Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 48


__ADS_3

“Lu kagak liat tu si demon king senyum senang, masak lu kagak ngerti juga” bisik Adam pada Hugo yang melihat ke arah Leon. Alex ikut tersenyum smirk sambil memperbaiki letak kaca matanya, dia sedari tadi menatap ke arah tuan muda menyadari jika itu bagian rencana Leon.


Simon tampak sangat kesal dan marah dengan pernyataan Leon yang menyerang Hana, Dia berdiri dari sofa yang semula di dudukinya menatap tajam ke arah keluarga Willson.


“siapa perempuan ja**ng yang sudah kamu tiduri?” Hana tampak sangat murka.


“ jaga mulut kamu Hana, Kamu sendiri yang menjebakku. Jadi semua ini adalah kesalahan kamu sendiri” Leon menatap tajam ke arah Hana.


“Aku tidak akan pernah menjebakmu jika kamu terus menerus menunda pernikahan kita,” ujar Hana yang langsung keceplosan berkata jujur. Anita menatap ke arah Hana tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya,


“APA???!!! jadi kamu ingin menjebak putra ku? Lalu apa yang kamu ceritakan pada kami kalo Leon meninggalkan kamu sendiri di hotel dan memilih bersenang-senang dengan perempuan lain itu adalah kebohongan?” Anita menatap nanar ke arah Hana dan Keluarganya.


Gadis itu terdiam sesaat dan terlihat kebingungan, dia melihat ke arah Cintia dan Simon untuk meminta bantuan.


Dasar gadis bod*h, dia malah menggali sendiri kuburannya gumam Simon dalam hati.


“jeng Anita, maksud Hana bukan begitu... putriku...” belum selesai Cintia memberi penjelasan Anita bangkit dari tempat duduknya.


“nyonya Cintia, telinga ku masih bisa mendengar dengan sangat jelas. Anda tidak perlu menjelaskan apa pun lagi, seperti yang di katakan oleh putraku pertunangan ini di batalkan. John antar para tamu ke pintu, sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan” Anita mengambil keputusan yang mengejutkan.


“apa anda akan menutup mata atas perlakuan istri dan putra anda ini, tuan Raymond?” Ujar Simon penuh tekanan pada Raymond. Dia menatap ke arah Leon dan Anita, sebuah keyakinan dan tekad yang tak tergoyahkan terpancar di mata Leon seolah memberi kekuatan padanya.


"Anda mendengar sendiri apa yang di katakan oleh Putra dan Istri ku, sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. John antar mereka keluar” Ujar Raymond membuat Simon memendam kesal dan marah di hatinya.


John merupakan kepala pelayan di kediaman utama Willson segera melaksanakan perintah Raymond, dengan sedikit membungkukkan badannya memberi hormat dia mempersilahkan keluarga Miller untuk keluar.


Simon bisa saja membongkar apa yang selama ini dia sembunyikan dan menekan keluarga Willson, tapi Leon tidak sama dengan Raymond. Dia bisa melihat itu dari mata Leon dan tindakannya yang kini harus membuat Simon kalang kabut, karena ulah Leon dan para sahabatnya perusahaan Simon sedang berada di ujung tanduk.

__ADS_1


Mau tidak mau dia memilih mundur sebelum semuanya bertambah buruk, Simon harus segera ke perusahaannya untuk menghadiri rapat darurat dengan para pemegang saham.


“kali ini kalian nikmati saja kemenangan ini.... kita lihat nanti siapa yang akan tertawa senang pada akhirnya” ujar Simon pada Raymond yang hanya terdiam mendengar ancaman halus darinya.


“pi aku nggak mau pertunangan ini batal. Leon.. sayang aku minta maaf aku tahu aku salah, aku mohon jangan batalkan pernikahan kita” Hana tidak terima dengan pertunangannya yang di batalkan secara sepihak. Leon berdiri dari tempat duduknya, di melangkah menghampiri Hana yang menyangka jika Leon berubah pikiran.


“ Aku sudah memperingati kamu dari dulu untuk berpikir sebelum menjebak ku, sekarang kita sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun lagi” Ujar Leon menatap dingin ke arah Hana, dia melihat jari jemarinya yang masih tersemat cincin pertunangan. Jari jemari kekar itu perlahan menarik cincin pertunangan,


“Leon, kamu apa-apaan. Kenapa kamu malah melepaskan cincin pertunangan kita” ujar Hana mencoba menahan apa yang di lakukan Leon, tentu saja apa yang di lakukannya tidak berhasil. Leon membuang cincin pertunangan itu tepat di depan Hana,


“nggak... nggak bisa... kamu nggak bisa melakukan ini padaku.... hiksss...hikss,... pi...papi... lihat Leon melepaskan cincin pertunangan kami... “ Hana menangis tidak terima dan mengadu pada Simon yang terlihat semakin kesal dengan tindakan Leon.


Simon hendak berbicara kembali tapi terhenti karena ponsel miliknya kembali berdering, matanya melihat ke arah layar ponsel yang tertulis nama asistennya di sana.


“Kita kembali” Ujar Simon yang melangkah lebih dulu,


Keluarga Miller meninggalkan kediaman Willson dengan keadaan marah dan kesal, Raymond sangat tahu bagaimana sifat Simon yang tidak akan tinggal diam. Hugo dan Adam yabg duduk di sofa melambaikan tangan mereka mengantar kepergian keluarga Miller, mereka tersenyum senang karena pekerjaan kali ini sangat sukses.


“ Leon, dia tidak akan tenang begitu saja” ujar Raymond yang menatap kepergian Simon dan keluarganya.


“ Daddy tidak usah khawatir, aku akan menangani segalanya. Serahkan semuanya pada ku” ujar Leon penuh keyakinan.


Anita duduk di sofa kembali begitu juga dengan Raymond dan yang lainnya. Dokter kembali memeriksa keadaan Raymond, mereka senantiasa menunggu sampai semua pemeriksaan selesai.


“Bagaimana dokter?” tanya Leon.


“ Semuanya baik-baik saja tuan muda, transplantasi jantung yang tuan besar lakukan tahun sebelumnya sangat sukses. Sekarang jantung ini bekerja dengan baik, tolong di perhatikan asupan makanan dan juga sedapat mungkin berolah raga ringan” ujar dokter sambil menyimpan peralatan miliknya.

__ADS_1


“ terima kasih banyak dokter” ujar Anita merasa tenang mendengar penjelasan dari dokter. Setelahnya dokter itu lalu mohon undur diri untuk kembali ke rumah sakit, Alex pun di minta Leon untuk mengantar dokter itu keluar.


Adam dan Hugo tampak bernafas lega setelah melihat drama panjang dari keluarga Miller, Anita menyuruh para maid untuk menyiapkan makan siang agar putra dan sahabatnya bisa makan siang bersama.


“Leon, tentang gadis itu...” Anita menggantungkan pembicaraannya sesaat melihat ke arah suaminya, Raymond memejamkan sejenak matanya lalu tersenyum hangat memberi tahu Anita untuk bertanya lebih lanjut.


Leon tahu jika kedua orang tuanya ingin mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi,


“mom, sebelumnya Leon ingin meminta maaf pada mommy dan daddy telah membuat kecewa. Tentang gadis itu memang benar, itu semua gara-gara Hana yang menjebakku....” Leon pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi semalam.


Anita dan Raymond merasa sangat bersalah atas nama putra mereka pada Gadis itu, Leon pun menyampaikan maksudnya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya pada Gadis yang tidak lain adalah Luna.


Raymond dan Anita saling berpandangan, ada rasa bangga di hati mereka terhadap Leon yang berani bertanggung jawab atas perbuatannya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2