
“signalnya dari salah satu mobil ini, kalo ngejar ama mobil gua takutnya nggak ke buru” ujar Kiandra melihat jam di dinding kamar Luna. Perempuan cantik itu larut dalam pikirannya menatap layar tablet Kiandra, dalam penglihatannya tergambar beberapa kemungkinan dari beberapa pilihan yang di milikinya.
“oke aku akan bersiap” ujar Luna sudah menemukan jawaban yang menurutnya paling memungkinkan. Senyuman manis dan happy tergambar jelas pada wajah cantiknya membuat Kiandra tahu dengan keputusan apa yang di ambil Luna.
“kamu akan menggunakannya sekarang?” tanya Kiandra meraih eraphone miliknya dan mengenakan di telinga sebelah kanan.
"udah saatnya," Ujar Luna segera membuka handuk yang melilit di tubuh indahnya. Dia segera bersiap mengenakan pakaian yang menurutnya sangat sesuai, Tidak lupa dia mengenakan beberapa alat make up dan mengapliaksikannya ke wajah.
“finnally babe...” ujar Kiandra senang dengan keputusan Luna. Dia lalu melangkah keluar dari kamar Luna menuju ke garasi mobil.
Luna sudah selesai dengan mengenakan pakaiannya, dia lalu membuka pintu kamar. Jason akan mengetuk pintu Luna terkejut saat melihat pintu kaar itu terbuka.
Matanya terbuka semakin lebar saat melihat penampilan Luna yang berbeda dari biasanya. Rambut yang biasa di kuncir kini di biarkan tergerai,
“nona??!!” Jason sangat takjub dan tercenung Bukan lantaran karena tampilan Luna yang berbeda, namun keadaan Kamar nonanya yang berubah. Tatapan tidak percaya di layangkan Jason pada Luna yang mengalihkan pandangannya, dia berpura-pura mmelihat jam di pergelangan tangannya.
“waduh si Kia pasti ngamuk, udah telat banget nih” Ujar Luna memakai jurus langkah seribu sebelum Jason meluapkan apa yang ada di hatinya.
Earpiece terpasang di telinga Luna dan beberapa alat mata-mata yang sering di gunakannya. Kiandra dapat mendengar apa yang di bicarakan Luna, dia melihat Luna memasuki garasi melangkah cepat menuju ke samping sebuah motor sport dengan desain keren berwarna hitam.
Kedua tangan Luna menggulung rambutnya, meraih helm full face berwarna hitam yang tergeletak di atas motor sport itu.
“NOOOOOONAAAAAAAAAAAAA “ teriakkan keputus asaan Jason dapat terdengar oleh Luna dan Kiandra yang segera kabur.
Jason mendengar dua kendaraan melaju cepat keluar dari garasi itu, matanya sekali lagi menatap keadaan kamar yang sangat jauh dari kata rapi. Dia hanya bisa menghela nafas menatapi kamar Luna yang terkena bencana alam lokal.
***
Kiandra melajukan mobilnya di jalan raya, monitor terpasang di dashboard mobil menampilkan pergerakan signal pada kartu Luna. motor di gunakan Luna melaju beriringan dengan mobil milik Kiandra menuju jalan raya.
Leon duduk dengan tenang di dalam mobilnya membaca kembali dokumen yang di berikan Adam. Alex yang duduk di samping pengemudi tengah sibuk membalas pesan dari klien yang masuk melalui.
Mobil Adam melaju mengikuti dalam iringan mobil Leon dengan Hugo yang duduk di samping kemudi, di depan mobil Leon mobil para body guard mengawal perjalanannya. Di belakang mobil Adam dan Hugo ada mobil body guard lainnya.
Luna melajukan motor dalam kecepatan tinggi, dia begitu mahir dalam mengendarakan kuda besi itu. Dengan kelihaiannya dia menyalip di antara mobil-mobil yang berlalu lalang.
__ADS_1
Kiandra dapat melajukan mobilnya tepat di belakang motor Luna, namun dia tertinggal saat terjebak di lampu merah.
“Lun, signalnya berada tepat di jalan yang kamu lalui” ujar Kiandra menatap laptop yang terpasang baik bangku samping kemudi.
“oke kia, ” ujar Luna yang mulai menambah kecepatannya kembali. Beberapa kali Luna harus mengurangi kecepatannya saat dia terhalangi oleh lampu rambu lalu lintas.
“Lun... kenapa jarak kamu semakin jauh dengan signal kartunya?” Kiandra tengah melaju di jalanan sesekali matanya menatap layar di dashboard dan laptop yang duduk manis di kursi samping kemudi. Dia melihat motor sport Luna yang melaju di sisi kiri mobilnya.
“D*mn, beberapa kali aku terjebak traffic. Tolong atur sekarang Kia” ujar Luna mulai memainkan gas motor miliknya.
“tenang aja babe,” ujar Kiandra yang segera menepikan mobilnya di pinggiran jalan.
Kiandra melihat trafic jalanan raya, memperhatikan dengan teliti jalanan mana yang bebas jaya.
“Lun... aku akan mengarahkan mobil yang membawa kartu kamu menuju jalanan di titik kilometer XX” ujar Kiandra sambil jari jemarinya bergerak cepat di atas laptop yang di pangkunya.
“good job cantik, kamu duluan aja ke kampus. Sesudah aku mendapatkan kartu kita ketemu di sana” ujar Luna menambah kecepatan motornya menuju jalanan itu.
“oke sayangku, ampe ketemu di kampus” ujar Kiandra mulai melajukan mobil miliknya kembali.
“Dam, lu amnesia ya? Lupa mana jalan menuju kantor Leon” ujar Hugo menatap ke pemandangan luar mobil.
“kagaklah, tapi ntu mobil body guard Leon yang di depan mengarah ke jalan ini. Ya tentunya gue juga ikut lewat jalan ini” ujar Adam bingung. Mendengar jawaban Adam, Hugo segera meraih laptop miliknya di bangku belakang.
ada yang kagak beres ini gumam Hugo segera menghidupkan laptop miliknya.
Laptop canggih itu mulai beroperasi saat jari jemari Hugo bergerak cepat di atas tombol keyboard laptop itu, dia memasang earphone di telinganya segera menghubungi Leon di mobil depan mereka. Pemilik mata elang itu melihat layar datar menampilkan panggilan dari Hugo, jari jempol dia segera menggeser icon untuk mengangkat telepon dari sahabatnya itu dan menekan tombol loud speker di ponselnya.
“Leon, mobil di depan lu udah di bajak. Kita semua melaju pada jalan yang salah Jalan ini tidak menuju ke perusahaan Alden” ujar Hugo memperingati Leon. Mata elang itu menatap tajam ke arah pemandangan di sampingnya, Alex segera bertindak menelepon mobil body guard di depannya.
Kiandra tengah memperhatikan mobil yang terdapat signal kartu Luna, mobil itu terasa begitu familiar baginya.
Wait... Kiandra segera menekan pedal rem secepat kilat saat menyadari sesuatu, mengakibatkan mobil yang melaju di belakangnya ikut mengerem mendadak.
CIIIIIIITT....
__ADS_1
Keahlian para supir dari mobil-mobil di belakang mobil Kiandra di uji, masing-masing mereka dengan lihai mengendalikan mobil agar tidak terjadi tabrakan beruntun.
Terdengar Decitan keras suara mobil yang memaksa berhenti, suara itu terdengar jelas di telinga Luna yang menuju titik signal kartu sesuai dengan instruksi Kiandra.
“Kia...kamu kenapa? Kia... kia...” panggil Luna pada Kiandra yang tampak sibuk dengan ponsel pintarnya. Beberapa supir yang merasa kesal ada yang pergi begitu saja dengan mengklakson keras, dan ada beberapa supir turun menghampiri mobil Kiandra yang masih berhenti.
Mobil ini... ini... Kiandra termenung saat mengetahui jika mobil di mana ada signal kartu Luna adalah milik Leon Alden.
“Lunaaaa.... kamu beruntung banget” ujar Kiandra dengan sedih.
Tok... tok... tok...
Terdengar ketukan di jendela mobil Kiandra dari beberapa supir yang terlihat kesal danmarah, ada juga yang mengomel-ngomel tidak jelas sambil menunjuk-nunjuk ke arah Kiandra.
Kening Luna berkerut saat mendengar ucapan sahabatnya,
“Kia... kamu nggak apa-apa? Tadi suara apa itu” tanya Luna menambah kecepatan motornya kembali.
“ aku nggak apa-apa, tadi aku kaget teringat sesuatu, sebentar.... ” ujar Kiandra membuka sedikit kaca mobilnya.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1