Setelah mengecup pipi lembut pria tampan miliknya, Luna bersama Jason melangkah kembali masuk ke dalam kediaman meninggalkan Leon, Kiandra dan Kaila. Kedua perempuan itu tersenyum-senyum dengan pipi memerah saat melihat pemandangan mesra singkat itu, Leon kembali pada sikapnya yang dingin dan tenang.
Woooow... kak Luna keren banget... that’s my sister in law... gumam Kaila yang semakin mengagumi sosok Luna.
Leon menatap ke arah Kaila yang tersenyum sambil menaik turunkan alis matanya,
“apa?!” ujar Leon yang menatap Kaila bingung. Senyuman jahil tersungging di bibir Kaila,
“ nggaaaak... Nggak ada apa- apa...” ujar Kaila menatap Kiandra sambil berbalas senyuman jahil.
“Dari pada kamu senyum-senyum nggak jelas begitu, lebih baik sekarang kamu bersiap-siap sekarang” ujar Leon pada Kaila.
“Sekarang Kaila Atauuu.... kamu lebih senang mendengar ‘kata mutiara’ dari mommy” ujar Leon mengancam Kaila yang sangat tidak mau mendengar omongan Anita. Gadis itu segera bangkit dari tempat duduknya dengan wajah kesal,
“Dasar kakak, Manusia kaku” gerutu Kaila yang melangkah dengan mengentakkan kakinya. Kiandra menutup mulutnya menahan tawa yang hampir meledak, dia mengalihkan dan memilih melanjutkan pekerjaan di layar laptop kesayangannya agar tidak keceplosan tertawa.
Leon bersikap acuh tak acuh dengan gerutuan Kaila, dia masih berdiri di ujung kursi yang di duduki Kiandra menatap Kaila melangkah masuk ke kediaman.
Gadis berkaca mata itu menatap fokus pada layar Laptop,
“Kalau Ingin bicara, sekarang saatnya” ujar Kiandra masih menatap layar laptop. Leon langsung mengalihkan pandangannya menatap ke arah Kiandra,
“Bagaimana nona Kiandra tahu kalau aku ingin berbicara?”
“just insting.... Hhmmm dan lagi tuan Hugo sudah memberi tahu semuanya, dia juga ngasih tahu kalo bukti itu akan Segera di berikan olehnya”
__ADS_1
“kalau begitu aku akan langsung pada intinya, kemarin orang suruhan ku mendapat bukti baru. Apa kamu bisa menyelidikinya?” Leon menyerahkan sebuah flashdisk pada Kiandra.
“Apa tuan muda tidak percaya dengan kemampuanku?”
“Bukan begitu maksudku nona...”
“Kiandra.... Panggil Kia atau Kiandra saja, status ku bukan nona seperti Kaila atau Luna” Kiandra mengambil flashdisk itu dari tangan Leon yang termangu mendengar ucapannya.
“Kiandra..... Maksudku Kiandra, aku ucapkan terima Kasih atas bantuanmu”
“Bukan masalah besar, tuan muda maksudku Leon. It’s okay kan jika aku memanggil anda Leon atau .... kamu lebih senang aku panggil tuan muda or...”
“Leon!!! Just call me Leon (berbicara dengan nada CEO), baiklah aku serahkan semuanya pada mu Kiandra” ujar Leon melangkah pergi meninggalkan Kiandra.
Luna tersenyum manis di depan cermin yang merefleksikan bayangannya, di telinga kanannya terpasang alat curi dengar yang biasa di gunakan dalam bertugas. Anne dan beberapa maid tengah membantu Luna berpakaian, dengan telaten dan mahir mereka memakaikan pakaian yang di pesan khusus oleh Soo He dari negara kelahirannya. Pakaian itu terbuat dari sutra lembut dengan atasan ( jeogori) berwarna putih dan bagian bawah (chima) berwarna hitam.
“ sudah dengarkan?” tanya Kiandra yang menyudahi pekerjaannya dan melangkah pergi ke kamar untuk bersiap-siap.
“hmm hmmm...” gumam Luna sambil memperhatikan cermin, maid yang ikut membantu menatap heran pada nonanya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...