
Aku terlalu meremehkannya, kali ini aku akan serius gumam Leon yang langsung memasang kuda-kuda. Luna pun kembali menyerang Leon dengan gerakan gesit, tajam dan kuat, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk terus menyerah Leon.
Karena terburu-buru juga merasa percaya diri Luna lengah dan memberi celah pada Leon, dia pun mulai membalas dan membalikkan keadaan. Luna melayangkan pukulan dengan tangan Kanan langsung di tangkap oleh Leon, tidak menyerah Luna kembali melayangkan pukulan dengan tangan kirinya yang juga berhasil di tangkap olehnya.
Posisi Luna kini membelakangi Leon dengan kedua tangan berada di belakangnya, Leon mengambil dasinya lalu mengikat kedua tangan gadis cantik itu. Luna meletakkan kakinya di tepian meja dan langsung menolak tubuhnya mendorong ke arah belakang, Leon dengan sigap memeluk dan menahan tubuh Luna yang memberontak melepaskan diri.
“Lepasin gue...” teriak Luna berusaha melepaskan diri. Leon memeluk erat dan sama sekali tidak melepaskan pelukannya, kaki Luna yang lentur melayang ke atas secara garis lurus berusaha mengenai pria yang memeluknya dari belakang. Kaki jenjang itu dapat di tangkap oleh Leon, bak adegan tango dance Leon membalikkan tubuh Luna hingga mereka kini saling berhadapan.
Tangan Luna terikat ke belakang berusaha terbebas, namun semakin dia mencoba melepaskan ikatan itu semakin erat dan sulit untuk di buka membuatnya tidak bisa membebaskan diri.
“saatnya punishment” ujar Leon mengangkat tubuh Luna seperti mengangkat karung beras.
“lepasin gue.... Leoooon.... Lepasin gueeee” Luna mencoba menendang tapi kakinya di pegangi kuat oleh Leon. Jas yang tergeletak di meja di ambilnya lalu melangkah keluar dari ruangan itu.
Leon melangkah menuju ke ruangan Rektor yang tidak berapa jauh dari ruangan pertama, dosen dan para staff terlihat bingung saat melihat Leon mengangkat Luna melangkah cepat. Tidak sengaja Para body guard yang akan menyusul Leon ke ruang pertama melihat tuan mudanya menggendong seorang perempuan melangkah cepat menuju kantor rektor yang bersebelahan dengan kantor dosen.
Mereka segera menyusul tuan muda mereka dengan setengah berlari, mendengar langkah yang cukup ramai Leon menatap ke arah body guardnya.
“pekerjaan kalian sudah selesai?” tanya Leon berada tepat di depan ruangan Rektor.
“sudah tuan muda” ujar salah seorang body guard sambil Membantu Leon membuka pintu.
“amankan sekitar sini” perintah Leon pada body guard lainnya.
“lepasin gue....cowok breng**k..... Lepasin....” Luna masih memberontak namun di abaikan oleh Leon dan para body guardnya. Rektor itu terkejut saat melihat kedatangan Leon yang membawa Luna seperti mengangkat karung beras.
__ADS_1
“aku akan memakai ruangan ini, kalian semua keluar. Jangan ada yang berani masuk ke dalam sini tanpa perintah atau persetujuanku” ujar Leon yang langsung di patuhi oleh body guard dan rektor baru itu.
Pintu ruangan rektor segera terkunci dan di jaga oleh para body guard, Leon mendudukkan Luna di sofa ruangan rektor.
“breng**k lepasin tangan gue sekarang” Ujar Luna sangat kesal berusaha bangkit.
badhum... badhum... badhum...
Detak jantuk Luna semakin tidak karuan saat Leon mengangkat tubuh Luna dan mendudukkan dalam pangkuannya, mereka saling berhadapan satu sama lain.
"lepasiiiin... breng**k... lepasiiiiin gueee..." Luna memberontak dengan sisa tenaganya membuat Leon gusar dan kesal.
“LUNA” bentak keras Leon dengan tatapan tajam menusuk tepat ke jantung, membuat Luna terdiam sejenak.
Tatapan Leon yang semula tajam, dingin dan menusuk perlahan melembut menatap gadis cantik yang masih berusaha melepaskan ikatan di tangannya.
Jantung Luna berdetak lebih cepat dengan nafas yang tidak beraturan, dia terus berusaha melepaskan ikatan dasi di tangannya. Kedua tangan Leon berada di pinggang Luna menariknya untuk lebih dekat ke arahnya, kedua mata mereka saling bertatapan satu sama lain.
“Luna...” Mata tajam Leon menatap lembut ke arah gadis cantik yang duduk di pangkuannya. Ada sesuatu yang membuat Luna terdiam dan menatap ke arah Leon,
“aku tahu kamu marah dan kesal karena aku sudah memaksamu (perlahan tangan Leon mencoba membuka ikatan tangan Luna) tapi aku bersungguh-sungguh dengan perasaanku...” ujar Leon dengan tatapan lembut, ikatan di tangan Luna terlepas. Seakan terhipnotis dengan sikap lembut Leon perlahan kedua tangan Luna berada di pundak pria tampan itu.
Pergelangan tangan Luna tampak kemerahan bekas ikatan dasi Leon, sebelah tangan Leon meraih tangan Luna menariknya hingga ke bibir dan mengecupnya dengan lembut. Dia pun tidak menyiakan kesempatan untuk meninggalkan jejak kemerahan di pergelangan tangan Luna seakan menegaskan jika gadis cantik itu hanya miliknya.
Tangan Leon kemudian bergerak menuju ke arah wajah cantik itu, membelai lembut dengan melayangkan senyuman hangat sehangat musim semi kepada Luna.
__ADS_1
“It... Itu.... Lu....gu... Gue....” Luna terhipnotis dengan tatapan Leon yang dalam. Perlahan tapi pasti Wajah Leon dan Luna mulai mendekati satu sama lain, bibir mereka perlahan bertemu dan mengecup lembut.
Ciuman itu pun naik tingkat di mana tounge Leon mulai menjelajahi dan mengajak tounge Luna untuk berinteraksi. Perlahan mata Luna memejam menikmati perlakuan lembut Leon, kedua tangannya memegangi wajah Pria tampan itu. Perlahan Luna menggigiti bibir bagian bawah Leon hingga dari bekas gigitan itu keluar darah, Leon sama sekali tidak melepaskan ciuman Itu.
Darah yang keluar dijilat oleh tounge Leon dan di tautkan pada tounge Luna, ciuman itu sejenak terhenti dengan kening mereka yang saling menempel satu sama lain. Di bibir Luna tampak jelas bekas noda darah dari bibir Leon, kedua tangan Luna memegangi wajah dengan ibu jarinya yang menempel dan menyeka air liur bercampur darah di tepian bibir seksi Leon.
Perlahan mata biru itu menatap ke arah Leon yang menatap lembut ke arahnya,
“Ini....hah... Adalah.... Balasan dari... Hah... Apa yang.... Udah.... Kamu lakukan” ujar Luna berusaha mengatur nafasnya dengan kening masih menempel satu sama lain.
Senyuman kembali tersungging di wajah tampan itu saat menatap mata biru yang memancarkan kenackalan, Kembali bibirnya menempel pada bibir Luna melakukan ciuman ala france kiss.
Suasana di ruang rektor itu yang semula adem ayem kini perlahan mulai meningkat level, ciuman mereka telah membangunkan sang penguasa gua. Ular sanca terbangun dari tidur nyenyaknya dan memberontak untuk minta keluar dari persembunyiannya, terbangunnya ular sanca membuat Luna yang duduk di pangkuan Leon menghentikan ciuman mereka. Matanya menatap horor ke arah Leon yang sedang berusaha mengatur nafasnya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...