
“sok aktris lu. Kagak inget lu dengan tujuan kita ke mari?” ujar Adam berpangku tangan di belakangnya.
“ ya ingatlah, apa yang mau kita diskusikan juga tersimpan di sini” ujar Hugo bergaya cool seraya menepu-tepuk saku celana levi’s hitam miliknya.
“baguslah kalo lu ingat, jangan sampai nantinya benda yang akan kita diskusikan hilang” Adam mengingatkan Hugo maksud kedatangan mereka.
“iye iye... lu cerewet amat dah mirip banget ama nyoka gue, tiap hari dia bakalan cerewet bikin ni telinga sakit” keluh Hugo pada Adam.
Pintu lift terbuka di lantai ruangan Leon, para pria tampan itu berjalan keluar lift menghampiri meja sekretaris Leon. Mereka berdua heran saat melihat sekretaris Leon yang tampak kesakitan di lengannya.
“siang cantik.... kamu kenapa? Wajah kamu kok meringis kesakitan begitu?” tanya Hugo melancarkan jurus rayuan monyet miliknya. Sekretaris itu sudah begitu hafal dengan sifat kedua sahabat tuan mudanya, dia menatap dingin ke arah Hugo sambil tangannya mengelus bagian yang terasa sakit.
“saya tidak apa-apa tuan Hugo, sebentar saya akan memberi tahu tuan muda jika anda berdua sudah datang” ujar sekretaris itu hendak berdiri dari kursi, Adam segera mencegah dan menyuruhnya duduk kembali.
“sudah tidak apa-apa, kamu terlihat sangat kesakitan. Sebaiknya kamu segera ke dokter untuk memeriksa tanganmu” ujar Adam yang sedari tadi memperhatikan sekretaris Leon memegangi sebelah lengannya.
“tidak apa-apa tuan Adam, ini sudah menjadi tugas saya” ujar sekretaris itu kembali.
“sudahlah cantik, duduk yang tenang di sini. Ato aku gendong kamu ke tempat dokter bagaimana?” ujar Hugo dengan fakboynya, Adam berwajah dingin segera meraih kerah Hugo menariknya masuk ke ruang Leon.
“woi... Dam tunggu.... Gua bukan kucing... Baju gua bisa rusak kalo lu ... Bisa jatuh harga gua... cantik kita ketemu nanti lagiii yaaa” ujar Hugo mencoba melepaskan pegangan Adam dari kerah bajunya.
Sekretaris Leon hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat Hugo dengan pede tingkat tinggi, diakui olehnya Hugo punya paras yang tampan. Saat pertama kali bertemu dengan sahabat tuan mudanya, sekretaris Leon sempat suka dengannya. Tapi semua berubah saat dia melihat Hugo yang seorang playboy dan menebar pesonanya pada perempuan mana pun.
Adam memegang kuat kerah baju Hugo menariknya hingga di depan pintu ruangan Leon.
Ceklek...
Adam langsung masuk ke ruangan Leon dengan menarik sahabatnya, semua yang berada dalam ruangan itu menatap ke arah mereka berdua. Hugo dan Adam temenung saat melihat Hana cs, mereka melihat dari atas hingga bawah kaki ketiga perempuan itu
__ADS_1
“Bwahahahahahahaha... Leon, lu lagi adain kontes cewek tergembel ya....bwahahahaha” Hugo tertawa dengan keras melihat Hana dan teman-temannya.
Adam tampak berusaha menahan tawanya, dia benar-benar takjub melihat penampilah Hana yang berubah dari biasanya.
“apa kamu bilang?” Hana tampak sangat marah dan Kesal, dia ingin membalas perkataan Hugo tapi berhenti saat Leon menatap dingin ke arahnya.
“Dam... Suara nih cewek pernah gue denger dah. Kayak mirip suara tunangan si Leon, setahu gua si Hana bukannya selalu tampil cetar” ujar Hugo menatap ke arah Hana.
Adam hanya menghela nafas melihat Hugo yang selalu senang mencari gara-gara dengan Hana. Leon menatap diam saat melihat Hugo menyindir ‘tunangannya’, Dia hanya menahan senyum melihat wajah Hana semakin memerah.
“KAMU!!!!” Hana menatap kesal Hugo yang merasa heran.
“eh emang si Hana, abis jatuh di mana lu bertiga. Datang di ini mari udah kayak kucing kecebur got” Hugo semakin menjadi-jadi mengganggu Hana, Gadis itu semakin kesal dengan sikap Leon yang acuh tak acuh. Abby dan Silvia juga merasa kesal mendengar ucapan Hugo.
Adam berusaha untuk menahan tawanya dengan bersikap dingin memilih duduk di sofa ruangan Leon. Hana akan membalas perkataan Hugo terdiam saat Leon menatap dingin dan bertanya.
“Kamu belum pulang?” tanya Leon menatap dingin dan tajam ke Hana.
Hana hanya bisa menahan kesalnya, Abby dan Silvia lebih memilih keluar dari ruangan itu dari pada terus menerus jadi bahan olok-olokan Hugo.
“Han, gue tunggu di mobil aja. Males banget gue di Jadiin badut di sini” ujar Abby melangkah pergi di ikuti Silvia.
“sayang....sepertinya kamu sangat sibuk hari ini, kalau begitu aku akan pulang sekarang ya, Silvi..... Abby... tungguin...” ujar Hana Membalikkan tubuh dan melangkah menuju pintu. Sejenak dia menatap tajam ke arah Hugo, Adam dan Leon lalu melangkah pergi mengikuti Abby dan Silvia.
Adam dan Hugo duduk di sofa yang tersedia, setelah memeriksa beberapa berkas Leon menyerahkan file di mejanya pada Alex. Leon lalu duduk bergabung bersama sahabat-sahabatnya setelah Alex mohon diri keluar dari ruangannya. Tidak lupa dia berpesan pada Alex untuk tidak ada seorang pun yang mengganggu mereka.
“Sudah ada petunjuk?” tanya Leon duduk di sofa single.
“soal gadis itu ato....” Hugo menggantung pertanyaannya menunggu respon dari Leon.
__ADS_1
“soal gadis itu aku sudah menemukan petunjuk, kamu sudah tidak perlu mencarinya lagi. Bagaimana dengan yang aku minta?” tanya Leon pada Hugo dan Adam dengan tatapan serius.
Hugo segera merogoh sakunya terhenti sejenak saat melihat jari tangannya muncul dari saku yang sudah robek.
“ajim... celana gua kenapa bisa kayak gini?” tanya Hugo kesal mendapati celana tepat di sakunya telah robek.
“lu nyimpen ‘itu’ di sana kan?” Adam teringat jika Hugo menyimpan flashdisk yang berisi informasi di saku itu.
“(Hugo mengangguk) tapi sebelum kita kemari keadaan celana gua kagak kayak gini. Apa di saat itu?” Hugo teringat mereka yang sedang menunggu lift di kerumuni para fans. Di saat itu tanpa sengaja Hugo seperti melihat ada seseorang yang terlihat asing memakai topi, dia sempat menyenggol seseorang itu dan membuka topinya.
Tapi ternyata orang itu perempuan yang juga salah satu fans mereka. Leon menatap tajam ke arah sahabatnya, lagi-lagi mereka menemukan kegagalan dan seolah ada yang berusaha untuk membuat Leon tidak mengetahui kebenaran.
Aura mencekam mengelilingi Leon, matanya tampak bersinar seperti mata kucing besar hitam (black panter) menatap ke arah Hugo yang menjadi gugup. Dia tengah berpikir keras, siapa dan untuk apa dia menghalangi jalan Leon yang berusaha mencari kebenaran.
Hugo lalu merogoh-rogoh sakunya yang lain, sebelum ke kantor Leon dia sudah membuat data di dua Flash disk.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
mohon maaf karya Author terlambat up karena ada sedikit masalah teknis. Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...