
Senyuman bahagia terpancar di wajah cupu Luna, kini Kiandra tampak sedih melihat account banknya dengan nominal uang yang hanya berkurang sedikit.
“senang berbinis denganmu, sayangku” ujar Luna kembali memasang earphone di telinganya. Tangannya tampak menggeser-geser di atas ponsel pintar, matanya berbinar-binar melihat senjata kesayangannya.
“kamu mah senang, aku jadi tekor nih”
“ayolah Kia, kan cuma beberapa miliar aja yang berkurang. Itu juga cuman uang receh kan?” ujar Luna santai menatap ponsel dengan senyuman yang masih terkembang di bibirnya.
“what ever lah?!!” Kiandra kembali menatap laptopnya membuka akun email miliknya untuk melihat pesan yang baru yang masuk.
Mereka berdua duduk beralaskan rumput di bawah pohon rindang di taman kampus sambil menikmati suasananya. Tidak beberapa lama pesanan yang di pesan Kiandra datang di antar oleh petugas aplikasi GK, Kiandra meletakkan laptopnya di samping Luna. Dia menghampiri petugas Aplikasi GK menerima pesanannya, setelah membayar sesuai dengan tertera di ponsel dan memberi tip Kiandra duduk kembali di samping Luna.
Tanpa mereka sadari seorang gadis cantik menghampiri mereka, Begitu juga Pria yang meminjamkan gitarnya pada Luna.
“hai.... “ sapa mereka bersamaan pada Luna dan Kiandra. Gadis itu dan pria pemilik gitar yang di pinjam Luna saling bertatapan.
“hai...” ujar Kiandra saling bertatapan dengan Luna. Mereka menatap heran pada gadis dan pria menyapa mereka, gadis dan pria itu ikut duduk bersama dengan Kiandra dan Luna.
“O ya kita belon kenalan. Nama Gue Sarah, gue suka Banget ama suara lu. Suara lu bagus banget” puji Sarah sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Luna dan Kiandra. Mereka berdua saling bertatapan lalu menatap ke arah gadis yang memperkenalkan dirinya bernama Sarah.
“gue... gu.. gue Luna.... Dan yang ini Kiandra” ujar Luna memperkenalkan diri mulai berakting gugup. Pria yang duduk di samping Sarah juga mengulurkan tangan sambil memperkenalkan diri.
“gue Dion” ujar Pria itu tersenyum ke arah Luna dan Kiandra.
“o ya... Thanks ya, udah mau minjamin gitar buat perform tadi” Luna menjabat tangan Dion.
“ Kagak usah ucapin makasih, malah seharusnya gue dan anak-anak lainnya ngucapin makasih ke lu udah ngasih pelajaran ke ntu senior yang sombongnya kagak ketulungan” ujar Dion.
“ mereka itu emang harus di kasih pelajaran, mentang-mentang senior berbuat seenaknya” gerutu Kiandra dengan wajah terlihat cute.
__ADS_1
Mereka tersenyum melihat tingkah Kiandra, tertawa senang dan saling bercanda satu sama lain. Mereka pun jadi semakin akrab dan bersahabat baik, Sarah dan Dion sama sekali tidak mengetahui latar belakang Kiandra juga Luna. Mereka berdua sangat ahli berakting dan menyimpan kebenaran siapa diri mereka, terkadang timbul pertanyaan dalam hati Sarah dan Dion. Mereka berdua sangat penasaran dengan pekerjaan yang di lakukan Luna juga Kiandra.
Walau wajah Luna jauh dari kata cantik, oldstyle, culun dan cupu, sering mengenakan baju dan barang yang terkadang tidak sesuai dengan tema dan warna. Mata Sarah dan Dion tidak bisa di tipu dengan baju dan barang yang di kenakan Luna, setiap barang juga baju itu memiliki nilai beli dengan harga mahal.
Mereka semakin penasaran dengan pekerjaan yang di lakukan Luna dan Kiandra, pernah mereka bertanya pada Luna juga Kiandra tentang pekerjaan mereka. Luna pun menjawab dengan santai pekerjaannya yang membuat Sarah dan Dion terdiam sejenak.
“kalo kalian tahu dengan pekerjaan kami, kalian tentunya udah nggak ada di sini sekarang. Lebih baik kalian berdua nggak usah tahu, ato akibatnya....” ujar Luna santai dengan senyuman misterius tersungging dibibirnya, membuat Dion dan Sarah terdiam. Mereka terlihat bingung dengan pernyataan yang di berikan Luna, Kiandra hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ kalian berdua kagak usah dengerin apa yang di bilang si Luna, maklum aja tu anak lagi PMS bawaannya sensi melulu” Kiandra memberi alasan dengan penekanan agar Luna tidak mengatakan apa pun lagi.
“ooo pantesan aja... sensi...” ujar Dion menatap Luna yang menatap tajam di balik kaca mata tebalnya, Kiandra menatap Luna yang memilih mengabaikan mereka. Dion dan Sarah pun tidak pernah lagi mempertanyakan pekerjaan mereka, entah mengapa mereka merasakan ada sesuatu yang berbahaya jika mereka mengetahui lebih jauh lagi.
Flash back off...
Sarah masih termenung dan belum melakukan apa-apa, dia menatap Luna yang sudah selesai mengemas semua barangnya.
“yeeee enak aja, kagaklah. gue hanya ke ingat ama sesuatu aja” Sarah melanjutkan mengemas barang-barangnya.
“kirain ada jin bule yang ngintilin elu ampe lu menung kayak tadi” Luna merebahkan tubuhnya di ranjang empuk itu.
“gue kepikiran ama kejadian tadi, ntu cowok pasti bakalan balas dendam ama kita. Jujur aja gue takut banget sekarang, emang lu kagak takut apa?” tanya Sarah menatap Luna yang santai.
“ya nggak lah, yang ada malah gue males hadapin cowok dan cewek seperti mereka. Yang ada malah gue yang musti ke psikolog buat terapi”
“lah kenapa?”
“ngomong ama orang yang kayak mereka, umpama kita ngomong ama tembok. Di mata mereka yang ada hanya bisa menyalahkan orang, tanpa menyadari jika diri mereka sendiri yang salah” Luna berceramah panjang lebar.
“trus sekarang gi mana Lun, gue yakin tu cowok kagak bakalan lepasin kita gitu aja? Lu kan tahu jika Alden W corp. Pemegang saham dan Dewan komite di kampus kita” Sarah cemas dan khawatir jika apa yang mereka lakukan hari itu berdampak dengan kuliah mereka.
__ADS_1
“tenang aja Sar, gue yakin tu cowok kagak akan bisa nyari kita. Sekarang sebaiknya kita istirahat biar besok kita bisa jalan-jalan lebih awal” ujar Luna pada Sarah.
Sarah hanya bisa menghela nafas dan kembali mengemas barang -barangnya. Sebelum merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk Sarah tidak lupa mengabari sugar Daddynya jika dia akan take off siang. Dia berharap sebelum pulang bisa bertemu sebentar dengan sugar daddynya.
Luna tahu jika saat ini Sarah masih merasa cemas dan takut, dia terus berkata tenang saja dan jangan panik. Dia tampak percaya diri karena dia tahu Pemesanan atas kamarnya memakai nama orang lain, tentunya Leon tidak akan mudah melacak Luna juga Sarah.
Berkat keahlian Kiandra, Luna bisa masuk dan keluar suatu negara, memesan kamar dengan menggunakan identitas lain. Dia tidak akan pernah terlacak oleh siapa pun, bahkan oleh kliennya sekalipun yang mencoba-coba untuk mencari jati diri Luna sebenarnya.
****
Leon sedang duduk di sebuah sofa sambil memperhatikan beberapa lembar kertas di tangannya, Alex tengah sibuk dengan laptop di hadapannya. Mata tajam itu menatap lembaran kertas, namun pikirannya masih teringat dengan gadis culun dan kurang menarik itu.
Alex telah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang di minta oleh Tuan mudanya, dia kini sedang menunggu kabar dari body guard dan resepsionis tentang informasi kamar Gadis yang tidak lain adalah Luna. Alex hendak menyapa tuan mudanya terhenti sejenak saat menatap Leon yang tampak memikirkan hal lain.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Author mohon maaf karena baru mengupdate sekarang di karenakan kemaren ada kesalahan jaringan. Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1