
Memperlihatkan punggung putih mulus hingga pinggangnya yang ramping, Tangan Matthew lalu membelai rambut Luna yang panjang sambil mengecup lembut pucuk kepala, pundak serta punggung yang terekspos.
“hmmm...” Luna bereaksi sedikit dan kembali melanjutkan tidurnya.
Mendapat panggilan alam memaksa Matthew untuk pergi ke kamar mandi, penampilan pria tampan itu seperti bayi baru lahir. Dia melangkah santai menuju kamar mandi sambil memperhatikan king cobra yang terlihat siap tempur, namun panggilan alam mengalahkan semangat king cobra dan mengikuti tuannya masuk ke dalam kamar mandi.
Tangan kiri Luna merayap merasakan sisinya yang kosong melompong, matanya terasa berat menatap ke sisi samping dengan sebelah tangan menyibak rambutnya yang panjang.
“matthew... “ panggil Luna dengan suara serak ciri khas baru bangun tidur.
Mata cantik Luna menatap ke setiap sisi di sampingnya dan sama sekali tidak menemukan Matthew, dia melihat ke setiap sisi kamar dan sama sekali tidak menemukannya. Tangan Luna meraih selimut lalu membungkus tubuhnya, dia mendengar suara air dari kamar mandi lalu melangkah menghampiri.
Tangan Luna membuka pintu kamar mandi dan melihat Matthew yang membelakanginya tengah berendam di bath up, ke dua tangan kekar itu melintang di tepian bath up dengan mata terpejam menikmati hangatnya air mandi.
Buih – buih busa menutupi permukaan air di bath up, Luna membuka selimut yang membungkus tubuhnya lalu seperti bayi yang baru lahir mendekat ke arah Matthew.
Tangannya membelai lembut lengan Matthew yang langsung menorehkan senyuman hangat di wajah tampan pria itu, kedua tangan Luna lalu mengalung ke leher dengan kepalanya bersandar di pundak kiri Matthew.
“kamu sudah bangun?” tanya Matthew membuka matanya lalu menatap ke samping kiri.
“hemm kamu tidak ada di sampingku” ujar Luna berdiri dan ikut masuk ke dalam bath up, dia langsung duduk di pangkuan Matthew dan berlaku sangat manja.
Kedua tangan Matthew membelai punggung Luna lalu perlahan turun ke pinggang rampingnya,
“tidak biasanya kamu bertindak nackal, apa kamu sudah salah makan atau meminum sesuatu?” tanya Matthew yang curiga.
“sayang... aku melewati malam yang begitu indah bersama mu, kenapa sekarang kamu malah mencurigaiku begini?” tanya Luna menyipitkan matanya tidak senang, kedua tangan Luna berada di pundak Matthew yang kekar.
“aku bukan mencurigai mu sayang, tapi... “Matthew kembali terdiam seakan teringat sesuatu.
Sikap Luna kemarin malam haaa... ini pasti ulah grand pa, dia pasti sudah mencampurkan sesuatu pada makanan atau minuman hingga membuat Luna seperti tadi malam gumam Matthew dalam hati, Luna merasa di acuhkan oleh pria tampan di depannya yang larut dalam pikirannya.
__ADS_1
Luna langsung mencium bibir Matthew yang membuat pria tampan itu langsung tersadar dari lamunannya,
“apa yang kamu pikirkan, sayang?” tanya Luna setelah berhasil mendapat perhatian Matthew.
“hmm... aku hanya menduga apa yang terjadi semalam adalah ulah nakal grandpa” ujar Matthew, kedua tangannya membelai lembut punggung Luna memberi sensasi aliran listrik di tubuh perempuan itu.
“jika menurut mu ini ulah Grand pa, berarti aku harus mengucapkan terima kasih dan memberi hadiah khusus untuk beliau” ujar Luna.
“kenapa?” ujar Matthew terlihat bingung.
“karena ulah beliau akhirnya kita bisa menghabiskan malam yang indah bersama” ujar Luna menoreh senyuman hangat di wajah tampan Matthew.
“aku mencintaimu “ ujar Matthew menatap lembut Luna yang tersenyum manis padanya, perempuan cantik itu mendekatkan wajahnya ke arah telinga Mathew dan berbisik.
“Aku juga mencintai mu” bisik Luna langsung di balas dengan ciuman lembut oleh Matthew, tubuh Luna bergerak seiring ciuman yang berubah memanas.
Pergerakan Luna memancing king cobra yang semula tertidur menjadi terbangun, tubuhnya berdiri tegak dan sudah siap untuk menjelajah. Luna dapat merasakan kekuatan tubuh king cobra yang gagah, menoreh senyuman manis di wajah cantiknya.
Ciuman itu kembali terhenti dan mereka saling menatap satu sama lain,
King cobra kembali melakukan tugasnya dengan sangat baik, dia sudah sangat hafal jalan menuju mulut goa. Tidak butuh waktu lama tubuh king cobra sudah terjepit oleh dinding – dinding gua yang sempit, kegiatan yoga kembali di lakukan di dalam kamar mandi itu.
“aaaaah... hmmm.... nnngh... haaah.... haaah... Mat... thew..... hhhmppp... “
Lantunan suara indah menggema di kamar mandi membuat semangat juang king cobra terbakar, olah raga yoga itu berlangsung sekitar dua puluh menit.
Di ruang makan Hans, Hyuna dan Hyuga tengah menikmati sarapan mereka, sesekali Hyuga menatap ke arah tangga mansion dan hal itu di perhatikan oleh Hans.
“ada apa Hyuga? Kenapa sedari tadi kakek buyut perhatikan kamu melihat ke arah tangga?” tanya Hans meraih gelas yang berisi air putih dan meminumnya.
“ aku menunggu mommy dan daddy, semalam aku ingin menemui dan berbicara dengan mommy. Tapi maid mencegah aku masuk ke kamar dan... ( teringat dengan suara aneh yang di dengarnya) semalam aku dengar suara aneh mommy juga daddy” ujar Hyuga langsung di tatap oleh Hans.
__ADS_1
“suara? Suara yang bagaimana?” tanya Hans langsung mengerti dengan apa yang berlaku.
“hmmmm..... aku tidak begitu ingat kakek buyut hanya saja.... ” ucapan Hyuga terhenti saat melihat Matthew yang menuruni anak tangga, dia langsung melangkah menghampiri Hans dan lainnya di ruang makan.
“selamat pagi semuanya” sapa Matthew dengan senyuman hangat sehangat mentari, dia langsung duduk di samping kiri Hans dan kanan Hyuga.
Hans dapat melihat ada yang berbeda dengan cucunya, tampilan serta aura bahagia jelas terpancar dari pria tampan itu.
“pagi daddy” sapa Hyuga ikut memperhatikan Matthew.
“pagi daddy” ujar Hyuna yang tetap melanjutkan sarapannya, Hyuga melihat kembali ke arah tangga mencari – cari Luna.
“daddy, mommy mana?” tanya Hyuga.
“ mommy masih di kamar sedang bersiap - siap, sebentar lagi juga turun. Tunggu saja” ujar Matthew meraih segelas kopi yang di hidangkan oleh maid dan lalu meminum kopi itu perlahan.
“ daddy.... semalam aku ke kamar daddy dan mommy, saat membuka pintu aku mendengar suara aneh dari dalam kamar dan... “ucapan Hyuga spontan membuat Matthew terbatuk – batuk karena tersedak.
“uhuk...huk.. huk... huk... “ wajah Matthew memerah menahan batuk dengan napkin menempel di mulutnya, Hyuga dan Hyuna menatap bingung dengan sikap daddy mereka.
Hans tersenyum simpul melihat gelagat canggung cucunya,
Rencana ku dan Baron sukses dengan baik.... kini hanya menunggu kabar baik yang akan membuat mansion ini semakin ramai gumam Hans dalam hati sambil menepuk – tepuk punggung Matthew pelan.
“kamu kenapa sampai tersedak begitu? Ayo ini minum” ujar Hans memberikan segelas air putih yang baru saja di persiapkan oleh maid, Matthew lalu meminum air putih itu.
ini semua karena perbuatan Grand pa gumam Matthew dalam hati terus menatap ke arah Hans yang bersikap biasa, sekan mereka berdua sedang melakukan telepati Hans menjawab perkataan Matthew.
salah mu sendiri yang terus saja menghindar... Kamu sendiri sudah tahu jika Luna sudah memiliki perasaan yang lebih padamu gumam Hans dalam benaknya sambil tersenyum nackal.
tapi tidak begini caranya Grand pa.... Kasihan Luna yang kelelahan Gumam Matthew lagi.
__ADS_1
"toh kamu juga menikmatinya bukan" ujar Hans langsung membuat Matthew membuka lebar matanya.
"Menikmati apa kakek Buyut?" tanya Hyuna yang duduk di sisi kanan Hans, mendapat pertanyaan itu membuat Hans dan Matthew terdiam seribu bahasa.