Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 42


__ADS_3

Area 21+


*******************


“cowok Brengk**k... lepasin gu....” Luna belum selesai berbicara, langsung terdiam saat Leon sedikit bangun dari rebahannya dan mengarahkan kepala ke wajah Luna dengan bibir yang langsung menempel kuat di bibir mungil berwarna pink itu.


Tongue Leon bergerak liar di dalam bibir Luna, menggigit lembut dan menyedot tongue milik Luna. Ular sanca bergerak perlahan di dalam gua dan mulai bergerak aktif saat ciuman pagi itu terlepas. Leon tersenyum senang saat Luna mulai mengeluarkan nyanyian merdu membangkitkan apa yang ada dalam tubuh kekar dengan abs six pack yang sempurna.


Leon bangun dengan memeluk tubuh ramping Luna yang membelakanginya, kedua lengan kekar itu memeluk erat dengan gerakan ular sanca yang liar dan bersemangat.


“aah...aaaah.... nnnnn aah.... breng... sek... gu.... eeeeee... aaaah.... baaaaa... kaaa....laaan.... buu ... nu... aaaaaah....” Luna tidak menyelesaikan pembicaraannya saat ular sanca masuk lebih dalam lagi, kedua tangannya di pegangi Leon saat mencoba mendorong perut sixs pack itu menjauh.


Serangan pagi itu membuat Tubuh Luna merasa lelah dia jatuh tertelungkup di atas ranjang, ular sanca sejenak keluar dari persembunyian terlihat tidak senang. Dia berdiri tegak dan ingin kembali bersembunyi di gua yang sudah di senanginya.


Mata indah Luna membesar saat melihat ukuran ular Sanca, belum selesai dengan keterkejutannya ular Sanca yang masih belum berpuas diri kembali memaksa masuk ke dalam gua itu. Leon mendekatkan wajahnya ke telinga Luna yang tampak menggigiti bantal agar nyanyiannya tidak terdengar.


“mmmm... aku tidak akan... aah... membiarkan hal itu...aaah terjadi.... karena saat pertama aku memelukmu dan mmmm... merasakannya... saat itu juga kamu.. aah... hanya milikku seorang... aaah... apa lagi.... kamu menyukai dan menikmatinya.... mmm... apa yang aku lakukan saat ini... ”Leon tersenyum senang menatap wajah Luna yang kemerahan. Nafas terengah-engah keluar dari bibir mungil dengan mata yang menatap sayu ke arah Leon, gerakan ular Sanca semakin menekan dan memaksa masuk lebih dalam lagi.


“Brennnnn aaah... mmmppph....” Luna menggigit bantal berusaha menahan diri, dia tidak ingin Leon semakin besar kepala saat mendengar nyanyian merdu darinya. Luna benar-benar terbuai dengan apa yang di lakukan Leon, sesuatu dalam dirinya bergejolak dengan dahsyat.


Gelombang pasang perasaan berkecamuk dalam tubuh Luna, seakan dia sudah hampir mencapai batasannya. Hal itu juga di rasakan pemilik mata elang yang merasakan perasaan yang sama, Ular sanca seakan mau meledak untuk mengeluarkan sesuatu.


“aaaaaaaaaahhhh......” kepala Luna tepat berada di samping wajah Leon, saat dia meraih puncak yang tiada bisa di katakan.

__ADS_1


Ular sanca memuntahkan cairan putih yang berada dalam perutnya seiring dengan pemilik gua yang tengah merasakan nikmatnya surga dunia, bahu Leon tampak naik turun berusaha untuk mengatur nafasnya. Bibirnya menciumi pipi Luna yang berada di samping wajahnya, mata indah itu terpejam sejenak dengan nafasnya yang tidak beraturan.


Wajah Leon tampak begitu bercahaya dan mengilat, dalam hatinya dia sangat senang menghabiskan malam dengan Luna. Ular sanca pun meninggalkan gua diiringi senyum kebahagiaan di wajah tampan itu, Luna benar-benar kelelahan akibat olah raga pagi bersama Leon tenaganya seakan terkuras habis. Mata elang itu melihat tubuh indah Luna yang dipenuhi dengan mahakarya miliknya, dia juga melihat seprai ranjang berwarna putih terhias dengan noda merah di atasnya.


Leon meraih selimut untuk menutupi tubuh indah Luna, dia turun dari ranjang meraih celana boxer dan celana panjang miliknya. Dengan bertelanjang dada dia melangkah menuju jendela kamar untuk membukanya Membiarkan mentari pagi menyinari kamar, pemilik mata elang itu lalu berjalan ke arah kulkas kecil di kamar itu.


Dia membuka pintu lemari es dan mengambil sebotol air mineral membukanya lalu meneguknya, dari sudut matanya dia melihat Luna yang tampak ingin membalikkan tubuhnya.


Apa aku sudah terlalu bersemangat? Gumam Leon dalam hati menatap iba pada Luna yang lemah akibat ulahnya, kini posisi Luna sudah terlentang dengan nafas masih memburu.


Matanya terpejam terasa sangat lelah, semalaman Leon sudah menggempurnya habis -habisan. Di pagi hari pun Leon tidak melepaskannya begitu saja karena usaha Luna yang membangkitkan semangat ular Sanca.


Nyesel banget gue... tau gini lebih bagus gue bangun lebih cepat dan mengirimnya ke alam sana... umpat kekesalan Luna dalam hati, dia terkejut saat merasakan dingin di pipinya. Mata indah itu perlahan membuka saat merasakan ada seseorang yang duduk di samping tubuhnya, tangan kekar itu memberikan botol minum yang sudah di minumnya.


“gue kagak butuh...” Luna menatap tajam ke arah Leon yang memaklumi akan sikap gadis cantik itu.


“kamu boleh berbuat apapun terhadapku, tapi sebelumnya... sebaiknya kamu minum air ini dulu. Aku tahu sekarang kamu pasti sangat haus setelah apa yang kita...” wajah Leon memerah mengingat peristiwa semalam dan baru saja mereka selesaikan.


“Dasar Breng**k apa yang sedang lu pikirin? Dasar cowok mesum” ujar Luna dengan suara serak, tenggorokkannya terasa kering setelah beraktivitas. Dia seakan tahu apa yang sedang di pikirkan Leon saat itu, pria tampan itu hanya tersenyum memancarkan ketampanan hakiki menghadapi kemarahan Luna.


“minumlah... setidaknya mengurangi rasa sakit di tenggorokanmu” Leon kembali menyerahkan botol minum itu, tapi Luna tidak menerima bahkan sebelah tangannya menepis kasar tangan kekar itu.


Dia tampak sangat marah dan ingin sekali menghabisi pria di depannya, Leon mulai merasa tidak senang dengan penolakan Luna. Urat di keningnya mulai keluar menandakan dirinya sangat kesal dengan tingkah gadis cantik itu, dia meneguk kembali air minum itu lalu menempelkannya ke bibir Luna dengan paksa.

__ADS_1


Air itu perlahan masuk dalam mulut mungil dan terpaksa di minum Luna yang menerima dengan tidak ikhlas, nafasnya kembali terengah-engah akibat ulah Leon kembali. Setelah air itu terminum oleh Luna sebuah ciuman dalam kembali di lakukan Leon, dia merasa sangat candu dengan bibir mungil berwarna pink natural itu.


Manis....sangat manis... Seperti ada madu yang menempel di bibir ini gumam Leon yang menikmati ciumannya.


Luna tentu saja tidak menerima perlakuan Leon bermaksud membalas dengan mencoba menggigiti tongue pria itu, namun usahanya gagal karena pergerakan tongue Leon yang lihai dan membuat panas. Ciuman itu perlahan di lepas Leon untuk memberi kesempatan Luna bernafas dengan baik, dia menggigit lembut bibir bawah berwarna pink natural itu.


“sepertinya apa yang kita lakukan baru saja tidak begitu memuaskan bagimu, sebaiknya kita melakukannya lagi sampai kamu merasa puas....” ujar Leon sambil tersenyum nackal saat menatap kedua mata indah itu yang terbuka semakin lebar.


“Eluu....”Luna tampak sangat geram, di mata Leon raut wajah Luna terlihat cute dan manis. Ada sebuah rasa yang timbul di hatinya, dia memandang lama gadis yang berada di atas ranjang itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2