Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 61


__ADS_3

Mobil mewah milik Leon memasuki pelataran perusahaan Alden, penampilan Leon benar-benar membuat kaum hawa ketar ketir. Buah baju kemejanya bagian atas terbuka, dasi yang di gunakan untuk mengikat tangan Luna di simpannya dalam saku jas. Kaki Leon yang panjang melangkah melewati lobi perusahaan besar itu. Karyawan perusahaan menyambut dan memberi hormat dengan membungkukkan sedikit tubuh mereka.


Kedatangan Leon yang berpenampilan berbeda dari biasanya menjadi pusat perhatian bagi perempuan dan pria setengah jadi, dada bidang yang sedikit terlihat dan dasi yang tidak terpasang membuat para perempuan meleleh. Bahkan ada beberapa mereka tidak sengaja menabrak satu sama lain, para pria setengah jadi menggigiti jari telunjuk menatap Leon yang melewati mereka.


Dalam pandangan mereka Leon yang sedang melangkah di lobi itu seolah bergerak dengan gerakan slow motion, gaya jalan yang maskulin membuat para kaum hawa tidak berhenti menatap. Atmosfer kedatangan Leon dan Alex bagaikan air mata oasis memancar memberikan kesegaran bagi pengelana yang tersesat di gurun cinta (yaaa salaam).


Leon dan Alex kini berada di depan lift khusus untuk Leon, sebelah tangan Alex menekan tombol di dinding samping lift. Pintu lift terbuka, Leon dan Alex masuk ke dalam lift itu secara bergantian. Alex segera menekan tombol untuk menuju lantai teratas.


Leon mengeluarkan ponselnya membuka kode kunci di layar ponsel canggih itu, jari tangannya bergerak mencari-cari sesuatu di sana. Dia segera menekan tombol panggilan untuk menghubungi Hugo sahabatnya, tidak butuh berapa lama sambungan telepon itu terhubung.


“what’s up bro?! Ternyata masih ingat lu ama kita setelah ketemu ama Nona cantik tu.... By the way ntu cewe...” ucapan Hugo langsung di potong oleh Leon.


“ segera sebarkan ke seluruh dunia maya, buat berita itu heboh dan tidak ada yang bisa menurunkannya” Leon menatap lurus dan tajam ke arah pintu lift yang masih tertutup. Alex sedikit melonggarkan dasinya saat mendengar perintah tuan mudanya, memperbaiki letak kaca mata di wajahnya.


Kali ini keluarga Miller tidak akan bisa mengambil tindakan apa pun, sepertinya nama Miller akan segera menghilang dari kota dan negara ini gumam Alex memperhatikan tuan mudanya yang baru saja menyelesaikan teleponnya.


Lift berhenti di lantai teratas perusahaan, pintu lift terbuka secara otomatis Leon dan Alex keluar dari lift melangkah menuju ruang milik Leon. Pada pintu ruangan itu tertulis CEO perusahaan Alden W. Corp., Di depan ruangan itu Sekretaris tampak sibuk menjamu beberapa kolega yang sedari tadi sudah datang.


Mereka langsung berdiri dari kursi mereka menyambut kedatangan Leon dengan berjabat tangan satu persatu. Seterusnya Leon berdiri di depan mereka semua,


“Selamat pagi tuan-tuan. Maafkan aku sedikit terlambat karena ada sesuatu hal yang harus saya lakukan...” ujar Leon penuh wibawa. Alex memicingkan sedikit matanya ke arah Leon,


Ya.... Sesuatu yang akan membuat iri kaum jomblo seperti saya... Gumam Alex menyindir Leon dalam hati.


Tampilan Leon yang berbeda membuat para kolega saling berpandangan, yang mereka dengar dan ketahui Leon adalah sosok pria yang selalu memperhatikan penampilannya. Namun mereka tampak heran dengan penampilan Leon saat ini, pria gagah itu menyadari tatapan kolega itu.


“Saya tahu anda bertanya-tanya gerangan apa yang telah terjadi, hingga membuat saya datang dengan penampilan seperti ini?” tebak Leon yang seolah membaca pikiran koleganya.


“ maaf tuan Leon, kami hanya penasaran apa yang sudah terjadi pada anda?” tanya salah seorang kolega yang begitu penasaran.

__ADS_1


“ saya datang seperti ini karena ulah dari singa betina yang sangat liar, jadi saya harus menjinaknya terlebih dahulu” ujar Leon teringat dengan gadis cantik yang tidak lain adalah Luna.


“sepertinya singa betina itu sangat liar, dia bahkan berani membuat anda terluka di bagian sini” ujar kolega lainnya yang seorang wanita karier. Padangan matanya terus memperhatikan Leon yang terlihat gagah, maskulin dan hot, sebelah tangan Leon memegangi leher yang terluka oleh ujung belati Luna yang kini masih menamcap di dshboard mobil Leon.


Senyuman hangat dan nackal kembali tersungging di bibir pria tampan itu, teringat olehnya wajah kesal Luna yang terlihat imut.


“singa betina itu tidak hanya liar, dia juga sangat menarik dan juga langka” ujar Leon sejenak termenung mengingat apa yang sudah di laluinya bersama dengan Luna.


di perpustakaan kampus, Luna dan Kiandra tengah mempelajari beberapa buku yang berguna untuk penyelesaian tugas mereka.


Hatsyiiiiim....


Luna mendadak bersin, sebelah tangannya menyeka hidungnya berkali-kali yang terasa gatal.


"kenapa Lun? apa kamu sakit?" Bisik Kiandra sambil memperhatikan perpustakaan yang tidak begitu ramai.


"eh... eh... eh kalian udah liat belum berita yang baru masuk"


"aku udah liat, ternyata pertunangan mereka batal"


"apa itu benaran apa cuma Hoax?"


Para Mahasiswa tampak sibuk berkomentar tentang berita di dunia maya yang sudah trending, Mata biru Luna terbuka lebih lebar saat membaca berita tentang batalnya pertunangan Hana dengan Leon.


jadi ini maksud dari cowok breng**k itu, Gue kira dia cuma sembarangan bicara, tapi ternyata... gumam Luna dalam hati teringat dengn apa yang di katakan oleh Leon.


Dengungan suara bergema di perpustakaan itu membuat para mahasiswa lain yang tengah belajar dengan serius menjadi terganggu.


Kiandra yang duduk di samping Luna juga ikut mengomentari dan bertanya-tanya dengan kebenaran berita yang tersebar di dunia maya.

__ADS_1


"Lun... apa berita ini benaran ato cuman hoax ya?" bisik Kiandra dengan kekepoan tingkat tinggi.


"jiaa si oneng... kagak nyambung lagi kamu nanya ke aku. yang tunangan siapa yang malah di tanya siapa" bisik Luna cuek bebek hendak berdiri dari tempat duduknya.


"woi markonah... belum juga tua udah pikun ni anak. bukannya tadi sebelum nyampe di sini kamu ketemuan ama Leon. Pastinya kamu dapet informasinya" bisik Kiandra menahan tangan Luna, memaksanya kembali untuk duduk.


Luna duduk terburu-buru hingga membuat bangku yang di dudukinya mengeluarkan suara berdecit.


"Kalau mau bicara di luar sana , di sini perpustakaan bukan pasar untuk tempak kalian bergosip atau saling bertukar Infotmasi" terdengar peringatan keras dari pengawas perpustakaan, merasa kesal mendengar dengungan gosip dan suara gaduh yang tidak sengaja di buat oleh Luna.


Mata indah itu memicing tajam ke arah Kiandra yang hanya tersenyum nackal dengan dua jari terangkat, tanpa mengeluarkan suara dia mengatakan 'peace my baby'. Mata di balik kaca mata Kiandra berkali-kali mengerjap, tidak lupa dia segera memperlihatkan wajah super duper imutnya.


Luna mengalihkan pandangannya dengan tatapan malas ke arah lain, dia sama sekali tidak bisa marah pada sahabatnya. Senyuman manis tersungging di bibirnya yang di poles lipbam menambah aura kecantikan hakiki Luna, saat Kiandra kembali berpose imut dengan kedua tangan terkepal berada tepat di samping pipinya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all

__ADS_1


__ADS_2