
Kiandra menatap laptop miliknya yang terlihat sedikit ada gangguan, dia lalu mengecek ke dalam tas miliknya mencari sesuatu di dalam sana. Dia teringat dengan salah satu alat miliknya tertinggal di dalam kamar yang berada di samping kamar Luna, Kiandra berdiri dari tempat dia duduk dan meletakkan Laptop dalam keadaan terbuka di atas ranjang.
“Lun... Aku ke kamar bentaran, yak” ujar Kiandra melangkah menuju ke pintu kamar.
“ oke... “ ujar Luna dengan sebelah tangannya memberi kode.
Kiandra keluar dari kamar Luna melangkah menuju Kamar miliknya, diam – diam tepat di sisi lain kamar Luna ada mata yang mengintip di balik tembok yang cukup tersembunyi. Pemilik mata itu tak lain adalah Hana, dia berhasil menyusup ke dalam hotel dengan bantuan dari rentenir yang menyukainya. Orang – orang rentenir itu berhasil menculik salah satu karyawan hotel yang akan pergi bekerja, dengan memperlihatkan uang yang sangat banyak karyawan itu berhasil ditaklukkan.
Hana memakai seragam petugas itu dan menggunakan master key card, bersembunyi di sebuah kamar yang berada di sisi lain kamar Luna. Dia memperhatikan setiap pergerakan dari balik tembok yang tentunya jauh dari jangkauan CCTV, Hana menunggu dengan sabar dan segera bertindak saat melihat Kiandra keluar dari kamar Luna.
Kesempatan gue... gumam Hana dalam hati segera membuka pintu kamar itu, dia segera masuk dengan menggunakan master card key. Mendengar pintu yang terbuka sontak membuat Luna dan lainnya menatap ke arah pintu, dia menatap heran pada perempuan yang di kiranya adalah petugas hotel.
“Hana“ ujar Luna menatap ke arah Hana yang berdiri mematung, para MUA dan asisten lainnya menatap bingung ke arah perempuan itu.
“gue mo bicara penting ama lu” ujar Hana menatap Luna, raut wajahnya terlihat sedih.
Gue yang harusnya make tu gaun dan bersanding di samping Leon, tapi semuanya hancur gara – gara cewek ini gumam Hana dalam hati menatap Luna yang membalas menatapnya dengan bersikap waspada, Luna mengode ke arah Mua dan para asisten untuk meninggalkan mereka sejenak.
Mua dan para asistennya undur diri meninggalkan Luna dengan Hana sendirian di kamar itu,
“to the point, lu mo ngomong apa?” ujar Luna membuyarkan lamunan Hana.
__ADS_1
“Okay, gue langsung pada intinya, kedatangan gue ke sini buat ngasih ini ke elu (memperlihat flashdisk di genggam) Lu lihat dan lu akan tau bagaimana wajah dari keluarga yang akan lu masuki?!” ujar Hana memberikan flash disk itu pada Luna, sejenak mata biru cantik itu menatap ke arah flash disk dengan tatapan curiga. Mata itu kembali menatap ke arah wajah Hana yang terlihat yakin dan percaya diri
“apa yang buat lu yakin gue bakalan melihat ini? Bisa saja ini cara dan karangan lu buat pernikahan ini batal, bukan?! “
“Itu semua terserah lu mau percaya atau kagak, gue hanya menunjukkan wajah asli dari keluarga Leon” Hana terlihat sangat yakin membuat Luna sedikit goyah, mata biru itu terus menatap tajam ke arah flashdisk di tangan Hana ada rasa penasaran dengan apa yang ada di dalam flashdisk itu.
Luna tetap terus waspada lalu tangannya meraih ke arah flashdisk sambil menatap ke arah Hana,
“ lu boleh percaya atau tidak, tapi tujuan gue datang ke sini untuk memberi tahu kebenaran tentang daddy dan grandpa Leon ” ujar Hana kembali membuat Luna langsung menatap ke arahnya dengan tatapan penuh tanya.
“Maksud lu?! Kenapa lu menyinggung tentang grandpa Leon?!” tanya Luna semakin penasaran.
“ lu liat aja isi flashdisk itu, semua pertanyaan di benak lu bakalan ke jawab semua” ujar Hana membuat Luna segera mengambil telepon di kamar itu, dia menanyakan informasi di mana bisa menggunakan komputer atau laptop.
“ayo, tunggu apa lagi?! “ ujar Luna membuka pintu lalu melangkah keluar kamar, Hana mengikuti dari belakang dengan berbagai pertanyaan di benaknya.
Aku tidak mau mengambil resiko dengan memasang flashdisk ini ke perangkat yang ada di kamar, bisa saja ini perangkap... Aku harus lebih berhati – hati lagi gumam Luna dalam hati sedikit melirik ke arah Hana, dari sudut matanya terlihat raut wajah Hana yang kebingungan dan penasaran.
Mereka melangkah menuju lift yang kebetulan berhenti di lantai itu, beberapa tamu tampak keluar dan melewati kedua perempuan itu. Para tamu tampak terkesima saat melihat penampilan Luna yang terlihat cantik mengenakan gaun pengantin, rambutnya di sanggul dengan gaya modern menambah kecantikan Luna yang tak terbantahkan.
Bahkan beberapa tamu pria yang datang bersama dengan pasangannya tidak berhenti menatap ke arah Luna, hal itu membuat para pasangan mereka marah dan kesal. Hana merasa kepedean mengira para tamu itu terpesona padanya, dia tersenyum smirk menatap ke arah tamu yang sudah di tarik paksa oleh pasangannya.
__ADS_1
Luna mengabaikan tatapan para tamu juga Hana yang begitu pede dan memilih masuk ke dalam lift lebih dulu, tangan Luna memencet tombol yang berada di dinding lift menuju lobi hotel.
“Tungguin gue...” ujar Hana yang bergegas masuk ke dalam Lift di mana Luna menekan tombol agar pintu lift itu tidak menutup, Luna menatap sejenak ke arah Hana yang memasang wajah tidak senang.
Keheningan tengah berlaku di dalam lift itu di mana Hana dan Luna larut dalam pikiran masing – masing, mata Luna menatap lama ke arah Flashdisk yang ada di tangannya.
*****
Kiandra kembali ke kamar Luna dan mendapati kamar itu kosong, dia lalu melihat ke arah balkon kamar namun tak menemukan Luna di sana. Dia berpikir jika Luna berada di kamar mandi yang pada saat itu pintu kamar itu dalam keadaan tertutup, Kiandra lalu mengetuk sambil memanggil nama Luna.
Tok... Tok... Tok...
“Luun... Kamu di dalam? “ panggil Kiandra sambil mengetuk pintu kamar mandi, hening tak ada sahutan dari dalam kamar mandi itu. Kiandra lalu membuka pintu dan mendapati kamar mandi itu kosong melompong,
“Luna kemana, ya? “ tanya Kiandra pada diri sendiri penasaran, dia lalu mencoba menghubungi ponsel milik Luna.
Drrrtttt..... Drrrtttt.... Dddrrrrt...
Mata Kiandra menatap ke arah ponsel Luna yang tergeletak begitu saja di atas meja rias,
Ponsel Luna di sini? Tidak biasanya Luna meninggalkan ponselnya begitu saja gumam Kiandra dalam hati semakin penasaran ke mana perginya sang pengantin wanita, dia terkejut dan hampir menjatuhkan ponsel milik Luna saat tiba-tiba ponsel itu bergetar.
__ADS_1
“Sh*t... hampir aja jatuh..” ujar Kiandra sambil memperhatikan layar di ponsel Luna, pada layar itu tertulis nama Reynold yang tengah berada di luar negara.