
Dia memperhatikan dan bersikap waspada dengan terus menatap ke arah Simon dan keluarganya.
“Leon sayang... Hana dan keluarganya datang kemari ingin menjelaskan tentang kejadian semalam” Ujar Anita menatap ke arah putranya.
"tidak perlu di jelaskan lagi Mom, Dad. Keputusan Leon sudah bulat, pertunangan ini tidak bisa di teruskan lagi” ujar Leon mantap. Raymond tentu saja tidak senang mendengar apa yang sudah di putuskan putranya,
“berapa kali pun kamu mengatakan untuk membatalkan pertunangan. Daddy tetap dengan keputusan” ujar Raymond tidak ingin di bantah.
“aku sudah mengira akan hal ini, setelah daddy melihat ini apa mungkin pertunangan ini tetap di lanjutkan” ujar Leon mengode pada Adam untuk menyerahkan beberapa dokumen pada Raymond.
“sebaiknya om lihat ini dulu” ujar Adam sambil mengode pada Hugo untuk mempersiapkan bukti lain yang mereka temukan.
Mata Raymond terbuka lebar saat melihat dokumen yang berisi laporan kecurangan dan tindakan buruk Simon lainnya, hal yang membuatnya semakin terkejut di saat dia masih di rawat, ternyata Simon membayar seseorang untuk menukar obat miliknya.
Kandungan obat itu bisa membuat Raymond menuruti semua perintah yang di berikan Simon, beruntungnya saat Leon menggagalkan rencana Simon dengan menukar seluruh perawat dan dokter yang merawat.
“Apa maksudnya ini Simon?” tanya Raymond menatap tajam ke arah Simon, dokumen yang berada di tangannya di lempar tepat ke arah wajah Simon.
Dokumen itu berserakan di lantai, mata Simon terkejut saat melihat bukti-bukti yang di dapatkan oleh Leon dan lainnya. Hugo mengeluarkan tablet miliknya segera mengeluarkan bukti di mana Hana mencoba menjebak Leon, tidak lupa juga bukti-bukti lainnya.
“ini tidak benar semuanya tuan Raymond, ini pasti rekayasa dari mereka yang ingin menjatuhkan ku” Simon mulai membela diri dan berbohong.
“jadi menurut anda bukti yang aku dapatkan ini adalah kebohongan dan rekayasa? Kalo begitu bagaimana dengan yang ini?!” ujar Leon sambil menjentikkan jari jemarinya, Alex segera mengeluarkan senjata pemungkas di mana mereka berhasil mendapatkan bukti kejahatan Simon.
Alex meraih ponselnya segera menghubungi body guard untuk membawa saksi yang akan memberatkan Simon,
“suruh orang itu masuk” ujar Alex mengakhiri panggilannya. Beberapa body guard masuk dengan membawa seseorang yang di kenal oleh Simon, mereka berdua bertemu mata terlihat sangat jelas raut ketakutan dari orang itu.
Keringat dingin mengucur deras dari dahi Simon, dia terlihat sangat gugup.
“dad... orang ini adalah suruhan dari calon papi mertuaku oh... bukan maksudku mantan calon mertuaku, dari mata-matanya ini beliau diam-diam mengambil sedikit demi sedikit anak perusahaan dan proyek di beberapa negara. Beliau pun mengambil proyek itu dengan memakai nam besar kita, tidak sampai di situ saja tuan Simon membuat beberapa kerugian di perusahaan kita Hingga membuat para investor marah dan menuntut kita. Daddy bisa melihat berapa banyak kerugian yang sudah beliau buat sampai sekarang ini” Jelas Leon lagi, Raymond mulai merasakan rasa sesak di dadanya.
__ADS_1
Amarahnya begitu memuncak, dia terus berusaha untuk menutup mata dari segala tindakan yang di lakukan Simon. Namun dia tidak menyangka jika Simon akan menusuknya lebih dalam, tidak main-main Simon juga menginginkan kematiannya.
Leon sudah mempersiapkan segalanya sebelum datang ke kediaman utama, tidak menunggu lama dokter datang untuk membantu Raymond. Nafasnya perlahan mulai teratur rasa sakit di dadanya mulai berkurang, ponsel milik Raymond bergetar Leon segera meraih ponsel itu sebelum Raymond.
“kembalikan... ponsel daddy, Leon?!” ujar Raymond meminta ponselnya. Leon menatap layar ponsel Raymond, sebuah notifikasi pesan dari Simon. Mata elang itu langsung menatap ke arah Simon yang semakin gugup
“tuan Simon apa yang ingin anda bicarakan dengan daddy silahkan bicara langsung di hadapan kami, tidak perlu anda mengirim pesan seperti ini” ujar Leon menatap ke arah dingin ke arah Simon.
“Sayang... papi nggak bermaksud apa-apa, kamu jangan salah paham” ujar Hana mencoba membela Simon.
“jangan pernah kamu memanggil dan menganggap ku sebagai tunangan mu lagi. Semenjak kamu menjebakku dengan cara licik, status mu sebagai tunangan sudah tidak ada lagi” Ujar Leon menatap dingin ke arah Luna.
“tidak... tidak... pertunangan ini... tetap... harus di lanjutkan... Tidak... bukan pertunangan... secepatnya pernikahan kalian akan di gelar” ujar Raymond membuat semua yang ada di ruang tamu terkejut. Simon tersenyum licik merasa keberuntungan masih berpihak padanya, dia menatap dalam dan lekat ke arah Raymond begitu lama.
Tatapan itu seolah di mengerti oleh Raymond,
Jika kamu membantalkan pertunangan dan tidak menepati janjimu untuk menikahkan Hana dengan Leon, jangan salahkan aku untuk bertindak kejam....
Meskipun sudah memperlihatkan semua bukti dan saksi, Raymond mau tidak mau tetap bersikeras melanjutkan pertunangan.
Masalah antara daddy dengan Simon sepertinya tidak mudah, dari sikap Simon terlihat jelas dia memegang sesuatu yang membuat daddy tidak berkutik. Tidak... Ini tidak bisa di biarkan aku harus mulai bertindak sekarang... Rencana ini harus berhasil.... gumam Leon dalam hati. Dia tahu jika Simon menekan daddynya dengan sesuatu yang tidak diketahuinya, dia pun berdiri tepat di depan Raymond berhadapan langsung dengan Simon.
“tuan Simon anda tidak perlu lagi menekan daddy ku, karena semua itu tidak akan berlaku lagi. Anda ingin Menyerang keluarga ku tanpa anda sendiri sadari kalo anda sudah kalah” ujar Leon menatap tajam ke arah Simon yang bingung mendengar ucapan Leon.
Terdengar deringan ponsel milik Simon yang langsung di angkatnya
“Tuan kita mendapat masalah...” terdengar laporan dari anak buah Simon membuat matanya membesar. Hana memperhatikan Simon menjadi khawatir segera menghampiri,
“Ada apa pi?” Hana menangkap jelas raut wajah cemas di wajah Simon.
“Kamu....” ucapan Simon terhenti saat Leon mengode padanya untuk tidak berbicara lagi. Mata elang Leon menatap ke arah Raymond yang sudah tampak stabil,
__ADS_1
“Daddy, pertunangan ini tetap akan aku batalkan” ujar Leon mantap. Anita duduk sambil memegangi pundak suaminya menatap ke arah Leon, begitu juga Raymond.
“tidak... Daddy tidak setuju”
“Daddy tetap harus setuju, karena berkat perempuan mantan tunangan ku ini seorang gadis yang tidak bersalah sedang mengandung calon penerus keluarga Willson” ujar Leon membuat semua yang ada di ruang tamu itu terkejut.
“APA?!!” Raymond duduk termenung di kursinya, sedangkan Anita nyaris pingsan mendengar apa yang di ucapkan Putranya.
Adam dan Hugo melongo diam menatap ke arah Leon yang kembali duduk di sofa single tepat di samping Raymond.
“baru tahu gua, bercocok tanam aja baru tadi malam sekarang malah udah halim ntu cewek” bisik Hugo kepo. Adam melihat ke arah Leon tersenyum smirk ke arahnya dengan kode yang di mengertinya.
Ooo... Ini rencana brilian, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui gumam Adam dalam hati mengerti dengan rencana Leon.
“Lu kagak liat tu si demon king senyum senang, masak lu kagak ngerti juga” bisik Adam pada Hugo yang melihat ke arah Leon. Alex ikut tersenyum smirk sambil memperbaiki letak kaca matanya, dia sedari tadi menatap ke arah tuan muda menyadari jika itu bagian rencana Leon.
Simon tampak sangat kesal dan marah dengan pernyataan Leon yang menyerang Hana, Dia berdiri dari sofa yang semula di dudukinya menatap tajam ke arah keluarga Willson.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...