Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 22


__ADS_3

“ Baik nona” Jason memberi hormat dengan sopan.


“ o ya lupa, jangan dekati kandang si Ratu. Sepertinya dia lagi sensitif sekarang,” Luna teringat dengan hewan peliharaan di belakang rumah mewah miliknya.


Kiandra berdiri d belakang Luna dan Jason, di mulutnya masih tergigit roti yang belum habis. Dia teringat dengan hewan kesayangan Luna yang beberapa hari sebelum kepulangan Luna tampak gelisah dan mengaum.


“emang si ratu kenapa Lun?” Tanya Kiandra sambil menekan remote mobil baru miliknya, masuk dan duduk di belakang kemudi.


“belum pasti, tapi dari gelagat yang aku liat sepertinya Ratu lagi ‘pengen’....” Luna duduk di samping pengemudi setelah Jason membuka pintu mobil.


“oooo.... Jason alat yang di kasih Luna tolong di simpan di ruang kerja ya” Pinta Kiandra.


“baik nona Kiandra”


Jason menutup pintu mobil setelah memastikan Luna duduk dengan aman.


"bagaimana dengan makanan Ratu nona?” Jason sedikit membungkukkan tubuhnya.


" kasih seperti biasa, tapi jangan masuk ke kandangnya” Luna memasang sabuk pengaman.


“baik nona, hati-hati di jalan” Ujar Jason, Kiandra menyalakan mesin mobilnya dan melajukan menuju kampus mereka.


***


Pagi di kampus UIN....


Suasana kampus sudah ramai, beberapa mahasiswa tampak berlalu lalang di area kampus. Sebuah mobil sport keluaran terbaru memasuki halaman kamus, kedatangan mobil itu menyita perhatian seluruh mahasiswa. Baik mahasiswa dari kalangan jetset dan elit hingga mahasiswa biasa-biasa saja.


Pintu mobil sport itu terbuka, seorang perempuan cantik dan seksi tidak lain adalah Hana Miller keluar dari mobil itu. Beberapa pria tampak melirik ke arah Hana tampak begitu menawan dan seksi, hari itu adalah hari pertama Hana berkuliah di sana.


Hal itu terpaksa di lakukannya karena Leon yang menunda pernikahan mereka, dengan berbagai alasan di utarakan olehnya. Kedua keluarga terpaksa menunda pernikahan Leon dan Hana, tentu saja hal itu membuat Simon tidak senang dan terpaksa menyetujui.


Simon tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendapat tangkapan besar, dia meminta Hana untuk berkuliah di IN sambil dia merencanakan untuk membuat pernikahan itu segera terwujud.


“Hanaaa...” terdengar oleh Hana seseorang memanggil namanya. Matanya mencari-cari asal panggilan itu, dia melihat dua perempuan berjalan menghampirinya.

__ADS_1


“hi Abby... Silvia....” sapa Hana sambil bercipika cipiki dan memeluk hangat. Dua perempuan yang tidak lain Adalah Abby dan Silvia sahabat terdekat Hana, mereka mendapat kabar jika sahabatnya ini akan berkuliah di kampus dengan jurusan yang sama.


“seneng banget gue, kita dapat kumpul bareng lagi” Silvia tampak senang bertemu dengan Hana.


“gue juga senang, apa lagi saat gue tahu dari Silvi lu ngambil jurusan yang sama ama kita” Ujar Abby membuat kening Hana berkerut heran bercampur bingung. Dia sama sekali belum memberi tahu pada kedua sahabatnya.


Loh dari mana Silvi tahu gue bakalan ngampus bareng, perasaan gue blom ngasih tahu siapa pun gumam Hana bingung sambil menatap ke arah Silvia.


Pengakuan Abby dan tatapan Hana membuat Silvia sedikit gugup, dia segera bersikap sewajar mungkin agar Hana tidak curiga padanya.


“silvi, lu tahu gue bakalan ngampus di sini dari siapa. Seingat gue.... gue belum ngasih tahu siapa pun, apa lagi ke elu” Hana menatap ke arah Silvia dheran.


“itu... Itu... sebelum lu balik dari **, Beberapa hari yang lalu gue ketemu ama nyokap lu di mall. Trus tante ngasih tahu gue kalo lu bakalan ngampus bareng kita” ujar Silvia sedikit gugup, dia harus memutar otaknya untuk mengalihkan perhatian Hana.


Kabar Hana akan kuliah bersama mereka diketahui Silvia dari Simon saat mereka berlibur bersama ke JP. Pertama kali mereka bertemu saat acara pesta ulang tahun Hana, pada acara itu dengan senang Hana memperkenalkan ke dua sahabatnya pada Simon dan Cintia.


Awal perkenalan itu menimbulkan benih-benih cinta terlarang antara Silvia dan Simon, mereka diam-diam bertemu di belakang Hana dan Cintia istrinya. Mereka juga pernah bertemu secara terang-terangan, tentunya Simon dan Silvia bermain cantik agar tidak ketahuan.


Breng**k si Abby, ngapain juga dia ngasih tahu ke anak songong ini kalo gue Tahu dia bakalan kuliah bareng. Untung gue cepat tanggap, semoga aja ni anak son*ng Percaya gumam Silvia khawatir.


“ Han... liat tu...” Silvia menunjuk ke arah mobil lama itu. Penumpang mobil lama itu turun, mata mereka sempat menatap lama mobil mewah milik Hana. Penumpang itu tidak lain adalah Dion dan Sarah, mereka datang bersamaan karena sebelumnya Sarah meminta Dion menjemputnya.


Dion dan Sarah kagum melihat mobil mahal dan mewah terparkir tepat di samping mobil mereka.


“keren?!!” puji Sarah menyukai mobil dengan merek yang sama dengan di gunakannya.


“mobil kamu klo nggak salah juga merek ini kan?” Tanya Dion teringat dengan mobil Milik Sarah yang berada di bengkel. Karena ada kesalahan pada mesinnya, Sarah terpaksa meninggalkan mobilnya di bengkel. Dia pun langsung menghubungi Dion untuk menjemputnya.


“iya, tapi gue kurang suka ama warnanya. Warna mobil ini yang paling gue suka” Ujar Sarah memegang bodi mobil milik Hana.


“Kan bisa ganti warna sesuai dengan keinginan kamu” ujar Dion


“mahal cin, buat uang bengkel nanti aja habisin duit jajan gue selama sebulan” ujar Sarah teringat berapa besar uang pengeluarannya untuk biaya perbaikan mobil mewahnya.


Melihat ada yang menyentuh mobilnya Hana merasa sangat tidak senang, dia segera berjalan ke tempat parkir menghampiri Dion juga Sarah yang masih mengagumi mobil itu.

__ADS_1


“hei... ngapain lu megang-megang mobil gue. Kalo lecet apa bisa lu ganti?!!” hardik Hana dengan marah.


Sarah terkejut lalu melihat ke arah Hana menghampiri dan mengecek bodi mobil yang baru saja di pegangnya. Hana mengecek dengan teliti bodi mobilnya, dia kembali akan Memarahi Sarah.


Hana termenung sejenak saat melihat gadis yang memegang mobilnya, begitu juga dengan Sarah.


“ elu..” ujar mereka berdua serempak.


Dua sahabat Hana yang berdiri di belakangnya menatap dengan kebingungan.


“ lu kenal cewek ni, Han?” tanya Abby menatap Sarah dari ujung kepala hingga kaki.


“Oooo.... Jadi lu kuliah di sini juga, kagak nyangka gue universitas ternama kayak gini masih mau trima pec*n kayak lu” Hana memandang rendah Sarah sambil melipat kedua tangannya di depan.


“Han,lu Kenal dia di mana?” tanya Silvia penasaran.


“ nggak level gue kenal ama cewek per*k kayak dia, yang mau buka kakinya ke pria-pria tua di luaran sana. Sama ama temannya yang culun, cupu dan jelek itu, orang yang make dia pasti buta” Hina Hana semakin menjadi-jadi, membuat telinga Sarah menjadi panas.


Sarah sangat marah saat Hana mulai menyinggung sahabatnya Luna.


“Eh jaga ya mulut Lu, gue ama temen gue kagak pernah nyari ribut ama lu. Masih mending gue di cintai ama cowok lain, daripada lu yang dibentak dan di hina di depan semua orang ama tunangan lu sendiri” Sarah membalas Hana membuatnya semakin geram.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2