
Tangan kanan Hana meraih kunci itu dan menatapnya lama,
“kunci apa ini?!” ujar Ha a bertanya pada dirinya sendiri, Dia terus memperhatikan kunci itu dengan seksama.
Dari kelihatannya ini kunci sebuah kotak deposit, apa mungkin..... Apa mungkin papi punya uang simpanan rahasia? Mungkin saja uang itu sangat banyak hingga bisa menutupi semua hutang pada rentenir itu dan gue bisa secepatnya pergi dari tempat terkutuk ini gumam Hana dalam hati memiliki harapan besar jika Simon meninggalkan uang dalam jumlah besar.
“ yes... Akhirnya aku dan mami bisa bebas dari tangan rentenir itu, aku harus cek secepatnya” ujar Hana merasa senang. Dia kembali memeriksa kotak dan mencari informasi tentang keberadaan kotak deposit itu, Hana menemukan sebuah amplop yang pada bagian depan sebelah atas kanannya tertera nama sebuah bank besar. Dia lalu menyimpan amplop itu dalam tas miliknya, senyuman manis terlukis pada bibirnya saat membayangkan jumlah uang simpanan yang akan membebaskan dirinya juga Cintia.
***
Pagi harinya dengan semangat dan harapan baru di hati Hana melangkah menuju bank besar yang tertera pada amplop di pegangnya, senyuman hangat tidak lepas dari bibirnya. Dia keluar dari apartemen mewah yang di berikan oleh rentenir yang menyukainya, Hana melewati para penjaga yang menatap lama ke arahnya.
Mereka saling berpandangan satu sama lain dan hanya mengode saling menggelengkan kepala, para body guard itu hendak melangkah mengikuti Hana namun langkah mereka terhenti saat perempuan itu menatap ke arah mereka. Tatapan itu mengisyaratkan untuk tidak mengikuti dia, setelah memastikan jika tidak ada yang mengikuti Hana melanjutkan untuk pergi ke bank yang di tujunya.
Keluarga Willson dan Young sun tampak sibuk dengan persiapan pesta pernikahan yang sebentar lagi akan di gelar, sebuah hotel ternama yang di bangun di atas bukit ternama dengan pemandangan indah di kota JK di pilih menjadi tempat pesta pernikahan Leon dan Luna. Pemandangan indah dengan view air terjun di belakang lokasi pesta menjadi alasan Luna meminta acara pestanya di adakan di ruang terbuka, para karyawan tampak sibuk menyusun meja dan bangku serta menghiasinya.
Hana baru saja masuk ke dalam sebuah bank besar, dia di sambut ramah oleh petugas keamanan yang membantu membukakan pintu. Hana memperlihatkan kunci yang di pegangnya pada petugas keamanan yang langsung mengerti dan mengantarnya menuju sebuah ruangan, setelah memasuki dan mempersilahkan Hana duduk di kursi yang tersedia petugas itu keluar dan menemui seseorang yang memegang wewenang kotak deposit.
Tidak lama petugas itu datang ke ruangan Hana yang menunggu dengan sabar,
“selamat pagi nona, ada yang bisa saya bantu?” tanya petugas itu ramah. Hana lalu mengeluarkan amplop dan kunci temuannya di atas meja kaca yang tersedia.
“aku menemukan ini (menunjukkan amplop dan kuni deposit) dari beberapa barang peninggalan papi, bisa kamu jelaskan?” tanya Hana penasaran. petugas itu lalu membaca surat yang di keluarkannya dalam amplop coklat itu, dia tersenyum ke arah Hana.
“apa yang tertulis dalam surat ini memang benar nona, ini adalah kunci kotak deposit milik tuan Simon. sebentar kami akan mengantar nona ke kotak deposit milik tuan” ujar Petugas itu yang memimpin langkah menuju ruangan lainnya. Sepanjang menuju kotak deposit milik Simon, petugas itu menjelaskan perihal surat dan kunci yang di pegang Hana.
__ADS_1
Petugas itu melangkah menuju sebuah ruangan besar dengan beberapa rak besi yang kuat, dia juga mengeluarkan kunci dari kantong jas miliknya. Tidak lupa petugas itu menyamakan nomor seri kotak deposit milik Simon dengan yang tertera pada surat di bawa Hana, petugas itu menemukan kotak deposit milik Simon.
Kini Mereka berdua berdiri tepat di depan kotak deposit, mata Hana melihat dua buah lubang kunci berada tepat di depan laci itu.
“nona, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya kotak deposit ini akan terbuka saat kita memutar kunci secara bersamaan. Anda bisa melihat lubang kunci ini (menunjukkan lubang kunci yang berada tepat di depan Hana) anda masukkan kunci yang anda miliki ke lubang kunci bagian sana, dengan aba – aba dari saya kita akan memutar kunci ini secara bersamaan” ujar Petugas itu yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Hana.
“ Baiklah nona, silahkan” ujar petugas itu meminta Hana memasukkan kunci miliknya.
“satu.... Dua.... Tiga...”aba – aba petugas itu terdengar, Hana langsung memutar kunci itu di hitungan ketiga.
Cekleeek.....
Terdengar suara bergema dari kotak deposit yang terbuka, petugas itu lalu membuka pintu kecil dan menarik sebuah kotak dari dalam sana. Hana terus memperhatikan apa yang di lakukan oleh petugas, tangan petugas itu kembali menyimpan kunci utama pada saku kemejanya.
“nona, tentunya anda membutuhkan privasi saya akan meninggalkan anda di sini. Jika anda membutuhkan apa pun anda bisa mencari saya di luar ruangan” ujar petugas itu pamit yang langsung di angguki oleh Hana.
“baiklah, terima kasih” ujar Hana senang, kedua tangannya memegangi kotak itu dengan mata berbinar – binar. Dia menatap petugas itu yang melangkah keluar ruangan, setelah itu Hana memperhatikan seluruh ruangan untuk memastikan jika dia hanya sendirian.
Hana lalu membuka kotak yang ada di hadapannya, dia termangu sejenak saat menatap isi kotak itu. Rona bahagia yang tergambar di wajahnya mendadak mendung saat menatap isi kotak yang hanya menyimpan beberapa file dan sebuah usb lama, Hana masih tidak putus asa membaca setiap file yang ada di dalam kotak deposit itu.
Sebuah foto terlampir pada file yang di pegang Hana, dia membaca dengan cermat profil pribadi pada kertas di samping foto itu.
“Choon He....” ujar Hana, kertas itu di baca olehnya sampai lembaran terakhir.
“Meninggal di tempat karena pendarahan serius...” Hana lalu membuka file lainnya membaca setiap kata yang tertera di sana.
__ADS_1
“James... Meninggal tidak beberapa lama setelah perempuan ini.... Apa ini?! Pendonoran jantung...” Hana semakin kebingungan saat menatap file yang fi pegangnya.
Siapa mereka ini? Kenapa papi menyimpan file mereka di deposit boks? Gumam Hana dalam hati kebingungan menatap kedua file itu. Matanya menatap ke arah usb yang masih berada dalam kotak itu,
“sepertinya semua jawaban dari pertanyaan yang aku pikirkan ada di dalam sini” ujar Hana pada dirinya sendiri. Usb serta file itu di masukkan Hana dalam tas miliknya, dia segera mengembalikan kotak deposit itu pada tempatnya dan menemui kembali petugas yang bertanggung jawab.
Hana lalu melangkah pulang kembali ke apartemen di kawasan elit dengan membawa file serta usb di dalam tasnya, rasa penasaran berkecamuk di dalam benak harus di tahannya sampai dia berada di apartemen. Hana bahkan meminta supir taksi untuk mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi agar dia secepatnya sampai di tujuan.
......................
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
mohon maaf karena beberapa bulan yang lalu Author tidak update karya, Lantaran di karenakan Author harus berehat sejenak sembari mencari ide - ide cerita.
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1