Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 64


__ADS_3

Luna lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Kiandra menatap sedari tadi, begitu juga Sarah dan Dion melihat ke arah yang sama. Namun tidak ada siapa pun di sana membuat Luna dan lainnya mengernyitkan dahi tidak mengerti.


“Sakit nih anak kayaknya” ujar Sarah meraba dahi Kiandra untuk mengecek suhunya. Mereka bertiga mengerumuni Kiandra yang tampak berusaha untuk melihat ke satu arah,


“apa jangan-jangan dia melihaaaat...” ucapan Dion terhenti sembari menggidikkan bahu merinding.


“ih jangan aneh-aneh deh,” ujar Sarah mulai parno.


Luna menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar dugaan yang tidak masuk akal dari temannya, Kiandra sedikit kepayahan saat sahabatnya menutupi pemandangan yang sedari tadi di lihatnya.


“Kamu kenapa sih Kia? Kok aneh kek gini?” tanya Luna penasaran kembali melihat ke arah yang di lihat Kiandra.


“Udah nggak usah banyak tanya ayo.... Kita ke aula.... Sebelum acara seminarnya di mulai” Kiandra menarik tangan Luna menuju ke aula kampus.


Beberapa menit yang lalu...


Saat Sarah mengagetkan Luna dan Kiandra, tidak sengaja matanya menangkap sosok cowok idolanya yang sedang berkeliling di temani beberapa dosen dan Rektor baru. Sosok Pria itu adalah Leon yang akan mengisi seminar di universitas UIN, kedatangan sosok yang berpengaruh di kampus itu mengundang perhatian para mahasiswa terutama mahasiswi.


Semenjak mereka membaca berita tentang batalnya pertunangan Hana dan Leon, para kaum hawa seakan mendapat kesempatan emas untuk bisa bersanding dengan Leon.


Para mahasiswa tampak sangat antusias dan bergembira menyambut kedatangan ketua dewan komite Universitas, Kiandra melihat Leon yang sedang di kerumuni dosen dan di jaga ketat oleh body guard dan Asisten pribadinya Alex yang senantiasa menemani. Mereka tampak melangkah menuju ke aula yang di antar langsung oleh rektor baru.


Saat ini...


Kiandra menarik tangan Luna dan Sarah menuju aula kampus, Dion pun mengikuti mereka degan berjalan di belakang para gadis itu. Sepanjang perjalanan menuju aula mata para mahasiswa terus menerus menatap ke arah Luna.


“kaga nyangka cewe cupu, culun dan nggak banget ntu bakalan punya cantik begitu”


“plisss deh cewek yang dulunya jelek, cupu dan culun berubah jadi cantik dan bersinar ya pastilah kalo nggak suntikan dana dari om-om gatel, ato nggak pakai susuk juga main dukun”

__ADS_1


“emang benar apa yang di katakan ama mantan tunangannya tuan Leon, kagak mungkin cewek cupu, culun dan jelek aslinya cantik dan bening begitu. Pasti wajah cantiknya ntu hasil dari dia nge lon**”


Dengungan komentar negatif para netijen yang maha benar kembali bergema bahkan mereka pun tidak segan-segan mengeraskan suara agar terdengar oleh Luna cs. Luna yang mendengar komentaran itu hanya diam dan tidak menanggapi, seperti halnya dengan pribahasa jaman dulu (jadul) ‘anjing menggonggong kafilah tetap berlalu’. Gadis cantik itu terlihat cuek dan santuy seperti di pantai, dia sama sekali tidak mempermasalahkan tanggapan miring orang-orang.


Kiandra dan Sarah yang mendengar komentar negatif itu memandang tajam pada semua netijen, mereka sangat tidak senang dengan apa yang di lontarkan. Mereka berdua hendak memarahi para netijen, namun kedua lengan mereka langsung di tahan oleh Luna.


“Jangan tahan aku Lun, mereka semua harus di balas. Seenak jidat mereka ngatai dan bergosip tentang kamu” ujar Kiandra tidak terima.


“ lepasin tangan gue Lun, biarin gue jambak tu mulutnya satu-satu. Seenaknya nge judge orang, maunya apa sih ni para netijen. Cantik di bilang nge lon**, giliran jelek di bully habis-habisan” omel Sarah yang tidak terima, Luna mengode pada Dion untuk memegangi Sarah yang terlihat suah tidak tenang.


“udah deh para emak-emak, kagak usahlah ladenin ntu netijen. Yang ada ntar kalian pada naik darah ntar tu keriput makin bersemi...” Luna menarik tangan kedua sahabatnya melangkah menuju ke aula di bantu oleh Dion.


Mendengar kata ‘keriput’ serentak Kiandra dan Sarah meraih kaca yang tersimpan di dalam tas, mereka bercermin memastikan tidak ada satu pun keriput di wajah.


Luna dan Dion tertawa melihat kedua tingkah gadis itu,


Kedua gadis kelihatan sangat bete dan merajuk pada Luna juga Dion yang ikut menertawai mereka,


“udah deh... emak – emakku... biarkan saja mereka ngomong apaan, ntar mereka juga capek sendiri dan kena batunya. Sekarang bagusan kita ke aula, penasaran benget aku sama yang ngisi seminar. Lihat aja tu...” ujar Luna melihat hampir seluruh mahasiswa ke aula kampus.


Kedatangan Leon juga sampai di telinga Hana, saat seluruh kampus bahkan dunia mengetahui batalnya pertunangan mereka. Para netijen pun mulai membicarakan mereka, Abby dan Silvia yang membaca berita tentang Hana juga ikut terkejut.


“Han... emang bener nich berita?” ujar Abby memperlihatkan berita yang tersebar di dunia maya. Mata Hana membesar saat kabar pertunangannya yang di batalkan oleh Leon tersebar di medsos, dia meraih ponsel mahal miliknya segera menghubungi Simon untuk mengadukan apa yang terjadi.


Simon tengah pusing dengan permasalahan perusahaannya menjadi kesal saat mendengar aduan Hana,


“dasar anak bo**h... semua ini gara-gara ulah kamu sendiri, sekarang kamu selesaikan sendiri. Masalah perusahaan ini lebih penting dari masalah yang kamu buat, jangan telepon papi jika itu bukan sesuatu hal yang penting” Bentak Simon memutuskan sambungan teleppon itu secara sepihak.


“tapi pi... pi... halo... pi... D*mn, semuanya jadi berantakan” Hana kesal maksimum. Mahasiswa yang semula menyeganinya kini sama sekali tidak memedulikan, bahkan sebagian mereka memandang rendah ke arah Hana.

__ADS_1


“ngaku-ngaku masih tunangan, padahal udah batal... aduh dasar cewek halu”


“sering berkoar-koar, ngatain orang, bahkan suka nge bully. Sekarang nge halu masih tunangan”


“muka tembok ya gitu kagak punya malu, kalo gue pasti malu banget ngaku-ngaku masih tunangan”


Komentar-komentar negatif dari netijen berdengung hingga sampai di telinga Hana, matanya yang menyiratkan kemarahan dan kekesalan menatap tajam ke arah Netijen yang membicarakannya.


“kalo lo lo pada berani sini bicara depan gue jangan beraninya di belakang aja. Nih liat cincin pertunangan kami masih melingkar di jari manis gue, berita yang tersebar itu Cuma hoax” tegas Hana memperlihatkan jari jemarinya yang masih melingkar cincin pertunangan. Abby dan Silvia tampak tersenyum senang juga menatap rendah ke arah para netijen.


“kaum rendahan dan miskin seperti mereka emang mudah percaya dengan berita hoax” Abby berkomentar memandang rendah pada para mahasiswi yang semula berkomentar pedas.


"namanya juga kaum miskin yang syirik ama keberhasilan teman kita yang bakalan menjadi nyonya Leon Alden Willson" Ujar Silvia ikut memanasi para netijen yang sudah memasang wajah tidak senang saat mereka bertiga berbicar merendahkan mereka.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all

__ADS_1


__ADS_2