
“heh mbak... tu mulut kagak pernah di sekolahin ya. Mulutnya berkoar-koar kayak petasan” Sarah membalas dan menantang Hana.
“APA?!!!” Hana akan kembali membalas, segera di halangi Luna yang membelakanginya langsung.
“udahlah Sarah, nggak usah di landeni. Sebagus dan setingginya level seseorang nggak menjamin attitude bakalan bagus juga, tinggalin aja mak lampir ini” ujar Luna malas menanggapi Hana yang semakin kesal mendengar ucapannya, Luna meraih hardcase nya yang masih tergeletak di lantai.
“APA??!!!! Lo ...” ucapan Hana terhenti saat melihat sosok pria yang berdiri di samping hardcase milik Luna.
Hardcase itu sama sekali tidak bisa di angkat Luna, matanya menatap tali Hardcase yang di injak oleh sepatu mahal dan mewah. Dari balik kaca matanya Luna menatap pria tampan yang tidak lain adalah Leon.
Pemilik mata elang itu menatap ke arah Hana yang segera menghampiri dan memegang tangannya.
“Sayaaaang.... mereka udah ngebully aku. Udah jelas si mata empat itu yang nabrak aku dan hampir ngerusak baju...” ujaran Hana terhenti saat Leon menatap tajam padanya, matanya melihat ke arah tangan Hana yang lancang menyentuhnya.
Luna kesal karena tali tas hardcasenya masih di injak oleh Leon.
“ tuan... tuan.... oii... tuan...” Luna berusaha menarik-narik tali hardcasenya, tapi kaki itu tidak beranjak sedikit pun. Leon sama sekali tidak mengindahkan panggilan Luna, kesal di acuhkan dengan sekuat tenaganya Luna menarik tali tasnya membuat Leon kehilangan keseimbangan.
Semua terjadi sangat cepat, Leon jatuh terduduk di lantai. Alex, body guard dan lainnya terkejut saat melihat Leon yang tampak terkejut dengan kejadian menimpanya. Mereka termangu di tempat karena tidak sempat menolong Leon yang kini menatap tajam ke arah perempuan itu.
Luna santai menyandang kembali tali tas hardcase itu ke pundaknya, tapi dia mendengar ada suara aneh dari hardcasenya. Dia meletakkan hard casenya kembali ke lanta untuk memeriksa apakah ada yang rusak.
“Tuan muda...” semuanya segera menghampiri menolong Leon.
“Sayaaang.... kamu nggak apa-apa kan?” Hana menyingkirkan semua orang berusaha untuk membantu Leon, tapi segera tangannya di Tepis.
Mata tajam itu menatap kesal ke arah Luna yang masih mengecek keadaan hardcase miliknya. Di bantu Alex dia berdiri menatap nanar ke arah Luna, para petinggi hotel juga ikut membersihkan pakaian Leon. Body guard akan bertindak menahan Luna, namun langsung di cegah dengan kodean tangan dari Leon
__ADS_1
“ tuan muda anda tidak....” perkataan Alex seketika berhenti saat Leon mengodekan tangannya, Wajahnya berubah dingin dan kesal membuat semua karyawan, Alex juga Hana tidak berani mendekat.
Mampus lo cewek cupu.... Lo udah bikin Leon sangat marah gumam Hana senang dalam hati.
“untung aja nggak ada yang rusak” ujar Luna menyandangkan kembali tali hardcase gitarnya. Dia akan melangkah pergi menuju resepsionis tapi langkahnya terhalangi oleh Leon yang menatapnya penuh amarah. Tinggi Luna yang hanya di bawah dagu Leon memaksanya menengadahkan kepala, semua karyawan, Alex dan lainnya tampak Gugup dan takut.
Mereka semua seolah-olah dapat melihat bayangan iblis di belakang Leon, menatap iba pada Luna.
“beraninya kamu membuatku celaka, kamu tidak tahu berhadapan dengan siapa hah?” Leon tampak sangat marah memegang kuat sebelah lengan Luna yang menatapnya heran.
“Emang lo siapa? Raja?! Presiden?! Hmmmm kagak deh kayaknya, mana ada Raja ato Presiden yang budek” Luna menggerakkan lengannya dengan kuat sehingga terlepas dari pegangan Leon.
“Apa kamu bilang? Beraninya kamu menghina ku?! (membentak Luna dengan keras) Sudah membuatku celaka sekarang kamu berani menghinaku...”
“Eits... Ternyata tuan nggak budek, kalo tuan celaka bukan salah gue juga kali. Udah berulang kali juga gue manggil tuan buat mindahin kaki yang nginjak tali hardcase gue. Tapi tuannya malah diam and nggak merespon” Luna santai, dia melihat ke arah Sarah yang memegangi tangannya. Lengan Luna sedikit di tarik mendekati Sarah yang lalu berbisik di telinganya.
“Luna udah, lu nggak usah berhadapan dengan ni cowok” bisik Sarah sambil terus menatap ke arah Leon. Wajah tampan itu sangat di kenal Sarah, sudah banyak cerita tentang Leon yang akan bertindak kejam pada siapa saja menentang dan mencari gara-gara dengannya.
“lu nggak tahu dia siapa? Dia kan Leon.... Leon Alden putra dari keluarga Wilson, CEO dari grup Alden W Corp.” Bisik Sarah kembali, Mata di balik kaca mata tebal itu menatap ke arah Leon menatap tajam padanya.
“Sekarang kamu tahu siapa aku bukan?!” Leon semakin kesal menatap dingin Luna.
Berarti cewek tadi.... gue baru inget dia Hana Miller, pantasan aja wajahnya familiar banget gumam Luna dalam hati. Hana tidak tinggal diam, dia pun mendekati Leon berdiri di sampingnya dengan angkuh. Seakan memberitahu kepada Luna dan Sarah jika dia adalah Tunangan Leon.
“ lebih baik lo bedua segera angkat kaki dari hotel punya tunangan gue, kalo mo menjajakan diri bukan di sini tempatnya” hina Hana pada Luna dan Sarah.
“Apa lu bilang? Jangan sampe ya tu mulut Gue sumpel pake ini” Sarah tersinggung dengan hinaan Hana, dia meraih sebelah sepatu high hellsnya lalu mengarahkan ke Hana.
__ADS_1
Leon geram dengan tindakan Hana, dia lalu menatap dingin ke arahnya, dia lalu mengode ke arah Alex untuk mengamankan Hana.
“HANA.... Lebih baik kamu diam, atau sekarang juga kamu balik ke IN” Leon menatap tajam membuat Hana terdiam seketika.
“is the general manager of this hotel running another job so that women like them can freely enter and do transactions in this hotel ( general manager, apa hotel ini menjalankan pekerjaan lain sehingga perempuan seperti mereka bisa bebas masuk dan melakukan transaksi di hotel ini)” tanya Leon pada general Manager hotel. Luna merasa sangat kesal akan kembali menantang Leon, tapi Sarah memegang tangannya memperingati untuk tidak bertindak atau menentang Leon.
“no... No young master. We don't allow that kind of thing to happen here (tidak... Tidak tuan muda. Kami tidak membiarkan hal semacam itu berlaku di sini)” ujar General Manager gugup, terlihat dahinya basah oleh keringat dingin.
“Immediately expel these two girls from the hotel, I don't want to see girls like them hanging around this hotel (Sekarang juga segera usir kedua perempuan ini dari hotel, aku tidak mau melihat perempuan seperti mereka berkeliaran di hotel ini)” Leon memerintahkan karyawan hotel untuk mengusir Luna.
“apa lu bilang?” Luna kesal kembali menantang Leon. Sarah pun bereaksi hal yang sama, tamu-tamu yang berada di lobi penasaran ingin tahu sudah di halau oleh para petugas keamanan hotel dan body guard Leon.
“heh jangan mentang-mentang lu tampan, gagah, cute dan tajir seenaknya menghina kami” ujar Sarah tidak mau kalah. Luna menatap ke arah Sarah dengan pandangan bertanya-tanya.
“sorry keceplosan, emang dia tampan pake banget Lun ” bisik Sarah dengan wajah mupeng pada Luna yang langsung mengalihkan Tatapan dan menggeleng-gelengkan kepala.
“ Lu nggak bisa seenaknya ngusir kita yang udah bayar penuh di muka, sudah jelas banget lu dan cewek lu yang salah malah seenaknya. Hotel mewah tapi sangat buruk memperlakukan tamu” Luna pantang mengalah, dia membalas menatap tajam pada Leon.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...