Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep.101


__ADS_3

“hal itu... gua sudah mengupayakannya, tapi beberapa perangkat lunak dan jebakan yang di tanam ada yang sangat sulit untuk di tembus. Jadi bro, butuh waktu lama buat bongkar” ujar Hugo membalas menatap ke kaca spion. Leon tampak menggenggam erat setir mobilnya, meluapkan rasa kesal di hati. Adam yang duduk di sampingnya tahu jika mood sahabatnya sedang tidak baik,


“Bro, apa sudah ada kabar dari tikus yang menyusup?” Tanya Adam teringat dengan orang suruhan Leon untuk memata-matai kediaman Simon.


“sampai saat ini belum ada perkembangan, rubah tua itu sangat waspada sejak perusahaan dan sahamnya kita serang” ujar Leon berusaha untuk tenang. Hugo memperhatikan ponselnya, tanpa sepengetahuan siapa pun dia mengambil foto Kiandra yang terlihat fokus dengan laptop miliknya. Angel yang pas membuat Kiandra terlihat cantik dan imut di mata Hugo, teringat olehnya bagaimana cara kerja Kiandra yang hebat dan rapi.


“Bro?!” panggil Hugo membuat Adam dan Leon serentak melihat ke arah belakang.


“What?!” ujar Adam dan Hugo berbarengan.


“lu pada inget kan ama cewek yang naik mobil kita sembarangan tadi? Kalo kagak salah dengar gua namanya Kiandra?” ujar Hugo tersenyum penuh maksud. Leon dengan wajah datar kembali melihat ke arah depan mobil, dia menatap ke arah kaca spion sisi sampingnya.


“Haaa... “ Adam melongo saat mendengar ujaran Hugo.


“gua kira lu bakalan nge bahas tentang apa yang sedang kita bicarakan, malah cewek yang lu inget” ujar Adam lagi dengan kembali ke posisi duduknya, Hugo pun menggeser tubuhnya ke depan ke antara kursi pengemudi.


“makanya denger dulu ape yang mo gua bilang. Ngemeng-ngemeng bro, lu tahu kan nomor telepon Kiandra?” tanya Hugo kembali.


“Woi, fackboy cap kadal. Kagak tahu lu situasi lagi panas gini, lu malah nanyain cewek ntu” Adam mulai kesal dengan sikap Hugo.


“ kagak nyet, gua nanya perihal ntu cewek buat minta tolong dia buat bantu buka tu perangkat. Kita semua udah menyaksikan dan mendengar gi mana hebatnya tu cewek, hanya dalam hitungan detik dia bisa nge bajak cctv di kota ini” jelas Hugo mengingatkan Leon dan Adam dengan aksi Kiandra. Leon terdiam dan tampak berpikir lama, sesekali matanya mengawasi kaca spion di bagian kiri dan kanan.


“hmm, bener juga yang di bilang ama bokap M*nyet ini. Gi mana menurut lu bro?” tanya Hugo pada Leon yang masih diam sedari tadi. Leon tidak bisa mengambil tindakan gegabah, dia tidak ingin nantinya barang bukti yang sudah susah di dapat menjadi sia-sia dan bumerang bagi mereka nanti.


“tenang aja bro, gua bakalan cari alasan biar si Kiandra kagak curiga dan banyak tanya” Hugo mencoba membujuk Leon agar menyetujui idenya, dia juga memberi kode pada Adam yang sempat melihat ke arahnya.


“hmm.... Menurut gua kagak ada salahnya kita coba minta tolong ama ntu cewek buat bantuin kita, secara hacker yang katanya lebih hebat ini udah menyerah dan kagak bisa lagi di andelin” ujar Adam membuat Hugo melayangkan sinar laser kekesalan.

__ADS_1


“ wah sekate-kate ni anak m*nyet, kalo bukan temen udah gua gilas lu di rollan spin roti” ujar Hugo melayangkan pukulan penuh rasa sayang pada Adam, namun pukulan itu hanya menepuk udara kosong.


Leon berpikir cukup lama dan dia pun mengambil keputusan untuk mengikuti saran dari bapak dan anak m*nyet upppsss salah maksudnya saran dari Hugo dan Adam.


(Seketika itu udara di sekeliling author mendadak berubah dingin dengan aura dan bau yang tidak menyenangkan. Bau itu tercipta dari wewangian asap dupa yang terbakar dalam ruangan yang nyaris gelap, di sana terlihat Hugo dan Adam tengah Melakukan ritual dengan sebuah boneka bertuliskan nama... author...


Waduh... gaswat bapak ama anak ****** mau bales dendam....


Canda bang.... kagak usah di seriusin.... cukup author aja yang di serusin...)


***


Pagi hari di taman kampus, Luna tengah duduk tenang di atas rumput hijau sambil memangku laptop di pangkuannya. Dia tengah asyik memperbaiki beberapa bagian skripsi yang akan di serahkan, sedangkan Kiandra yang duduk bersandar di belakang punggung Luna tengah asyik menatap layar laptop yang menampilkan beberapa data yang sedang di selidikinya.


“beb, sudah saatnya ni target di kirim ke alam sana. Kamu lihat nih?!” ujar Kiandra memperlihatkan sebuah video cctv yang di dapatkannya. Dalam video itu terlihat jelas target Luna yang tidak lain adalah Bobby tengah menyiksa beberapa orang perempuan. Dari penampilan para perempuan itu, Luna bisa menebak jika mereka gadis yang di tipu untuk di jadikan pekerja massage terselubung.


“udah kagak bisa di kasih ampun ni orang, awalnya aku nggak mau meneruskan pekerjaan ini. Tapi, sekarang udah lain ceritanya” ujar Luna kesal.


“trus kapan akan di eksekusi?” tanya Kiandra menatap ke arah Luna. Gadis cantik itu hendak menjawab pertanyaan Kiandra, namun terdiam sejenak saat terdengar ponselnya berdering. Luna menatap layar datar pada ponsel tertulis nama Leon di sana, dia segera menggeser icon tombol di layar untuk mengangkat panggilan telepon dari kekasihnya.


“halo, sayang” sapa Luna sambil menatap ke arah Kiandra yang akan bertanya gerangan siapa yang menelepon. Kiandra langsung paham dan memilih melanjutkan apa yang sedang di kerjakannya,


“sayang, kamu ada waktu malam ini?” tanya Leon yang tengah duduk di ruang kerjanya di perusahaan. Alex datang membawa beberapa file yang harus di tanda tangani oleh tuan mudanya, Leon mengambil pena yang tersedia di meja kerjanya.


“malam ini?” kening Luna berkerut namun tatapannya masih melihat ke arah laptop yang berisi tugas akhirnya.


“malam ini, aku ingin mengajak kamu makan malam” Leon memperhatikan le di atas mejanya.

__ADS_1


“dalam rangka?!” tanya Luna merasa heran.


“hmmm sebenarnya, secara teknis bukan aku yang mengundang kamu. Melainkan mommy dan Kaila, mommy sangat ingin bertemu dengan mu” jelas Leon melihat ke arah Alex sambil mengode ke arahnya. Alex segera mengerti dengan kode yang di berikan Leon, dia lalu mengambil file yang baru saja di periksa oleh Leon.


Beberapa jam yang lalu Leon yang tengah sibuk bekerja mendapat pesan dari adiknya,


Kak Leon, malam ini Daddy dan mommy mengundang kak Luna untuk makan malam. Jangan lupa hadiah buat Kaila... 😘😘


“malam ini?!” tanya Luna kembali, dia terlihat sedikit kecewa. Luna ingin menolak undangan dari Leon, karena dia sudah berencana malam nanti akan mengeksekusi target pekerjaannya.


“Iya sayang, nanti aku akan menjemput kamu. Sampai jumpa nanti malam, aku mencintaimu” ujar Leon tersenyum manis langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak. Dia tidak memberikan kesempatan pada Luna untuk menjawab, seakan Leon tahu jika Luna berniat menolak undangan makan malam itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2