
“gi mana juga aku nggak nge gas, dari tadi aku manggilin kamu malah nggak di sahuti” ujar Luna sedikit kesal.
“sorry my love ku, ada sedikit accident yang di bikin sama wannabe itu. Sekarang aku mau mengejar si pembuat masalah, dia pergi ke bandara bagian kedatangan” ujar Kiandra menyimpan kembali macbook miliknya dalam tas. Tablet di pegangnya untuk memperhatikan setiap CCTV yang tertera di layar tabnya, Kiandra keluar dari toilet segera menuju bandara bagian kedatangan.
“kamu nggak apa-apakan?” tanya Luna yang masih mengawasi mobil itu di mana beberapa orang itu terlihat kewalahan.
“aku hah.... Hah... Nggak apa-apa” ujar Kiandra sedikit terengah-engah saat menuruni eskalator bandara.
Di saat bersamaan mobil mewah milik Leon dan mobil body guardnya terparkir di pelataran bandara, Leon dan para sahabatnya turun dari mobil diiringi para Body guard Leon. Mata elang Leon melihat sebuah mobil ambulance yang terparkir tepat di belakang mobil body guardnya, tidak berapa lama beberapa petugas ambulance dengan cepat berlari ke arah dalam bandara.
“apa yang terjadi?” tanya Hugo heran, dia menatap beberapa petugas tampak sibuk. Rasa penasaran juga di rasakan Leon yang melangkahkan kaki panjangnya menuju ke dalam bandara.
Kiandra juga terheran saat melihat keramaian dan beberapa penjaga keamanan yang segera menjaga sebuah lokasi, dia ingin menghampiri namun di urungkannya karena orang yang di carinya sama sekali tidak di temukan.
Leon termenung saat melihat petugas ambulance menggotong perempuan bersetelan seperti body guard, dia mengenal perempuan itu adalah body guard Kaila. Rasa khawatir menyelimuti perasaan Leon saat kedua body guard Kaila tumbang, salah satunya dalam keadaan sekarat dan Body guard Kaila yang satunya lagi sudah berada di alam lain.
Body guard Kaila yang sekarat berusaha membuka matanya dan tidak sengaja melihat ke arah Leon yang tampak sangat cemas, tangan body guard Kaila memegangi lengan jas di pergelangan tangan Leon.
Mata elang Leon melihat ke arah body guard perempuan itu yang tampak berusaha untuk mengatakan sesuatu, Kiandra melewati kerumunan itu namun baru beberapa langkah dia berhenti saat ponsel miliknya berdering menerima beberapa pesan.
Kiandra segera membuka ponselnya dan membaca pesan yang ternyata di kirim oleh Luna,
Kia segera identifikasi nomor polisi mobil ini,
Luna melampirkan beberapa foto, mata Kiandra terbuka lebar saat melihat beberapa orang memaksa masuk seseorang. Dari Siluet foto itu Kiandra mengetahui jika orang yang di paksa masuk bergender perempuan, dia memperhatikan foto di ponselnya secara seksama.
“Kia kamu sudah menerima pesan ku” ujar Luna telah mengenakan helm full facenya lagi, di telinga kanan Luna sudah terpasang ear piece yang sering di gunakannya saat bertugas. Dia secara diam-diam dan waspada mengikuti mobil van hitam yang bergerak cepat meninggalkan tempat itu.
Kiandra memandangi sekitar bandara kedatangan mencari seseorang yang kemungkinan adalah orang yang di carinya, lalu kembali ia menatap ponsel miliknya.
__ADS_1
D*mn it.... ujar Kiandra kesal karena tidak menemukan orang yang di carinya. Luna masih menunggu jawaban dari Kiandra,
“Kiaaaa?!!!” panggil Luna yang dengan begitu lihai mengendarai motor miliknya.
“iyaaa Luna sayang... ini aku udah Liat. kamu di mana sekarang?” ujar Kiandra melangkah keluar bandara dan berdiri di pelatarannya sambil menunggu mobil taksi.
Sementara itu Leon berdiri di samping body guard Kaila yang berusaha untuk memberi tahu sesuatu,
“maaf Tuan, pasien harus segera kami bawa. Kondisinya sangat parah” ujar salah satu petugas akan membawa bodyguard itu.
Body guard perempuan itu merasa dirinya sudah tidak sanggup lagi, dia mengumpulkan segala kekuatannya berusaha untuk berbicara,
“Tu.... tu.... tu... aaan... muu... daa... no...na.... kai...la...di .... ba... wa... o....rang....” ujar body guard perempuan itu menghembuskan nafas terakhirnya. Hugo dan Adam ikut merasa cemas mendengar kabar Kaila adik sahabatnya yang di bawa oleh orang lain, Hugo segera bertindak dengan mencari informasi di pusat CCTV bandara.
Adam memegangi lengan Leon untuk memberi kekuatan padanya, mereka berdua melangkah menuju mobil mewah Leon yang terparkir di pelataran Bandara. Di saat bersamaan mobil van yang di curigai Luna melintas tepat di samping mobil Leon, Kaila yang akan di suntik obat bius memberontak dengan menendang secara sembarangan. Tidak sengaja dia melihat Leon dan Adam berdiri di samping mobil mewah.
Kaila memberontak dengan menendang ke arah penjahat itu, salah satu tendangannya pun mengenai tepat di daerah kawasan segitiga bermuda. Penjahat lain mencoba membantu penjahat itu, mendapat kesempatan Secepat kilat Kaila menekan tombol kaca mobil minivan itu.
“Kailaa” ujar Leon yang bergegas menaiki mobilnya, di ikuti Adam dan para body guard segera masuk ke dalam mobil.
Mesin mobil segera di nyalakan, Leon memasukkan gigi pertama hendak melaju mengejar Mobil minivan itu.
“Leon tahan, itu Hugo....” tunjuk Adam ke arah Hugo yang berlari secepat kilat ke mobil Leon. Adam membantu membuka pintu agar memudahkan Hugo masuk ke dalam mobil.
Kiandra masih mencari mobil taksi yang bisa mengantarnya, namun tidak satu pun mobil taksi yang kosong. Dia melihat ke arah kanan dan kiri jalanan yang ada di depannya,
“Lun kamu ada di mana? “ tanya Kiandra kembali saat Luna tidak menjawab pertanyaannya. Luna mengendarai motornya dengan cepat, menyalip di antara mobil yang akan parkir di parkiran bandara.
Vvrrooom...
__ADS_1
Kiandra melihat motor Luna yang melaju cepat di belakang minivan hitam itu,
“Luna.... “ ujar Kiandra saat melihat motor Luna yang melintas. Dia segera melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari mobil yang bisa di gunakannya, tidak sengaja Kiandra melihat sebuah pintu mobil yang terbuka. Tanpa pikir panjang dia masuk ke dalam mobil itu, Kiandra duduk dan langsung menutup pintu mobil. Kiandra sama sekali tidak menyadari menaiki mobil siapa, dia langsung mengeluarkan laptop juga tab untuk mengerjakan pekerjaannya.
Mobil itu masih belum bergerak, Kiandra tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop meminta si pengemudi untuk menjalankan mobil itu.
“tuan cepat kejar mobil di depan itu, ini keadaan emer.... gen... cy.... “ ujar Kiandra mengalihkan pandangannya ke arah pengemudi. Pengemudi itu yang tidak lain adalah Leon segera mengendarai mobil miliknya dan mengejar mobil minivan itu, ingin saja dia menyuruh Kiandra turun dari mobilnya namun pikiran dan hati Leon terfokus pada Kaila adiknya. Kiandra termenung menatap ke arah bangku pengemudi, Mata di balik kaca mata yang di pakainya berkedip berkali-kali menatap ke arah Leon.
“Kia.... bagaimana hasilnya?” tanya Luna masih mengikuti mobil minivan itu. Kiandra yang termenung sesaat segera tersadar saat mendengar suara Luna, Hugo dan Adam menatap aneh ke arah gadis cantik yang seenaknya masuk ke mobil Leon.
“aaaa... itu... sebentar Lun....” ujar Kiandra kembali melakukan pekerjaannya, jari jemarinya bergerak cepat di atas keyboard macbook. Telinga Leon yang tajam segera melihat ke arah kaca spion yang mengarah di mana Kiandra duduk,
“Luna?!” ujar Leon sambil terus mengendarai mobilnya. Mata elang itu kembali memperhatikan jalanan di depannya, Kiandra hanya tersenyum canggung dan kembali menatap tabnya.
**********
**dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati**....
***mohon maaf karena author baru meng update karyanya lantaran terjadinya kesalahan teknis mengakibatkan seluruh data karya author terkena virus yang cukup mengganggu.
Dengan berat hati author terpaksa mengulang seluruh cerita yang seharusnya sudah update di hari sebelumnya, mohon maaf sebesar-besarnya pada semua readers atas keterlambatan ini***.
**Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻**
**jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️**
**jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻**
( **Π_Π** )
__ADS_1
**makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻**
**❤️❤️❤️❤️❤️ for all**...