Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 176


__ADS_3

“ sigh.... (menghela nafas panjang) semoga Luna selalu di beri kedamaian serta ketenangan di alam sana” ujar Anita dengan raut wajah yang sama dengan Raymond.


“( tersenyum hambar) aku sama sekali tidak menduga akan merindukan si manusia arrogant itu, raut wajah kedua anak itu terlihat sangat mirip dengan Leon” ujar Anita mengingat Leon di masa kecil, Raymond menatap ke arah istrinya.


“Suamiku.... Apa menurutmu ada kemungkinan Luna.... “ ucapan Anita kembali terhenti dengan sinaran mata yang menatap penuh arti.


“ istriku... Kita sendiri mendengar betapa sedihnya keluarga Young Sun dengan meninggalnya Luna, bahkan Baron sama... “ ucapan Raymond terhenti saat mengingat kejadian di masa lampau, Anita terdiam dengan raut wajah sedih. Dia lalu menatap kembali sambil tangan memegang suaminya untuk memberi semangat, Raymond menganggukkan kepala perlahan.


Perasaan kedua pasangan itu terusik dengan pertemuan yang tidak di sangka – sangka, ada perasaan kedekatan serta kasih sayang untuk para si kembar Hyuna dan Hyuga. Di tengah kegalauan pasangan itu Asisten pribadi Raymond menghampiri dan memberi tahu jika kendaraan mereka sudah terparkir di pelataran Bandara, pasangan itu lalu di arah dan di kawal menuju pelataran bandara.


*****


Matthew tengah menatap para si kembar yang asyik dengan dunia mereka, Hyuga terlihat asyik dengan sesuatu yang ada pada layar tab canggih miliknya. Hyuna terlihat asyik bernyanyi sambil memperhatikan pemandangan di luar jendela mobil,


“Apa yang sedang di lakukan putri kecil, daddy? Apa ada sesuatu yang menarik di luar sana?” tanya Matthew membelai kepala Hyuna yang langsung menatap ke arahnya.


“ada 253 mobil belwalna putih, 55 mobil belwalna merah.... Dan.. Eee.... “ ucapan Hyuna membuat Matthew tersenyum, dia merasa sangat bangga dengan kepintaran si kembar.


Hyuga sangat sering memberi permainan pada Hyuna yang dapat dengan cepat merekam apa saja yang di lihat dan di pelajari, contohnya saja saat mereka dalam perjalanan pulang kembali ke mansion Matthew. Hyuga menyuruh Hyuna untuk menghitung jumlah dan warna mobil,


“Una capek.... daddy peluk” ujar Hyuna manja pada Matthew, Hyuga sejenak menatap ke arah adiknya yang menyandarkan kepala ke dada bidang daddy mereka.

__ADS_1


Mata Hyuga sangat jeli menangkap raut wajah sendu dari Matthew yang masih menatap ke arah Hyuna sambil membelai kepalanya,


“Ada apa daddy? Kenapa daddy terlihat sedih? “ tanya Hyuga segera meletakkan tab miliknya di bangku penumpang, Matthew menatap ke arah Hyuga yang sangat penasaran.


“una uga lihat daddy cedih saat beltemu engan kakek nenek tadi” ujar Hyuna ikut menatap ke arah Matthew yang membelai wajah imutnya.


Mereka sangat cerdas dan sangat jeli, walau bagaimana pun kebenaran itu di tutupi cepat atau lambat mereka akan tahu jati diri mereka sebenarnya gumam Matthew dalam hati terlihat sedih.


“daddy, ada apa? Apakah sedihnya daddy berkaitan dengan mereka juga mommy?“ tanya Hyuga semakin penasaran membuat Matthew terkejut langsung menatap ke arahnya, mata Matthew tercenung saat Hyuga memegangi tab.


Pada layar tab terlihat artikel berita tentang keluarga Willson, batalnya pernikahan serta kematian Luna, Hyuga dan Hyuna menatap intens ke arah Matthew menunggu jawaban.


“kenapa kakek buyut berbohong dan memberitahu jika mommy sudah meninggal?” tanya Hyuga kembali, Matthew menatap tab itu.


Matthew lalu mengajak si kembar turun dari mobil, mereka bertiga berjalan – jalan sambil menikmati es krim yang baru saja mereka beli. Mereka bertiga lalu duduk di sebuah bangku taman, Matthew duduk di antara Hyuga dan Hyuna yang masih menikmati es krim kesukaan mereka.


“kalian sangat pintar dan cerdas, kalian sudah bisa mengambil keputusan tentang apa yang akan daddy ceritakan pada kalian. Awalnya daddy ingin mendapatkan persetujuan dari mommy kalian sebelum menceritakan ini semua, tapi... Baiklah daddy akan menceritakan apa yang daddy ketahui... “ ujar Matthew yang langsung menceritakan kejadian lima tahun lalu, si kembar mendengarkan dengan seksama tanpa menyela.


Hyuga diam seribu bahasa terlihat berpikir dan menelaah setiap perkataan dari daddynya, berbeda dengan Hyuna yang sibuk dengan es krimnya. Sekitar dua puluh menit Matthew menceritakan peristiwa lima tahun yang lalu,


“.... Hanya itu yang daddy ketahui, daddy kandung kalian sebenarnya adalah Leon Alden W. Kakek dan nenek yang kita temui tadi kemungkinan besar adalah kakek dan nenek kandung kalian” ujar Matthew memandang pemandangan taman kota, Hyuga terkejut dengan penuturan Matthew dan langsung menatap ke arahnya. Berbeda dengan sikap saudara kembarnya Hyuna terlihat tenang,

__ADS_1


“Lalu di mana om Leon cekalang?! “ tanya Hyuna menatap Matthew, tangan mungilnya sudah berlepotan dengan es krim. Matthew lalu mengambil sapu tangan dari saku jas bagian dalam yang di kenakannya, dengan lembut dia membersihkan tangan Hyuna.


“sayang... bukan om... tapi dia juga daddy kamu... daddy tidak tahu di mana dia sekarang, daddy tidak berani mencari informasi atau memberi tahu tentang kalian juga mommy pada daddy Leon. Tentu kalian tahu apa penyebabnya, bukan?” ujar Matthew mengingatkan Hyuga dan Hyuna dengan sikap Luna saat marah.


Matthew sejenak menatap ke arah si kembar, raut wajahnya terlihat sendu.


“kalian berdua pasti sangat kecewa jika daddy bukanlah daddy kandung kalian? “ ujar Matthew sedih, Hyuga dan Hyuna saling menatap lalu kembali melihat ke arah daddy mereka.


“kami....” Hyuga terlihat bingung, di dalam benaknya Hyuga masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Penjelasan dari Matthew sama sekali tidak menuntaskan rasa penasaran di hatinya, Hyuna menatap saudaranya yang terdiam.


“Hyuna cayang Daddy,” ujar Hyuna langsung memeluk tubuh Matthew, pelukan itu langsung di balas dengan kasih sayang oleh Matthew. Hyuga tercenung mendengar penuturan saudarinya, namun di usianya yang dini serta kecerdasan di atas rata membuat dia menyadari jika selama ini dia sama sekali tidak pernah kekurangan apa pun.


Kasih sayang yang di berikan Matthew sangat tulus sehingga membuat si kembar tidak kehilangan sosok seorang ayah, mereka sangat menyayangi Matthew begitu juga dengan Luna.


Sejak Luna mengandung hingga melahirkan para si kembar Matthew senantiasa selalu di sampingnya, perhatian serta kasih sayang tulus Matthew perlahan mengobati hati Luna yang terluka. Mendapat jawaban serta lampu hijau membuat Matthew membulatkan tekad untuk melamar Luna, tepat Di ulang tahun ke empat Hyuga dan Hyuna Matthew berhasil mempersunting perempuan cantik yang sudah mengisi hatinya.


Matthew berani mengambil langkah menikahi Luna agar si kembar memiliki status yang jelas, langkah serta keputusan besar untuk menyelamatkan Luna serta bayinya dari gunjingan netizen yang terus mempertanyakan dia dan juga keberadaan suami Luna sesungguhnya.


Keputusan Matthew mendapat dukungan juga restu penuh dari Hans serta Baron, mereka pun mengadakan pernikahan secara sederhana dengan di hadiri Baron, Hans, Jason, Alberto dan Ian.


Matthew menatap jam di pergelangan tangannya, hari sudah memasuki jam waktu makan siang.

__ADS_1


“sebaiknya sekarang kita pulang atau Mommy kalian akan khawatir dan menunggu di depan pintu” ujar Matthew pada si kembar, Hyuna langsung merentangkan tangannya meminta untuk di gendong.


__ADS_2