Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 44


__ADS_3

Luna yang tengah melangkah menuju mobilnya yang terparkir jauh, merasakan punggungnya menjadi dingin membuatnya bergidik ngeri. Dia melihat ke arah belakang, ke kanan dan ke kiri untuk memastikan sesuatu, beberapa orang yang berlalu lalang terutama pria menatap kagum dan terpesona dengan kecantikannya.


Pemilik mata indah itu segera mempercepat langkahnya menuju mobil yang sudah tidak jauh lagi, dia kembali memastikan tidak ada yang mengikuti atau pun mengawasinya.


Leon masih berdiri di depan pintu, ingatannya tentang apa yang terjadi semalam dan paras cantik Luna membuatnya sejenak melamun. Senyuman manis terukir di bibirnya mengingat momen di mana Luna tampak begitu imut dan manis, matanya tertuju pada foto di kartu mahasiswa milik Luna.


Tok... tok... tok...


Terdengar kembali ketukan di depan pintu kamar itu, menyadarkan Leon dari lamunannya. Dia lalu membuka pintu menatap dingin kedatangan sahabat dan asistennya, Leon kembali masuk ke dalam kamar di ikuti sahabat dan asistennya.


Alex segera menghampiri tuan mudanya menyerahkan pakaian dan perlengkapan lainnya, Hugo dan Adam mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari sosok pemilik suara yang sempat mereka dengar semalam. Kening Leon tampak berkerut melihat kedua sahabatnya,


“kenapa?” tanya Leon menatap dingin kepada mereka.


“di mana dia? Apakah masih ada di sini?” tanya Adam berhati-hati, dia tidak ingin pembicaraan mereka nanti di dengar oleh orang asing.


“Dia siapa yang lu maksud? Kalo tunangan si manusia kaku ini palingan lagi ngadu ke bokapnya trus si bokap merengek ke bokap Leon biar lu nya kagak bisa nyingkirin dia” Hugo tahu dan hafal apa yang selalu di lakukan Hana yang akhirnya membuat Leon sama sekali tidak berkutik. Tatapan mata intimidasi dari Leon membuat Hugo mengacungkan dua jari dengan gaya cengengesan, Adam dan Hugo lalu duduk di sofa yang berada di kamar itu.


“eit lupa gua sebelumnya congrats bro” ujar Hugo dengan santainya.


“Maksud kamu?” Leon menatap dingin pada kedua sahabatnya, tangan kekar Leon memegang pakaian.


“maksud gua lu sekarang udah kagak perjaka ting ting lagi... congrats dah bro,” ujar Hugo santai menatapi makanan yang sudah dingin di atas meja.


“apa menurut kamu hal ini pantas untuk di beri selamat?” Leon tampak tidak senang dengan ucapan Hugo.


“nyantai bro.... Jangan kaku gitu napa? becanda kali gua mah biar suasana kagak tegang kayak ular lu yang di kasih racun ama ntu si kucing betina” ujar Hugo cengengesan menatap sahabatnya, tatapan Leon semakin menusuk dan mengintimidasi.


“Leon, pertanyaan gua sama sekali belum lu jawab, Dia masih di sini?” Adam mengalihkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


Leon diam memilih masuk ke kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya, Adam dan Hugo saling berpandangan lalu kembali menatap ke arah pintu kamar mandi yang tertutup.


“kayaknya ntu cewek udah kagak di ini mari” ujar Hugo melihat ke sana ke mari. Mata Hugo menangkap sesuatu di atas ranjang, matanya membulat sempurna dan senyuman nackal tersungging di bibirnya.


Sebelah tangannya menyenggol Adam yang duduk di samping, sahabatnya yang tengah serius membaca beberapa dokumen miliknya merasa terganggu langsung menatap ke arahnya.


“Napa?” Adam menatap Hugo yang mengode padanya untuk melihat ke arah Ranjang. Beberapa jejak bukti berupa bercak darah ada di atas seprai putih itu,


“Wah si Leon hoki bet dah, kena jebakan si perempuan lacknut malah dapet perempuan yang masih virgin. Tapi ngomong-ngomong ntu perempuan mana ya?” ujar Hugo takjub, awalnya dia menyangka jika Leon memanggil perempuan bayaran untuk membantu.


Pintu kamar mandi itu terbuka kembali, Leon telah selesai mengenakan pakaiannya. Dia terlihat sangat tampan dan sempurna, Alex juga sudah mempersiapkan semua barang kebutuhan Leon lainnya. Kilatan matanya kini tampak berbeda, lebih terkesan dingin dan juga menusuk.


Alex tahu jika saat ini tuan Mudanya sangat marah dan kesal, begitu juga Adam dan Hugo yang merasakan efeknya. Leon duduk di tepi Ranjang sambil mengancingkan lengan kemeja hitam yang di kenakannya.


“gua udah menyiapkan semua yang di perlukan, termasuk semua bukti-bukti yang ada. Kali ini gua yakin keluarga Miller kagak bisa berkutik lagi and daddy lu sendiri yang bakaln membantalkan sendiri pertunangan kalian” Adam meletakkan beberapa dokumen dan data di atas meja.


“woi... malah menung. Dam Kayaknya si manusia balok es udah kepincut ama cewek yang menemaninya, pasti ntu cewek cantik” ujar Hugo menyadarkan Leon, membuat pemilik mata elang itu menatap ke arah Hugo dan Adam.


Leon hanya diam lalu mengambil sesuatu di nakas samping ranjang itu,


“kamu selidiki latar belakang gadis ini” ujar Leon memberikan kartu mahasiswa milik Luna. Hugo dan Adam termenung saat melihat foto cewek culun yang berada di sana,


“bwahahahahahahaha kagak salah ni foto. Siapa pula ni cewek dinosaurus?” Hugo tertawa keras menatap foto di kartu itu. Leon menatap tajam ke arah Hugo yang masih tertawa keras,


“hmmppph (menahan tawa) gua kagak nyangka ternyata masih ada cewek dari zaman purba di era milenial sekarang” Adam ikut mengomentari penampilan Luna.


“menurut gua, Cuma cowok bego dan keterbelakangan mental yang mau ama dia atau cowok itu ada kerusakan pada matanya” Hugo mengomentari kembali memberi dua tusukan panah tepat mengenai dada Leon.


“atau cowoknya hampir sama ama dia dari zaman purba” Adam masih memandangi foto Luna. Sebuah panah kembali mengenai dada Leon, suasana mendadak berubah di kamar itu.

__ADS_1


Alex yang duduk di sofa single merasa penasaran dengan foto yang ada di kartu itu, Hugo lalu memperlihatkan pada Alex yang langsung terkejut saat melihatnya. Ingatannya langsung memutar dengan pertemuan pertama kali mereka di negara **.


Gadis ini? Bukankah gadis ini yang sedang di cari-cari oleh tuan muda gumam Alex dalam hati.


“eh eh, bentar, wajah ni cewek sepertinya pernah gua liat dah?!” Hugo memperhatikan foto Luna dengan seksama, begitu juga dengan Adam yang ikut penasaran.


“Benar.... foto cewek ini rasanya familiar” Adam mencoba mengingat-ingat di mana pernah melihat gadis itu.


Hugo juga Adam masih menatap kartu mahasiswa itu, wajah culun dan cupu Luna masih tidak luput dari komentar mereka. Alex menyadari jika atmosfer di kamar itu sudah berbeda, suasana menjadi dingin dan mencengkam. Dia melihat ke arah tuan Mudanya yang sudah tampak kesal maksimum mendengar kedua sahabatnya.


Gawat tuan muda terlihat sangat tidak senang... dari sikapnya dan bukti-bukti yang ada. Apa jangan-jangan gadis ini yang.... gumam Alex dalam hati lagi menatap Leon. Dia seolah dapat melihat sosok Iblis berwajah merah menyala serta gigi runcing berada di atas kepala Leon.


“sepertinya kalian berdua begitu menikmatinya” Ujar Leon menatap tajam ke arah ke dua sahabatnya yang menatap kembali dengan bingung.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2