
Hugo terkejut dan terpesona saat tidak sengaja melihat macbook Kiandra yang terpampang jelas beberapa CCTV yang tentunya sudah di bajak oleh Kiandra. Pada Tab Kiandra terpampang informasi tentang mobil minivan yang sedang di buntuti oleh Luna,
Ternyata ni cewek hacker juga... gumam Hugo dalam hati menatapi pekerjaan Kiandra.
“tuan Leon belok ke kiri...” ujar Kiandra sukses membuat Luna termenung sesaat,
“Leon?!” Luna menatap ke arah mobil di depannya, dia sedikit menurunkan kecepatan sambil terus memperhatikan mobil tepat di depannya.
“Aku nggak sengaja masuk ke mobil tuan Leon” ujar Kiandra menekan ear piece di telinga kanannya.
“Kenapa harus belok ke kiri? Udah jelas-jelas mobil tadi lurus ke depan” tanya Adam bingung, begitu juga dengan Leon yang kembali menatap ke arah kaca spion.
“Udah ikutin aja instruksi aku, ini keadaan yang sangat amat emergency” ujar Kiandra dengan mata masih menatap macbooknya.
“urusan kami lebih emergency dari urusan kamu, Leon nggak usah lu dengar ini cewek. Kejar tu mobil cepat” ujar Adam mengabaikan perkataan Kiandra.
“Leon ikuti instruksi nona ini” ujar Hugo mendukung apa yang di ucapkan Kiandra tersenyum manis semanis madu. Adam dan Leon saling berpandangan sejenak dengan kening berkerut,
“penyakit fackboy lu kumat lagi? Kagak liat sikon lu, kumat saat situasi yang menegangkan begini” ujar Adam tidak mengerti dengan sikap Hugo .
“gua ada alasannya, nih liat” ujar Hugo memperlihatkan video di ponsel miliknya, saat di ruang CCTV bandara dia mendapat video yang menampilkan apa yang di saksikan Luna.
Leon mengikuti instruksi dari Kiandra dan Hugo, dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
“Kia...” panggil Luna Kembali menaikkan gas motor yang di gunakannya. Motor Luna dengan lincah menyalip mobil dan kini berada tepat di belakang mobil minivan itu,
“Aku udah dapat infonya Lun, mobil itu mobil sewaan” ujar Kiandra sambil terus mencari info tentang siapa gadis yang di bawa paksa. Ketiga pria itu mendengar dengan seksama informasi yang di sampaikan Kiandra,
“Kia, kamu atur dan alihkan jalan mereka” Luna menekan rem tangan saat ada sebuah truk menghalangi jalannya.
Pengemudi mobil yang membawa Kaila memperhatikan kaca spion dan melihat mobil Leon yang mengikuti, tidak hanya mobil sebuah motor juga tampak membayangi mereka.
“bos, ada yang mengikut!” ujar penjahat pertama sambil terus membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Pemimpin penjahat itu segera meraih ponselnya untuk menghubungi anak buahnya yang lain,
__ADS_1
“halangi mereka” perintah bos penjahat masih menatap ke arah kaca spion.
Luna mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, bergerak dengan lihai mengalihkan laju motor ke jalan sebelah kanan. Pergerakan Luna tidak luput dari Leon di mana mobil yang di kendarainya hanya berjarak satu mobil dengan motor gadis cantik itu, wajah Leon terlihat sangat khawatir saat Luna harus membanting stang motornya ke sebelah kiri.
Sesuai dengan instruksi Kiandra, jarak mobil Leon dengan minivan itu hanya di pisahkan dengan sebuah truk yang melaju mengimbangi kecepatan mobil itu. Wajah tampan Leon tampak sangat khawatir, di sisi lain dia khawatir dengan adiknya Kaila dan kekasih hati yang kini berada tepat di sisi kanan mobil Leon.
“Leon... cewek itu bukannya yang pernah halangi perjalanan kita beberapa waktu yang lalu?” Adam teringat dengan motor Luna, mendengar ucapan pria di depannya Kiandra melihat ke sisi kanan mobil Leon.
“namanya Luna” ujar Kiandra pada Adam, kening Luna berkerut saat mendengar ucapan sahabatnya.
“kamu lagi ngomong ama siapa, Kia?” Luna terus memfokuskan pandangannya ke arah depan.
“ama Adam” ujar Kiandra membuat Adam dan Hugo menatap ke arah gadis manis itu.
"kamu tahu nama ku?" tanya Adam termenung mendengar ujaran Kiandra yang tersenyum misterius, gadis manis itu kembali fokus pada tab dan mengabaikan pertanyaan Adam.
Hugo dan Adam saling berpandangan, Hugo memberi isyarat untuk melihat ke ponsel milik Adam.
Bunyi pesan yang di kirim Hugo ke ponsel Adam, matanya dengan serius membaca pesan itu lalu mengalihkan pandangannya ke kaca spion yang mengarah ke bangku penumpang belakang.
Jari jemari Kiandra berhenti sejenak saat mendapat informasi dari seseorang yang di bawa paksa itu,
“Lun, aku udah dapet info cewek yang di bawa pergi itu.... cewek ituu... Eh.... nggak mungkin ini...” ucapan Kiandra terhenti saat melihat informasi yang di dapatnya. Setelah berhasil mendapat video CCTV yang sangat penting, Kiandra dengan cepat mencari data pribadi perempuan yang di bawa pergi itu. Matanya tercenung saat melihat foto yang memiliki kecocokan paling tinggi, Sebelah tangannya menggaruk kepala bingung,
“cewek itu siapa, Kia?” tanya Luna tidak sabaran, Kiandra sejenak menatap ke arah Leon yang sesekali menatap ke sisi kanannya.
Matanya menatap heran pada mobil truk di depan mereka, setiap kali mereka mencoba mendahului mobil truk itu segera menghalangi. Adam dan Hugo menyadari hal itu, Leon meraih ponselnya lalu menyerahkan pada Adam yang duduk di sampingnya.
Sepertinya mobil ini juga bagian dari orang -orang yang membawa Kaila gumam Leon dalam hati.
“hubungi body guard yang mengikuti kita di belakang, minta mereka untuk mengurus mobil truk itu” ujar Leon pada Adam yang langsung di angguki olehnya, dia segera menghubungi body guard Leon yang mengikuti di belakang mobil mewah itu.
Luna masih menunggu informasi dari Kiandra,
__ADS_1
“Kia....” Panggil Luna kembali memaksa Kiandra memberi tahu informasi yang di dapatnya,
“huuuf.... sabar dong say. Nama cewek yang di bawa paksa itu Kaila Zeline Willson, dia... “ Kiandra tidak melanjutkan ucapannya, matanya menatap ke arah Leon yang juga menatapnya dari kaca spion. Luna kini mengerti dengan nada keraguan dari Kiandra,
“Adik kandung dari cowok dingin yang lagi bawa mobil tepat di samping ku, benarkan?!” ujar Luna melihat ke samping kirinya.
“yup... smart girl” ujar Kiandra, jari jemarinya kembali menari di atas key board macbook menjalankan permintaan Luna untuk mengalihkan jalan mobil minivan itu.
Kiandra segera mengatur hingga membuat mobil minivan itu melaju di jalanan tol, para penjahat itu tidak menyadari jika GPS navigasi di mobil mereka sudah di bajak oleh gadis cantik berkaca mata itu. Senyuman smirk tersungging di bibir Kiandra membuat Hugo yang duduk di sampingnya bergidik ngeri, begitu juga dengan Adam yang melihat ke arah kaca spion di atas dash board mobil Leon. Kondisi jalanan tol terlihat lengang dan tidak teralu padat, kedua mobil itu melaju dengan sangat cepat seakan mereka berada di sirkuit balapan mobil.
Jangan pernah buat kedua cewek ini marah atau nasib bertemu dengan malaikat maut secepatnya gumam Hugo dalam hati. Leon menatap ke arah Kiandra yang sibuk dengan laptop dan tab miliknya,
“nama kamu Kiandra bukan?" tanya Leon pada Kiandra yang menatap ke arahnya lalu kembali menatap ke laptopnya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
***mohon maaf karena author baru meng update karyanya lantaran terjadinya kesalahan teknis mengakibatkan seluruh data karya author terkena virus yang cukup mengganggu.
Dengan berat hati author terpaksa mengulang seluruh cerita yang seharusnya sudah update di hari sebelumnya, mohon maaf sebesar-besarnya pada semua readers atas keterlambatan ini***.
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1