
Raymond, Anita dan Kaila telah duduk di meja VVVIP di restoran berkelas yang sudah menjadi langganan keluarga mereka, beberapa waiter khusus sudah tampak berdiri disisi lain menunggu perintah dan pesanan. Kali ini Raymond sengaja meminta mereka berada di ruangan publik, hal itu sengaja di lakukan Raymond untuk membuat perempuan pilihan Leon menyadari statusnya.
Tanpa sepengetahuan Leon, beberapa hari sebelum acara makan malam Raymond meminta asistennya untuk mencari data informasi tentang Luna. Namun informasi yang di dapatkan oleh asisten Raymond adalah Informasi lama Luna dengan foto wajah masih bertampang culun dan memiliki wajah yang jauh dari kata cantik. Raymond menatap lama dan tajam ke arah foto Luna yang sama sekali tidak menarik,
apa yang menarik dari gadis yang terlihat aneh ini? perempuan ini pasti dari kaum kalangan bawah yang hanya ingin menaikkan statusnya dan memanfaatkan putraku. Aku harus bisa membuatnya berpisah dari Leon secepatnya gumam Raymond dalam hati masih menatapi foto Luna itu. Kesan pertama saat melihat foto Luna sudah membuat Raymond merasa tidak senang dan mengabaikan informasi lainnya tentang Luna.
Raymond meraih gelas yang berisi air putih dan meminumnya, sesekali matanya melihat ke arah jam tangan mewah miliknya yang melingkar di pergelangan tangan.
“Leon, sudah berada di mana?” tanya Raymond yang tampak sudah tampak tidak sabar, dia meletakkan gelas miliknya menatap ke arah Kaila. Dia merasa tidak senang dan terpaksa menghadiri acara makan yang di atur oleh Anita dan Kaila,
“Sabar dong dad, mungkin saja saat ini mereka dalam perjalanan kemari” ujar Kaila melihat ke arah pintu masuk restoran.
Anita menatap penuh kecurigaan pada Raymond suaminya, dia merasa ada yang salah dengan acara makan malam kali ini. Dia sangat mengenal sifat suaminya yang lebih senang makan di ruangan privat yang sudah sering mereka gunakan, namun kali ini berbeda dari kebiasaan Raymond.
"Dad, mommy tidak ingin makan malam berakhir dengan berantakan” ujar Anita memperingatkan Raymond untuk tidak bertindak keterlaluan.
“maksud mommy?!” Raymond berpura-pura tidak mengerti dengan maksud istrinya. Kaila menatap kedua orang tuanya dengan tatapan tidak mengerti,
“ dad, kita berumah tangga sudah sangat lama, mommy tahu dengan setiap kebiasaan Daddy” ujar Anita menatap tajam ke arah Raymond.
“tenang saja my, ini hanya sebuah tes kecil saja. Mommy tidak perlu khawatir” ujar Raymond berkilah dan mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk restoran.
Senyuman terkembang di bibir Kaila saat melihat Leon menggandeng tangan Luna melangkah masuk ke dalam restoran, berbeda dengan Raymond yang termenung sejenak saat melihat perempuan yang di gandeng oleh putranya. Raymond bisa menebak jika perempuan itu adalah Luna, pacar Leon yang akan di kenalkan pada Raymond dan Anita.
Apakah dia gadis yang sama dengan yang ada di foto itu? Atau Leon membawa gadis lain untuk menggantikan gadis miskin itu?! Tidak, ini Pasti campur tangan Leon sengaja membuat gadis itu tampil berbeda, Leon pasti sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk membuat gadis ini terlihat seperti sekarang gumam Raymond dalam hati menatap tidak senang ke arah gadis yang berjalan beriringan dengan Leon.
__ADS_1
Leon dan Luna melangkah beriringan menuju ke meja di mana keluarga Leon sudah menunggu, supir Leon mengikuti mereka dari belakang dengan membawa dua buah bucket bunga yang berbeda dan sebuah boneka teddy berukuran menengah.
“Kaila, apa di Luna yang sering kamu ceritakan?” bisik Anita pada Kaila yang berdiri di sampingnya, matanya tidak lepas menatap ke arah perempuan cantik di gandeng Leon yang berjalan ke arah meja mereka. Kaila segera menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Anita.
“Cantik sekali....” puji Anita yang terpesona dengan paras cantik Luna, tidak hanya Anita semua pengunjung dan pegawai restoran lainnya ikut terpesona menatap Luna.
***
Beberapa saat sebelum sampai di restoran...
Saat di pertengahan jalan Luna meminta Leon untuk mampir di toko bunga, Leon hendak bertanya pada Luna kenapa mereka harus mampir. Belum juga dia menyampaikan pertanyaannya, Luna sudah lebih dulu berbicara.
“sayang, mommy dan Kaila suka bunga apa?” tanya Luna pada Leon yang sejenak termenung menatap ke arahnya. Luna menatap heran Leon,
“Kenapa?! Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?” tanya Luna kembali dengan wajah bingung.
“Lalu...”
“sudahlah tidak usah di pikirkan, ayo turun dan memilih bunga untuk mommy dan Kaila” ujar Leon merasa senang dan mengajak Luna turun dari mobil.
Di dalam toko bunga Luna tampak kebingungan memilih bunga yang memiliki jenis dan arti yang berbeda-beda, sesekali Luna dan Leon berdiskusi membaca setiap tulisan arti dan nama bunga yang tertera di label wadah tempat bunga itu di letakkan. Pemilik toko bunga yang berdiri di meja kasir terus memperhatikan Luna yang masih kebingungan, dia pun berinisiatif menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu nona?!" tanya pemilik toko pada Luna yang langsung menatap ke arahnya. Luna termenung sejenak saat melihat pemilik toko yang rupanya adalah seorang pria berparas tampan dan memiliki postur badan gagah seperti Leon. Raut wajah cemburu dan tidak senang terlihat jelas seketika saat Leon melihat ada pria lain menghampiri Luna,
“Nona....” panggil pemilik toko itu kembali pada Luna yang belum menjawab pertanyaannya. Leon menatap dingin dan tajam ke arah pria itu, dia segera berdiri di samping Luna sambil merangkul pinggangnya. Pandangan Luna lalu beralih pada Leon yang merangkul dan menarik dirinya untuk berada lebih dekat lagi, pria itu yang melihat sikap Leon merasa tidak senang.
__ADS_1
“kami ingin bertemu dengan pemilik toko ini” ujar Leon sedikit ketus, pria itu hanya tersenyum dan memilih melihat ke arah Luna yang masih menatap Leon.
“Kebetulan saya pemilik toko ini, kenalkan nama saya Matthew” ujar pria yang bernama Matthew memilih mengabaikan Leon dan mengulurkan tangannya ke arah Luna untuk berjabat tangan. Leon merasa kesal dan cemburu, dia langsung menyambut tangan Matthew.
"Leon Alden" ujar Leon memperkenalkan diri.
Mereka berdua berjabat tangan dengan pandangan yang berbeda, seakan aliran listrik keluar dari mata mereka dan saling menyerang satu sama lain. Tatapan dingin dan tidak senang sangat jelas terlihat di wajah kedua pria tampan itu, Luna hanya bisa menghela nafas panjang melihat reaksi cemburu Leon.
Luna menarik tangan Leon untuk sedikit menjauh dari pria yang bernama Mathew itu,
“maaf Tuan Matthew, bisakah anda merekomendasikan bucket bunga?” tanya Luna menggenggam erat tangan Leon. Matthew menatap ke arah Luna sambil tersenyum hangat, saat pertama kali melihat Luna yang masuk ke dalam toko sebuah panah cupid tertancap tepat di hati Matthew.
Pandangan Matthew sama sekali tidak lepas dari Luna yang fokus mencari bunga yang cocok untuk dia berikan pada Anita dan Kaila, Leon menyadari tatapan berbeda dari Matthew segera memasang badan untuk menghalanginya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...