
Cling... cling...
Terdengar lonceng yang berada tepat di atas pintu masuk, menandakan jika ada tamu yang datang. Semua mata tertuju pada pintu masuk yang terbuka, mata Soo he tampak berbinar-binar dengan senyuman hangat tersungging di wajahnya kembali. Dia mengira jika Luna dan Kiandra yang datang, namun dia termenung sejenak dan terlihat heran.
di mana Luna dan Kiandra? Mengapa malah Nyonya Anita dan Kaila yang datang kemari? Gumam Soo He dalam hati menatap bingung ke arah Anita dan Kaila.
Soo He lalu tersenyum menyapa hangat Anita dan Kaila yang baru saja masuk ke dalam butik,
“Nyonya Anita!!!” sapa Soo He yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
“nyonya Soo He..!!!” Anita balas menyapa Soo He sambil memeluk hangat dan bercipika cipiki.
Soo He akan bertanya keberadaan Luna juga Kiandra terdiam saat mendengar pintu terbuka kembali,
Cling... cling...
Luna dan Kiandra masuk ke dalam butik sambil tersenyum manis pada Soo He, seperti biasa para body guard keluarga Willson menunggu di luar butik. Luna melangkah beriringan dengan Kiandra menghampiri Soo He
“Oba chan?!” sapa Luna sambil memeluk Soo He.
“bagaimana critanya nyonya Anita ikut ke sini? Oba chan jadi nggak enak ” bisik Soo He di telinga Luna sambil mengode ke arah gaun yang sudah selesai.
“aku nggak ngajak mereka kemari, mommy yang malah ingin datang buat minta maaf ama oba chan” bisik Luna, dia perlahan melepas pelukan hangatnya. Soo He menatap bingung ke arah Luna, lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Anita yang tersenyum hangat.
“maaf kan saya mendadak menemui anda begini, kedatangan kami hanya ingin meminta maaf secara langsung pada anda , nyonya Soo He” ujar Anita membuat Soo He menatap bingung.
“minta maaf? Maksud anda?” tanya Soo He.
“Karena terlalu asyik memilih gaun untuk Luna hingga saya menahannya terlalu lama, jadi anda harus menunggu lama di sini” ujar Anita merasa tidak enak hati.
“Ooo begitu....ah Tidak apa-apa nyonya Anita, aku paham. Pastinya kita semua ingin Luna tampil cantik dan sempurna di hari pernikahannya” ujar Soo He tersenyum ramah. Kaila melihat – lihat sekeliling, matanya terpaku saat melihat gaun pada manekin di tengah ruangan.
“mom... Lihat gaunnya bagus banget” ujar Kaila menatap gaun itu. Anita ikut melihat ke arah gaun yang di tunjuk Kaila begitu juga dengan Luna dan Kiandra,
__ADS_1
“wow... Gaun ini indah sekali...” puji Anita melangkah menghampiri gaun itu, di ikuti Soo He ,Kaila, Luna dan Kiandra. Tangan Anita menyentuh gaun itu dan memperhatikan sambil melangkah mengelilingi manekin itu,
“ oba chan memang yang terbaik, gaunnya terlihat sempurna sekarang” ujar Luna membuat Anita, Kaila dan Kiandra menatap ke arahnya. Perempuan cantik itu terlihat senang saat menatap gaun di hadapan mereka, gaun putih yang bersejarah bagi keluarga Young Sun.
Gaun itu terlihat sempurna dengan penambahan hiasan di bagian depan, penambahan ornamen di beberapa bagian di jahit langsung oleh desainer butik itu. Tangan kanan Luna menyentuh gaun itu dengan tatapan sendu,
“jadi oba chan yang menyiapkan gaun ini?” Tanya Kiandra penasaran, Anita dan Kaila menatap ke arah Luna juga Soo He.
“hmm hmm ( menganggukkan kepala sambil terus menatap pada gaun yang terpasang pada manekin) gaun ini adalah gaun pernikahan mamanya Luna, Choon He. Sewaktu Luna masih kecil di memberitahu ku dan Choon He, saat dia akan menikah nanti dia ingin mengenakan gaun pernikahan yang sama dengan milik mamanya” ujar Soo He menatap sendu gaun bersejarah milik putrinya yang sudah meninggal dunia.
Anita, Kaila dan Kiandra terdiam memandangi gaun pernikahan itu, tatapan mereka ikut menjadi sendu.
“Luna pasti akan terlihat sangat cantik saat mengenakan gaun ini” ujar Anita.
Luna menolehkan wajahnya ke arah Anita yang berdiri di samping Kaila dan Soo He,
“maaf mom, Kaila” ujar Luna yang langsung di tatap balik oleh Anita dan Kaila.
“kak Luna kenapa minta maaf?” tanya Kaila menatap bingung ke arah Luna.
“Luna... kamu jangan minta maaf gitu. Tidak ada yang salah di sini, mommy sangat paham dan mengerti dengan keinginan kamu. Sekarang sebaiknya kamu mencoba gaunnya sekarang” ujar Anita tidak sabar.
“iya kak Luna, ayo di coba gaunnya. Aku sangat penasaran” ujar Kaila bersemangat.
Reynold duduk di sofa single sedari tadi diam memperhatikan ke arah para perempuan itu, dia lalu melihat jam di pergelangan tangannya.
Sudah hampir jam keberangkatan, sebaiknya aku melakukan tugasku sekarang gumam Reynold dalam hati lalu dia berdiri dari tempat duduk melangkah menghampiri Luna dan lainnya.
“Maaf permisi semuanya, aku harus mengganggu kesenangan anda semuanya ( para perempuan itu serentak memperhatikan Reynold) oba chan, apakah aku bisa memulai pekerjaan ku? Seperti yang aku katakan tadi aku harus segera berangkat ke bandara” ujar Reynold pada Soo He yang baru teringat dengannya.
“oh God... Aku hampir lupa. Kia... Luna... Sebaiknya kalian melakukan prosesnya sekarang” ujar Soo He. Raut wajah keheranan terlihat jelas di wajah Kaila dan Anita, mereka penasaran proses apa yang akan di lakukan Reynold pada Luna juga Kiandra.
“Kalo gitu... Biar Luna duluan saja” ujar Kiandra yang berdiri di samping Soo He.
__ADS_1
Tanpa banyak omong Luna lalu melangkah menuju sofa panjang yang ada di butik itu, Reynold meraih tasnya sambil mengeluarkan beberapa jarum suntik dan benda-benda lainnya.
Soo He lalu mengajak Anita dan Kaila untuk duduk di sofa yang tersedia, dia juga meminta pemilik butik menghidangkan minuman untuk Kaila dan lainnya. Anita yang penasaran lalu bertanya tentang proses apa yang di lakukan Reynold, dengan tersenyum hangat Soo He menjelaskan tentang medical check up yang harus di lakukan.
Tangan Reynold bergerak cekatan mengenakan sarung tangan lalu meraih sebuah tali pengikat medis, mata Luna menatap dan memperhatikan dengan sangat teliti saat Reynold melakukan pekerjaannya.
“apa kamu akan pergi?” tanya Luna saat Reynold sedang memegang lengan kirinya.
“Iya... Ada seminar di negara KND yang harus aku hadiri” ujar Reynold tengah menusukkan jarum suntik ke lengan Luna.
“berarti kamu tidak menghadiri acara pernikahan ku?” tanya Luna yang sama sekali tidak meringis saat jarum suntik menembus kulit dan dagingnya.
Tangan kanan Reynold memegangi tabung kecil yang mulai perlahan terisi dengan darah merah milik Luna,
“ hhmmm hhmm ( menganggukkan kepalanya) tenang saja, aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu dan menitipkannya pada oba chan” ujar Reynold sambil tangannya mencabut tabung yang berisi darah milik Luna, tidak lupa dia memberi label pada tabung kaca itu.
“Apakah...?” wajah Luna langsung terlihat antusias saat mendengarnya, sudah lama dia menginginkan sebuah racun buatan milik Reynold.
Akhirnya aku mendapatkan racun itu... kecepatan membunuh dari racun buatannya sangat hebat. Berkali – kali aku mencoba membuatnya tetap saja gagal gumam Luna dalam hati merasa senang.
“Tentu saja... TIDAK” ujar Reynold dengan raut wajah yang semula terlihat senang lalu langsung berubah dingin begitu saja. Luna langsung terlihat cemberut dan menatap kesal ke arah Reynold yang menyudahi mengambil darah Luna,
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...