Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 23


__ADS_3

“ apa lu bilang?! Dasar per*k lu, berani lu ngatai gue” Ujar Sarah tidak terima.


“ hei pec*n harusnya lu ngaca, lu kagak sebanding ama debu di sepatunya Hana. Harusnya lu minta maaf dan ganti rugi ama dia “ Silvia membela Hana dengan menghina Sarah kembali.


“per*k kayak lu, nggak pantas ngampus di sini. Gue curiga mungkin aja lu bayar uang semester ama tubuh lu” Abby ikut merendahkan Sarah. Melihat temannya di bully, Dion tidak terima begitu saja.


“ he jaga mulut kalian, kalo bukan cewek udah aku hajar dari tadi. Jangan mentang-mentang kalian kaya bisa seenaknya” ujar Dion kesal mendengar ucapan Hana dan temannya.


“he lu siapa? Jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh, lu sama mobil butut lu sama-sama dari zaman purba lebih baik menyingkir” Silvia sedikit mendorong tubuh Dion dengan telunjuknya, mereka menatap Dion dan Sarah dengan tatapan jijik.


“medingan aku dari zaman purba masih original, bukan kayak kalian yang udah plastik dan tambal di mana-mana” ujar Dion tidak mengalah menyerang telak dengan mengatakan mereka palsu. Pertengkaran Hana cs dan Sarah juga Dion di saksikan oleh para mahasiswa lainnya, mereka penasaran mulai mengerubungi dan mulai berkomentar negatif.


“pantesan cantik ternyata peliharaan om-om”


“barangnya branded semua, pasti pemberian om-om ganjen. Kita harus hati-hati ntar bokap ato pacar kita di embat ama per*k ntu”


“emang setara cewek per*k mainnya ama cowok buluk, dekil dan jelek seperti dia. Gue yakin tu cowok jelek bayarin itu cewek buat jalan ama dia biar di kira dia laku”


Komentar-komentar negatif mulai berdengung di antara mahasiswa, Sarah dan Dion di bully habis-habisan. Dion ingin menyangkal semua tuduhan itu langsung di cegah Sarah dengan memegang tangannya, Dia melihat Sarah yang langsung menggelengkan kepalanya.


“kagak ada gunanya kita melawan, yang ada bullyan mereka semakin menjadi. Lebih baik kita pergi sekarang” bisik Sarah menenangkan Dion, matanya sudah berkaca-kaca menahan kepedihan di hati. Sarah menatap tajam ke arah Hana cs yang merasa di atas angin mendapat dukungan dari mahasiswa lain, matanya tampak berkaca-kaca.


“sekang cepat lu singkirin mobil butut lu dari samping mobil gue, bisa jatuh pamor mobil gue gara-gara mobil lu yang nggak da harganya itu” Perintah Hana menghina Dion.


“ini parkiran umum, semua mahasiswa berhak parkir di mana saja. Kalo kamu tidak suka, kamu saja yang pindahkan mobil kamu” Dion memegang tangan Sarah mengajaknya untuk pergi meninggalkan Hana cs.


“apa kamu bilang? Dasar cowok purba, lu tahu siapa gue?” Hana sangat tidak senang dengan sikap Dion. Abby dan Silvia menghalangi mereka untuk melangkah meninggalkan mereka.


“ aku tahu kamu siapa, cewek manja yang hanya mengandalkan duit ortu dan sok berkuasa dengan suka mengancam orang lain” Dion menatap rendah ke arah Hana.

__ADS_1


“Lu...” Hana mengangkat tangannya ke udara hendak menampar Dion, tapi terhenti saat dosen datang menghampiri mereka.


“ada apa ini?” Tanya seorang pria yang tidak lain adalah Rektor kampus, matanya terbuka lebar saat melihat keberadaan Hana. Rektor itu langsung bersikap manis dan menyapa hangat Hana.


“nona Hana... selamat datang di kampus kami. Maaf kan kami tidak segera menyambut anda,” sapa rektor itu, status Hana sebagai tunangan Leon Alden membuatnya begitu di hormati.


“heh.... Sambutan kalian sudah sangat baik dengan dua mahasiswa ini yang merusak mood ku pagi ini, mereka berdua sudah berani mencari masalah dengan ku” Hana langsung menunjuk Dion dan Sarah.


“itu tidak benar pak, dia duluan yang menghina dan merendahkan saya juga teman saya” ujar Dion membela diri.


“DIAM KAMU.... Kalian berdua sudah membuat keributan dan mengganggu nona Hana, saya akan mengeluarkan kalian dari kampus ini” ujar Rektor marah.


“itu tidak bisa bapak lakukan, kami benar-benar tidak bersalah bapak bisa menanyakan pada mahasiswa di sini. mereka semua tahu kejadian sebenarnya” Dion tidak menerima begitu saja dia dan Sarah di keluarkan.


“Benar itu pak, kami tidak bersalah sama sekali. Mereka yang datang menghampiri dan langsung menghina kami, mereka semua di sini bisa menjadi saksi” Sarah ikut bersuara tidak terima dengan ke tidak adilan dan sikap rektor yang sewenang-wenang.


Rektor menatap dengan tajam ke para mahasiswa yang mengerumuni mereka.


Para mahasiswa tampak saling berpandangan, mereka diam tidak berani bersuara satu orang pun.


“lebih baik diam dan pura-pura nggak tahu dari pada di do seperti mereka”


“nggak mau gue menyinggung tunangannya tuan Leon. Bisa-bisa perusahaan bokap gue gulung tikar”


"bagusan diam, dari pada perusahaan dan keluarga kita hancur. membuang dua sampah busuk kagak ada ruginya"


Para mahasiswa dan mahasiswi tampak berbisik-bisik satu sama lain, beberapa mereka mengalihkan pandangan bahkan ada beberapa memilih meninggalkan parkiran.


Sarah dan Dion menatapi mereka, tapi tidak ada satu pun yang berani bersuara. Sepak terjang Leon dalam dunia bisnis yang tidak mengenal ampun dan bisa membuat satu keluarga hancur juga menghilang begitu saja.

__ADS_1


“Kenapa kalian semuanya diam? Tolong... tolong kami untuk mengatakan kejadian yang sebenarnya” pinta Sarah dengan suara gemetar. Semua mahasiswa seolah menutup mata juga telinga mereka, berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.


“apa masalah seperti ini saja bapak nggak bisa menyelesaikan dengan cepat? Bapak sudah membuat saya membuang-buang waktu dengan berdiri lama di sini, saya tidak mau tahu. Kedua orang ini dan mobil butut itu harus menghilang dari pandangan saya. Ayo Abby .... Silvi...” ujar Hana sudah tidak sabaran, dia melangkah pergi di iringi oleh kedua sahabatnya.


“No.. nona Hana.... Nona Hana tenang saja, saya akan mengurus masalah ini. Tolong jangan beritahu pada tuan Leon, bisa-bisa saya kehilangan jabatan saya” pinta Rektor itu dengan mode penjilat.


Hana menatap sinis pada Sarah dan Dion lalu pergi begitu saja dengan tersenyum puas, dia merasa senang sudah membuat Dion juga Sarah di keluarkan dari kampus.


Semua mahasiswa mulai membubarkan diri, rektor itu kembali menghampiri Sarah dan Dion.


“segera kalian keluar dari kampus ini bawa sekalian mobil butut dan jelek itu” perintah Rektor yang langsung berlalu pergi begitu saja.


“tapi pak... pak...” Dion berusaha mengejar Rektor untuk memberikan penjelasan, tapi kedua telinga dan hati nurani rektor itu sudah tertutup.


Tampak di kejauhan sebuah mobil hitam terparkir, penumpang mobil itu tidak lain adalah body guard suruhan Leon. Dia segera melaporkan semua tindak tanduk Hana pada Leon melalui pesan teks WA, tidak lupa dia menyematkan foto di mana Hana sedang membully mahasiswi lain.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2