Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant
Ep. 77


__ADS_3

Bruuggghh....


Leon berdiri sedikit menjauh dari Luna dan membelakangi tampak sedang mengetik sesuatu di ponselnya, dia terkejut saat mendengar suara keras di belakang dan langsung membalikkan tubuhnya.


“Luna...” Leon menghampiri gadis cantik itu yang tampak sangat kelelahan.


“Kamu kenapa sayang? Apa ada yang terluka?” tanya Leon tampak sangat khawatir. Luna menunjukkan raut wajah kesalnya kembali,


“Ini semua gara-gara kamu...membuatku kelelahan seperti ini... Kakiku mendadak gemetaran dan...” Luna mengeluh menatap ke arah Leon yang tersenyum manis padanya.


“kamu kenapa? Bukannya nolongin aku malah senyam senyum begitu” ujar Luna ketus, senyuman hangat masih terlukis di wajah tampan itu.


“Aku sangat senang akhirnya kamu menerimaku dan mengubah panggilan ‘kamu’ padaku” sebelah tangan Leon membelai wajah Luna yang merona.


“itu... Gue... Maksudku... Itu... Semuanya udah.... Udah sejauh ini. Aku... Hanya.... Hanya... ingin memberikan Kesempatan padamu” ujar Luna mengalihkan pandangannya ke arah lain. Leon memegang dagu Luna lalu mengarahkan pandangan ke arahnya kembali,


“Aku pastinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu” Leon mendekatkan bibirnya dan mengecup lembut bibir Luna kembali. Setelah itu matanya kembali menatap ke arah Luna,


“Sebaiknya kita kembali sekarang... ayo...” Ujar Leon membelakangi Luna memberi isyarat untuk menggendongnya dari belakang.


“kamu mau ngapain?” tanya Luna melihat bingung pada Leon yang masih membelakanginya.


“ayo cepat... aku akan menggendong mu sekarang” ujar Leon sambil memberi isyarat dengan tangannya.


“nggak usah, sebentar lagi kaki ku akan baik-baik saja” ujar Luna berusaha untuk bangkit.


“apa kamu mau menginap di sini? Terlebih lagi pemilik ruangan ini juga membutuhkan ruangannya” ujar Leon masih menunggu Luna.


Gadis cantik itu menatapi punggung Leon yang lebar dan berpikir sejenak, dia lalu berusaha untuk berdiri kembali. Kakinya masih terasa gemetaran dan goyah, kembali dia terjatuh tapi jatuhnya Luna kali ini tepat di punggung Leon yang hampir ikut terjerembap ke depan.


“apa kamu sebegitunya menyukaiku? Sampai-sampai tidak sabaran begini?!” ujar Leon tersenyum senang. Luna segera mengalungkan tangannya ke leher Leon dengan wajah yang tidak senang,


“apa kamu tidak bisa untuk tidak narsis di depan ku? Siapa yang tidak sabaran? Ini semua karena kamu yang sudah membuat kaki ku tidak berdaya”

__ADS_1


“tapi kamu menikmati dan menyukainya bukan...” Leon tersenyum nackal.


“kamu...” ucapan Luna terhenti saat Leon dengan sengaja menempelkan pipinya di bibir Luna yang berada dekat dengan wajahnya.


“Aku tahu kamu sangat mencintaiku dan mengungkapkannya dengan mencium pipiku. tapi singa betina ku, rasa cintaku pada mu lebih besar dari apa yang kamu bayangkan” ujar Leon penuh percaya diri membuat Luna semakin kesal tingkat dewa. Tubuhnya begitu tidak bertenaga dia pun memakai jurus pamungkasnya para perempuan yaitu menggigit tepat di leher Leon.


Gigitan dari singa betina tentu akan berakibat sangat fatal, bisa dari gigitan itu memberikan efek aliran listrik yang membangunkan si ular sanca.


“Uuugggh.... Sayang ku.... Apa kamu ingin menggodaku lagi? Aku tidak masalah melakukannya di depan semua orang, agar mereka semua tahu jika kamu hanya milikku” Leon memalingkan wajahnya menata wajah Luna yang berada di samping kepalanya, perlahan gigitan itu di lepas Luna yang tampak menghela nafas panjang.


Kenapa gue bisa jatuh ke orang super duper nasrsis, pede dan sombongnya kebangetan? Jika bukan penasaran dengan sesuatu dalam diri lu, gue dengan mudah bisa matahin batang leher lu sekarang juga Gumam Luna dalam hati menatap kedua tangannya yang mengalung di leher Leon.


Tok.... Tok.... Tok...


“Tuan muda...” terdengar suara rektor sambil mengetuk pintu ruangannya, bermaksud mengambil tas miliknya yang tertinggal.


“Masuk!!!” ujar Leon akan melangkah menuju pintu keluar,


“turunin aku...” pinta Luna pada Leon,


“Maafkan saya sudah mengganggu tuan dan nona muda, saya hanya ingin mengambil tas yang tertinggal” ujar Rektor masih berdiri di depan pintu ruangannya sendiri.


“ urusan kami sudah selesai, anda bisa menyelesaikan urusan anda yang tertunda” ujar Leon melangkah kakinya keluar dari ruangan rektor. Diiringi para body guard Leon melangkah menuju mobil mewah yang kini terparkir di pelataran gedung kampus.


Leon begitu menikmati kebersamaannya bersama Luna, dia melangkah dengan santai dan sambil menikmati udara angin malam yang bertiup sepoi-sepoi. Luna merasa tubuhnya sangat kelelahan dan seluruh tenaganya terkuras akibat pertarungan juga olah raga bersama, rasa kantuk pun menghampiri.


Angin sepoi-sepoi melambai lembut diiringi nyanyian lembut dari detak jantung Leon membuat mata indah berwarna biru itu perlahan-lahan menutup. Kepalanya bersandar di pundak Leon dengan nafas yang teratur, Leon menyadari hal itu tersenyum senang lalu membawa Luna dengan hati-hati.


Mereka berada tepat di samping pintu mobil mewah milik Leon, salah seorang body guard segera membuka pintu. Para body guard bersiap mengulurkan tangan mereka untuk membantu Leon memegangi Luna, tatapan tajam dingin dan menusuk ke dada di layangkan Leon pada para body guardnya.


Berani kalian menyentuh Luna, bersiaplah untuk kehilangan tangan kalian arti dari tatapan tajam Leon di artikan oleh para Body guard yang perlahan mengambil langkah mundur.


Berhati-hati Leon menurunkan Luna yang sejenak terbangun dengan mata masih mengantuk, dia duduk dengan tenang di dalam mobil Leon. Pintu di samping Luna segera di tutup Leon lalu melangkah memutari belakang mobil, pintu di samping kiri Luna di buka oleh body guard.

__ADS_1


Leon masuk dan duduk tepat di samping Luna yang setengah sadar, dengan matanya sangat berat namun di paksakan untuk menatap ke arah pria tampan itu. Tangan kanan Leon merangkul dan menggeser tubuh Luna agar mendekat ke arahnya, Luna setengah sadar melingkarkan kedua tangannya di pinggang dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Leon.


“mo...tor.. ku... gi.. ma..na?” tanya Luna dengan suara melemah, mulai memejamkan kembali matannya.


“tenang saja sayang, motor kamu akan di bawa oleh body guard. Tidurlah kembali” ujar Leon membelai kepala Luna dengan penuh perhatian. Mata supir Leon terbuka lebar saat melihat sebuah keajaiban alam, untuk pertama kalinya dia melihat sikap lembut Leon pada perempuan.


Selama dia bekerja tidak pernah sekalipun dia melihat tingkah lembut dan manis Leon pada perempuan, Leon bahkan bersikap sangat dingin juga cenderung cuek pada perempuan. Leon hanya bersikap wajar juga lembut pada Anita dan Kaila (mommy dan adik perempuan Leon),


“apa kamu mau kami menginap di depan kampus ini?” tanya Leon dingin mengarahkan tatapan tajamnya ke kaca spion di atas dashboard mobil.


“ti..ti... ti tidak tuan muda.. itu saya... saya... saya...” belum selesai supir itu berbicara, Leon lebih dulu memotong pembicaraannya.


“kembali ke apartemen sekarang” ujar Leon menatap lembut ke arah Luna yang nyaman tertidur di dada bidangnya.


“ba.. ba..ba..baik tuan muda” ujar supir tu menyalakan mesin mobil lalu melaju menuju ke arah jalan besar dengan kecepatan sedang.


Tangan kanan Leon yang merangkul pundak Luna, kini beralih ke rambut panjang gadis cantik itu. Dia membelai kepala Luna dengan penuh kelembutan, sesekali senyuman hangat musim semi tersungging di bibir Leon. Senyuman itu tidak luput dari supir yang sesekali memperhatikan dari kaca spion.


***


Simon tengah duduk di ruang kerjanya menyandarkan punggung ke kursi kerja, di atas meja bertebaran beberapa kerta dengan gambar grafik yang menunjukkan garis menurun ke bawah. Dia semakin tampak geram dan kesal dengan kejadian yang di alaminya di Universitas UIN, niatnya yang ingin menjalin kerja sama dengan Nandra corp harus di lupakannya begitu saja.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2