Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 177


__ADS_3

Senyuman hangat terlukis di wajah tampan Matthew yang langsung menggendong Hyuna, dia lalu melihat ke arah Hyuga yang masih diam.


“Hyuga, ayo“ panggil Matthew sambil mengulurkan tangannya, Hyuga lalu bangkit dan memegang tangan Matthew. Mereka bertiga lalu melangkah menuju mobil yang selalu senantiasa menunggu, para bawahan Matthew segera membuka pintu dan menutupnya kembali setelah mereka bertiga duduk dengan baik di bangku penumpang.


*****


Luna tengah menatap layar tab canggih miliknya, pada layar tab terlihat beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan. Dia memutar kursinya melihat ke arah jendela dengan pemandangan laut biru, tangan kanan Luna terangkat ke udara dengan beberapa jari menekuk membentuk senjata laras pendek.


Matanya menatap tajam ke arah objek burung laut yang tengah terbang di angkasa,


“Bang.... “ ujar Luna yang kemudian menghela nafas panjang, saat itu dia sangat merindukan pekerjaan Assasinsnya. Namun karena keadaan pekerjaan itu terpaksa di hentikan untuk sementara waktu, Luna bahkan teringat dengan ‘anak-anak’ kesayangannya di ruang senjata.


“Pasti anak – anak kesayangan ku sudah berdebu dan karatan, tangan ini terasa sangat gatal ingin memegang mereka” ujar Luna pada diri sendiri, dia lalu menghela nafas panjang mengalihkan tatapan matanya ke arah foto yang terpajang di meja kerja.


Tangan Luna meraih sebuah pigura di atas meja kerja itu, dalam pigura itu ada foto dirinya, Matthew beserta si Kembar yang kala itu masih bayi.


“ apa yang baru saja kamu pikirkan Luna?! Haaah.... Karena terlalu bosan bekerja di belakang meja membuatku rindu pekerjaan lamaku” ujar Luna yang berbicara sendiri sambil menghela nafas.


Tok... Tok.... Tok...


Terdengar ketukan dari luar pintu ruang kerja Luna,


“Masuk” ujar Luna mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


“Siang Nyonya muda” sapa Maid saat pintu ruangan itu terbuka, mata maid itu melihat ke sekeliling ruang kerja di mana hanya ada Luna yang menatapnya heran.

__ADS_1


“siang, ada apa?” tanya Luna ikut melihat ke arah maid itu melihat.


“maaf nyonya muda, saya mengira anda sedang ada tamu. Sesaat akan mengetuk pintu tadi , saya mendengar suara anda sedang berbicara dengan seseorang” ujar Maid itu membuat Luna paham dan tersenyum manis.


“aku sedang tidak bertemu dengan siapa pun, hanya berbicara pada diri ku sendiri” ujar Luna meletakkan kembali pigura foto ke atas meja kerjanya, maid itu ber ‘ o ‘ ria masih berdiri di depan pintu.


“masih ada lagi?” tanya Luna kembali menatap layar tabnya.


“ itu nyonya muda, tuan besar mengirimkan minuman herbal untuk anda” ujar maid saat teringat dengan tujuannya ke ruang kerja Luna, dia segera mendorong troli yang berisi teko teh dan beberapa cangkir serta semangkuk kecil air berwarna hitam pekat.


Luna menatap ke arah mangkuk yang berisi minuman herbal yang terlihat masih berasap transparan, terbayang olehnya rasa pahit dari minuman herbal itu hingga membuat Luna sedikit bergidik takut.


“ tuan besar berpesan, jika anda harus menghabiskan hingga tidak ada yang tersisa. Beliau juga berpesan saya harus memastikan anda meminumnya, karena obat ini di pesankan khusus oleh tuan pada sahabatnya” ujar maid itu menghidangkan minuman itu di atas meja kerja, Luna tahu jika obat herbal itu di kirimkan oleh Ojisannya.


“saya hanya menjalankan perintah dari tuan besar nyonya” ujar maid itu, Luna meraih mangkuk berisi obat herbal itu. Dengan ragu – ragu dia menenggak cairan berwarna hitam itu,


“hueeeeek... pahit banget” ujar Luna saat merasakan rasa pahit yang menguasai indera perasanya, wajahnya maid itu mengernyit saat melihat ekspresi Luna. Seakan dia dapat merasakan rasa pahit dari obat herbal itu, segera dia mengeluarkan permen untuk Luna agar tidak merasakan pahit lagi. Dengan sangat cepat Luna membuka bungkusan dan memasukkan permen itu ke dalam mulutnya, rasa pahit dari minuman herbal itu seakan menempel kuat pada lidahnya.


Maid itu lalu membereskan mangkuk minuman dan menaruhnya kembali ke atas troli,


“o ya apa Matthew dan anak – anak sudah kembali?” tanya Luna sambil menikmati permen yang ada di dalam mulutnya.


“ mereka dalam perjalanan kemari nyonya, kemungkinan sebentar lagi mereka akan sampai” ujar maid sambil tersenyum manis pada Luna, dia lalu undur diri sambil mendorong troli menuju keluar ruang kerja Luna.


Maid itu lalu menutup pintu ruangan itu kembali dan mendorong troli menuju dapur, dalam perjalanannya ke dapur maid itu terkejut saat Hans mendadak muncul di depannya.

__ADS_1


“tuan Besar?!” ujar maid segera memberi hormat.


“bagaimana? Apakah Luna sudah menghabiskan minuman herbalnya?” tanya Hans penasaran.


“sudah tuan besar, ini mangkuknya sudah kosong dan saya akan membawanya ke dapur” ujar maid itu yang lalu mohon diri pada Hans untuk kembali ke dapur.


Hans menatap ke arah pintu ruang kerja yang tertutup rapat,


Maafkan Grandpa Luna, hanya cara ini yang terpikirkan olehku... semoga setelah ini hubungan kalian semakin dekat gumam Hans dalam hati sambil tersenyum penuh maksud.


Selama pernikahan Matthew sama sekali tidak mengambil keuntungan pada Luna, dia sangat menghormati dan menghargai perempuan yang sudah mencuri hatinya. Kasih sayang serta cinta Matthew juga tercurah pada si kembar semakin membuat perasan Luna berkembang, perempuan cantik itu terkadang sering memperhatikan dan bersikap lembut seakan memberi kode pada Matthew.


Namun pria tampan itu terus menghindar karena dia ingin memberi kesempatan untuk Luna kembali pada Leon, Matthew tidak ingin memaksakan cinta pada Luna yang menurutnya masih memiliki perasaan untuk ayah kandung si kembar.


Alhasil hubungan mereka terkesan kaku dan sama sekali tidak ada kemajuan, Hans yang selalu memperhatikan hubungan mereka berinisiatif memberi kesempatan untuk mereka berduaan. Bahkan dia mengatur dan memerintahkan agar Matthew dan Luna berada di satu kamar yang sama, Hans mengira hubungan mereka akan semakin dekat namun ternyata salah.


Walaupun mereka sudah satu kamar Matthew tetap saja menghindar dengan memilih tidur di sofa dan membiarkan Luna tidur di ranjang, tidak ingin usaha Hans dan Baron sia – sia Luna lalu berinisiatif memaksa Matthew untuk tidur di ranjang yang sama. Semula pria tampan itu terus menolak hingga Luna mengeluarkan jurus mematikannya membuat Matthew kalah telak, dengan berat hati dia akhirnya tidur satu ranjang.


Hans berpikir hubungan mereka sudah ada kemajuan, namun tetap saja hubungan Luna dan Matthew berjalan di tempat.


Kali ini semoga hubungan mereka berubah ke arah yang lebih lagi, anak bodoh itu sudah tidak mempan ku kerjai. Beberapa kali aku berusaha memberinya obat, tetap saja dia berhasil lolos. Kali ini dia tidak akan bisa meloloskan diri gumam Hans lagi dalam hati.


Luna melanjutkan kembali pekerjaannya setelah Maid meninggalkan ruangannya, perlahan – lahan tubuhnya terasa panas dan kening mulai di basahi titik keringat.


kenapa mendadak tubuh ku terasa panas ya? Gumam Luna dalam hati meraih tombol remote ac, dia lalu menekan tombol untuk menurunkan suhu agar ruangan terasa dingin. Namun tubuh Luna semakin terasa panas di iringi dengan sebuah gejolak yang sudah lama tidak di rasakan, Tubuhnya terasa sangat lengket akibat keringat yang mulai menetes.

__ADS_1


__ADS_2