
Nova dan Dylan minta di antarkan ke perusahaan daddynya, saat di pintu gerbang ada beberapa pria berbadan besar yang memperhatikan mereka.
"kakak?" bisik Nova
"kakak tau. !" jawab Dylan yang mengerti.
"mari tuan kecil, nona kecil.. kita mungkin akan melaju dengan kecepatan tinggi sebab ada yang memperhatikan kita..! " kata katrina dengan wajah tenangnya
Mereka semua bisa bersandiwara seolah tak sadar sedang diperhatikan.
Dylan tak menjawab hanya menarik tangan adiknya untuk masuk kemobil mereka,
Riska menyetir mobil,
"pakai seatbeltnya tuan kecil.. nona kecil..! " pinta Riska dengan sopan
Dylan memasangkan seatbelt adiknya barulah dirinya sendiri, Nova terlihat tenang-tenang aja di perlakukan begitu oleh Dylan sebab kakaknya memang sangat perhatian,
malah Katrina dan Riska yang tersenyum tipis,
"kakak akan menjagamu...! " kata Dylan mengelus kepala Nova
"kakak apaan sih..? nova juga bisa beladiri tau..! " gerutu Nova mengeluarkan senjata apinya di kantong belakang tempat duduk Katrina dan Riska..
Dylan juga mengambil miliknya, Katrina melebarkan matanya melihat anak kecil seperti Dylan dan Nova yang dengan entengnya mengeluarkan senjata api milik orang dewasa.
"Nona kecil.. tuan kecil..? " selah Katrina
Riska hampir saja oleng bawa mobilnya sebab ia juga kaget melihat Nova dan Dylan mengeluarkan senjata api..
"ini perlindungan yang diberikan oleh daddy.. kalian fokus saja dengan pekerjaan kalian.. " kata tajam Dylan
2 pengawal Dylan tersenyum masam, mereka bungkam dan kembali fokus dengan jalanan.
aksi kejar-kejaran pun mulai terjadi, mobil di belakang mereka berusaha mendahului mobil yang dinaiki oleh Nova dan Dylan.. tapi Riska tentu berusaha menghalaunya.
tembakan tertuju pada mobil Nova dan Dylan, beruntung mobil mereka anti peluru sebab Pasha sangat menjaga kebutuhan anak-anaknya.
"kakak... mobil ini anti peluru..? " takjub Nova
disituasi genting Nova masih sempat takjub dengan mobil yang dibelikan daddynya
"tuan kecil.. nona kecil.. harap bertahan kita akan melaju dengan cepat...! " tutur Riska
Nova beralih ke mobil dibelakang mereka.
"sudah terlambat mau melarikan diri ". gumam Dylan memainkan senjata apinya dengan santai
"apa maksudnya tuan kecil..? " tanya Katrina tak mengerti
Dylan tersenyum tipis namun terlihat mengerikan..
__ADS_1
"mereka komplotan.. apa kalian fikir mereka hanya 1 mobil..? "
kata-kata Dylan begitu menusuk relung hati mereka, bagaimana bisa seorang pengawal profesional seperti mereka melupakan hal yang sangat spele itu.
"sudah aku bilang fokus lah dengan pekerjaan kalian".
dengusnya lagi.
"baik tuan kecil " jawab Katrina dan Riska serentak.
Nova terlihat memperhatikan mobil dibelakangnya yang tak menyerah mengejar kecepatan mobil mereka.
"apa perlu kita tembak kak..? " tanya Nova
"buang-buang peluru dek.. kakak rasa mobil mereka juga anti peluru..! " jawab Dylan dengan acuh..
Nova mengangguk setuju,
"ban mobil kita mungkin juga anti peluru kak karna mereka menembak ban mobil kita tapi baik-baik aja tuh, ban mobil mereka kak..? " tebak Nova
Dylan tampak berpikir lalu menoleh ke belakang dan memperhatikan mobil yang mengikuti mereka, "sepertinya tidak..! mau kita coba..? "
senyum Nova terbit begitu antusias.. "ayo. kak...! Nova udah nggak sabar..! "
Dylan tersenyum mengelus kepala Nova.
"tenangkan fikiranmu..! anggap kita sedang berperang..! "
Riska dan Katrina sempat terpecah konsentrasinya karna mendengar canda kedua bocah itu di situasi sekarang.. tapi melihat tatapan tajam Dylan membuat nyali mereka menciut..
"awas Kak...!! " jerit Nova
Riska yang kaget segera memutar kendaraannya tapi mobil dibelakangnya sudah menghadang mobil mereka hingga Riska terjepit dan tak punya pilihan selain menghentikan kendaraannya.
saat para pria berbadan besar mulai keluar dari mobil, Nova dan Dylan langsung membuka celah mobilnya dan Nova menembak sisi mobil di kiri dan Dylan menembak sisi kanan,
Riska dan katrina kaget sesaat lalu mereka mulai bergerak cepat mengikuti Dylan dan Nova.. benar-benar anak hebat bahkan mereka sebagai pengawal merasa malu menjadi pengawal sikembar yang hebat itu..
"sial... lakukan rencana B...! " teriak salah satu dari mereka..
Nova dan Dylan tak kalah beraksi, mereka makin buas menembak lawannya tanpa meleset ditambah kerja sama dengan Riska dan Katrina membantu mereka.
pertahanan Nova dan Dylan benar-benar kuat, mereka tak memberi kesempatan bagi musuh mereka hanya untuk bergerak.. tatapan membunuh mereka benar-benar mengerikan..
"kabur...!! mereka bukan anak biasa...!! " teriak salah satu dari mereka yang masih tersisa.
alhasil yang masih hidup segera melarikan diri tak sempat menolong rekan-rekan mereka sebab Dylan dan Nova malah mengambil kesempatan itu membunuh yang tersisa.
Nova dan dylan menembak ban mobil mereka dan pecah,, lucu nya yang ada didalam mobil itu malah berlari menyelamatkan diri meninggalkan mobil mereka.
"yah.. kabur...!! dasar curang beraninya main keroyokan.. " gerutu Nova
__ADS_1
Dylan menghembus ujung senjatanya yang berasap
dengan santai Dylan menyimpan kembali senjata apinya.
"apa lagi..? ayo berangkat ke perusahaan Daddy kami...! " titah Dylan si penguasa kecil
"baik tuan kecil..! " jawab Riska dan Katrina segera menutup mulut mereka rapat-rapat.
"jangan beritahu daddy atau mommy kak..! nanti pengawal kami bakal ditambah..! ". pinta Nova dengan serius
"tapi ini tidak bisa diremehkan nona kecil..! " selah Riska dengan sopan
"kak ..hanya karna kami masih kecil bukan berarti kami anak yang bodoh, melawan musuh yang banyak terutama badan mereka yang besar butuh siasat pintar.. kami punya otak kak yang nggak bisa ditandingi oleh mereka yang hanya memiliki kekuatan di tubuh mereka yang besar.. !!" sekak lembut Nova namun begitu menusuk ulung hati.
bagaimana bisa mereka yang seorang pengawal di ajari oleh seorang anak kecil.
"terkadang badan yang besar tidak menjamin otak mereka.. kebanyakan otak mereka hanya tipis seperti kertas,, sebab mereka hanya mengandalkan kekuatan..! " gumam Dylan dengan santai melihat arah jalan.
Riska dan Katrina meneguk saliva mereka bersusah payah..
"jadi jangan kayak anak kecil kak..! jangan ngadu sama siapapun mengerti..?" ancam Nova dengan serius diwajah imutnya.
"ba.. baik nona kecil". jawab keduanya serentak.
Riska dan Katrina bisa merasakan sosok Pasha dalam diri kedua anak Kaira itu, bagaimana bisa anak sekecil mereka bisa mandiri padahal mereka tadinya dalam bahaya.. jika anak-anak lain pasti ada sisi trauma hingga tak mau sekolah berbeda dengan sikembar Melviano ini..
di perusahaan Nova dan Dylan berjalan santai dengan kaki kecil mereka, Kedua pengawal mereka ada di belakang mengikuti anak yang harus dijaga dengan segenap jiwa dan raga nya..
banyak yang memberi hormat pada kedua sosok anak kembar itu,
"tuan kecil". sapa Ramzi yang baru aja keluar Lift..
"hai paman..? " sapa Nova dengan ramah
Ramzi tersenyum melihat wajah menggemaskan Nova yang sangat ramah berbeda dengan Dylan memang duplikat Pasha enggan menyapa hanya bersikap acuh tak peduli seolah yang ada di dekatnya hanya angin saja berbeda dengan adik serta keluarganya.
"daddy dimana Paman..? " tanya Nova memegang tangan besar Ramzi.
Ramzi membalas genggaman tangan kecil Nova, ia jadi ingin punya anak perempuan seperti Nova yang sangat menggemaskan dan juga hebat, baik Ramzi dan Mars mereka melupakan masa dimana mereka habis babak belur oleh bocah menggemaskan itu.
"ada di ruang rapat nona kecil..! " jawab Ramzi
Dylan memasukkan tangan kecilnya di kantong celananya, ia diam tanpa berniat ikut campur ocehan Nova dengan Ramzi.
Riska dan Katrina pun diam tanpa bicara, mereka sesekali tersenyum mendengar celotehan Nova..
.
.
__ADS_1