Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
rindu sosok daddy


__ADS_3

"hmmm...? nggak ketemu kak..!". kata Nova kecewa


"cari terus cctv yang ada di kota ini, sampai kita temukan wajah penyamaran perempuan ini... ". titah Dylan


Nova mengangguk pelan, walaupun tak terlalu bersemangat tapi tangan Nova begitu cepat mengotak-ngatik laptopnya..


.


.


"dapat....!! ". seru Nova berbinar


Dylan juga ikut tersenyum lalu melihat penyamaran wanita itu..


"siapa wanita ini kak..? kita nggak kenal.. ". tunjuk Nova dengan polos


"hm... kakak juga nggak kenal siapa ya?". gumam Dylan


"bagaimana cara kita mau mandi kak..? Nova gerah pengen mandi". Ujar Nova tak nyambung


Dylan menepuk jidatnya sendiri, benar mereka melupakan kalau sekarang tubuh mereka sudah bau asap, padahal sudah magrib..


"terus kita bagaimana.? apa kita mau cari rumah buat tempat tinggal kita yang baru? ". sambung Nova lagi


"mana sempat lagi dek cari malam-malam begini, yang ada kita buat mommy dalam bahaya kamu nggak ingat apa kata Daddy tadi? ada yang mengincar mommy karna benci dengan mommy". tutur Dylan


"terus kita mau kemana? ". sungut Nova dengan malas


"kita ke mansion aja numpang mandi terus kita balik lagi kesini..! disitu juga banyak baju ". ide Dylan


"apa mommy mau kak..? ". tanya Nova malah ragu


"mau...! kan kita nggak minta tinggal disana". jawab Dylan dengan serius.


sikembar bersiasat membujuk mommy nya, mereka bertemu Kaira di mushola dan akhirnya Kaira setuju sebab mencari baju malam-malam gini udah tidak sempat.. padahal belum lagi jam 8 malam tapi karna bujukan Ella juga yang mendukung sikembar..


anggota the Xylver mengawal ketat boss besar mereka selama ditinggal oleh keluarga Melviano dan Kaira..


"Kak Kaira masuk ke kamar Kak Pasha ya?". Rani membukakan pintu kamar Pasha


Kaira menggeleng kepalanya, Rani menghela nafas panjang


"kan Kak Pasha ada di rumah sakit Kak.. apa kakak nggak mau pakai baju bekas Kak nabila..? ". tanya Rani


Padahal yang ada dikamar Pasha bukan lagi baju Nabila tapi baju khusus dibelikan pasha untuk seorang ibu dari anak-anaknya, baju Nabila udah di sumbangkan ke orang-orang susah supaya bermanfaat...


kaira pun memberanikan diri masuk ke kamar Pasha, Rani tersenyum cerah dan menutup pintu Kamar Pasha..

__ADS_1


Kaira berjalan ditengah terangnya kamar Pasha..


"ternyata Kamar ini lebih terang dari 7 tahun yang lalu..! kenapa bisa banyak lampu ya? ". gumam Kaira


Pasha sengaja membuat kamarnya banyak lampu supaya terang sebab Kaira Fobia gelap sementara kamar Pasha dominan warna hitam..


Kaira berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan diri lalu sholat isya, jujur Kaira memang bukan hamba Allah yang setia sebab sholat aja kapan ingatnya aja..


itu sebabnya saat Pasha dijodohkan dengan wanita taat agama membuatnya minder apalagi tujuan Mely demi merubah Pasha..


"dia benar-benar menyiapkan segalanya dengan baik..! apa dia sangat mencintai istrinya? hingga semua perlengkapan nyonya terdahulu masih ada di kamar ini? ". gumam Kaira melihat sekeliling..


Kaira sudah berganti pakaian hanya saja belum memakai jilbab sebab rambutnya basah karna keramas dimalam hari..


"kenapa aku tidak lihat ada foto pengantin disini? "


Kaira terus-terusan mencari sepasang foto pengantin di dinding kamar Pasha tapi tak satupun menemukan foto Nabila hingga Kaira lemas sendiri di sofa karna kamar Pasha sangat luas..


"gila ini kamar luas banget!! capek ". keluh Kaira mengelap dahinya yang nggak berkeringat


di kamar Pasha ada AC hanya saja Kaira sudah terbiasa mengelap dahinya kalau lelah.


sementara di kamar Dylan, ia meletakkan piala emas dan mendali emasnya di dalam lemari kaca panjang nan luas di kamarnya,


"kenapa Daddy menyiapkan lemari kaca sebesar ini..? kalau begini aku harus bawa semua piala emas ku dari negara E biar muat di tempat ini ". gumam Dylan mendongak tinggi melihat lemari kaca yang ada di ruangan khusus kamarnya.


lemari kaca di rumahnya yang ada dinegara E tak sebesar milik nya sekarang,, Pasha benar-benar memberikan fasilitas terbaik untuk putranya..


sementara dikamar Nova malah penuh boneka dan ada Matras cantik untuk Nova melatih beladiri.. Pasha tidak tau apa yang digemari putrinya, ia hanya tau putrinya suka berkelahi..


"apa-apaan sih daddy? kenapa banyak sekali boneka di kamar ini? apa daddy fikir aku suka boneka...? ". gerutu Nova menonjok boneka terbesar di kamarnya..


"yang suka boneka itu mommy dan Aunty.. Nova enggak! belikan aja komputer yang paling canggih". sungut Nova menyingkirkan boneka-boneka yang ada diranjangnya..


Nova meletakkan semua boneka itu di dinding bahkan menghadap dinding alias memunggungi tuannya.


bibir mungil Nova mengerucut menggemaskan


"ini karna tuan daddy belum mengenalku sebagai KO kalau aku kasih tau daddy masuk rumah sakit lagi nggak ya..? ". senyum smirk Nova


jiwa usilnya meronta begitu saja, siapa yang tidak akan kesal dikasih hadiah boneka begitu banyak oleh daddynya syukur kalau cuma satu tapi ini banyak lebih dari 20 boneka sampai Nova geli sendiri menggendong semua boneka-boneka besar melebihi badannya itu


banyak macam boneka dibeli Pasha, semua itu karna Pasha tidak tau boneka apa yang disukai putri kecilnya, Alhasil Pasha membeli semua jenis boneka besar seperti Doraemon, Stitch, Helo kity, Panda, Beruang, barbie dan banyak lagi..


Pasha benar-benar menyayangi kedua anak kembarnya, saat pasha tau dirinya memiliki keturunan sungguh Pasha lah yang paling bahagia dari pada Mamahnya hanya saja masih bisa ditutupi dengan wajah tenangnya..


.

__ADS_1


.


Kaira, Ella dan sikembar begitu keras kepala akan menjaga Pasha di rumah sakit, keluarga Melviano tentu tak bisa apa-apa sebab mereka juga belum siapa-siapa bagi Kaira..


mereka hanya bisa berdoa supaya sang pencipta menyatukan Kaira dan putra mereka..


"hormat kami Nyonya, tuan kecil, nona kecil,


nona..! ". salam hormat anggota the Xylver


Kaira tak menjawab hanya sedikit menundukkan wajahnya sebagai hormat nya..


yang menjaga pintu tentu membukakan pintu untuk Kaira dan yang lainnya..


.


.


"aku minta maaf Ella karna aku kamu harus terseret kesana-kemari..! ". ucap Kaira merasa bersalah


"nggak apa Kaira, Aku bisa kok kemana aja


lagian kita sudah terbiasa saat kita ada


dinegara E...! ". jawab Ella tersenyum lebar


Kaira tersenyum, mereka saling berpelukan Ella memang sahabat baik Kaira..


"besok kita akan cari tempat tinggal.. kita menginap disini terlebih dahulu...! ". seru Kaira tanpa sadar dia malah menjaga Pasha..


"kenapa kalian di ranjang pasien sayang? ". tanya Kaira malah kaget melihat sikembar sudah ada di brankar milik Pasha


"kami mau tidur memeluk daddy..! ". jawab Nova


Kaira tersenyum kikuk, ia akhirnya mengerti anak-anaknya merindukan kasih sayang seorang Ayah..


Ella menarik tangan Kaira dan duduk di sofa,, "kamu merasakannya kan?"


Kaira menghela nafas panjang..


"kamu mungkin bisa menjadi seorang ibu yang sempurna untuk mereka tapi kamu harus ingat anak-anakmu butuh seorang Ayah.. lagian tuan pasha tidak sekejam yang kamu katakan, dia mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan apa yang Nova mau.. "


"iya.. aku akan berusaha membuka hatiku untuk nya..! aku tidak tau sampai kapan perasaanku pada hubbyku akan hilang. ". gumam Kaira dengan pelan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2