Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pesta (part. 2)


__ADS_3

"mom ayo kita bersembunyi...! ". bisik Dylan.


Kaira menatap bingung putranya. "kenapa sayang.? "


Dylan menunjuk semua pintu yang ditutup..


"oh... biasanya memang begitu sayang ". jelas Kaira tak berfikiran buruk.


"kenapa kak..? ". tanya Nova penasaran.


"kakak merasa mereka sedang menangkap seseorang ". jawab Dylan yang benar-benar cerdas.


"maksud kakak menangkap kita..? ". tebak Nova.


"entahlah.. ". jawab Dylan tak tau


"ayo sayang kita makan, itu menu ala paris yang kalian mau". ajak Kaira menunjuk makanan yang Nova mau.


"ayo kita kesana ". timpal Ella yang barusan celingak-celinguk takjub dengan keindahan pesta malam ini..


mereka sedang asiknya makan, pesta berlangsung begitu meriah tak ada yang melihat aneh Kaira dan yang lainnya sebab banyak tamu undangan sibuk mencari perhatian Nyonya Mely.


"KAIRA...? ". suara Mic itu tiba-tiba membuat Kaira mematung.


"ayo kita bersembunyi Mom..! ". ajak Dylan menarik mommynya ke bawah meja makan yang sangat panjang..


Nova juga ikutan bersembunyi begitu juga Ella, kini mereka berempat sedang di kolong meja.


"Mama tau kamu disini nak ! tolong mamah pertemukan mama dengan cucu mamah". ucap Mely dengan memelas dengan mic nya.


beberapa wanita yang bernama Kaira segera berjalan angkuh ke Nyonya Mely tapi sudah di usir oleh Rani yang sangat mengenal sosok Kaira itu. Pasha sudah berjalan kesana-kemari mencari sosok wanita bercadar yang wajahnya tak terlihat..


"saya Kaira nona.. ". jawab perempuan sexy bernama Kaira juga


"tapi bukan wajahmu ". jawab Rani dengan ketus.


semua wanita yang bernama Kaira maju di usir oleh Rani dibantu beberapa anggota mafia the Xylver..


"apa mereka kemari untuk menangkap mommy sayang.? ".tanya Kaira serius.


"sepertinya begitu mom.. Dylan udah tebak ada yang nggak beres saat pintu masuk Aula pesta ini di tutup.. ternyata inilah alasannya! ". jawab Dylan.


"mommy tenang aja kami akan melindungi mommy". timpal Nova mengikat erat tali cadarnya


Ella menghela nafas berat,, "aku sudah mengira kita akan di cari tapi kalau tetap di rumah kita juga akan ditangkap.. "


"apa maksudmu Ella..? ".tanya Kaira


"mereka melakukan razia besar-besaran pada wanita yang sudah punya anak tapi berbeda dengan wanita hamil dan yang ketahuan sehat akan denda 2 kali lipat ". jawab Ella dengan lemas.


"jadi pesta ini keharusan ". Kaira menyimpulkan alasan pesta ini benar-benar wajib.


"kita tetap disini mommy,,". ujar Dylan dengan serius.

__ADS_1


Kaira beralih ke malaikat kecilnya dan mengangguk.


"ada apa ini? kenapa nyonya besar bisa tau kalau aku hamil anak tuan pasha? ". batin Kaira dengan gelisah.


"Kaira ini papah.. jika kamu ada disini tolong kemarilah nak! kamu tau sendiri kan keluarga kami tidak punya keturunan, kenapa kamu tega memisahkan kami dengan cucu kami? ".sambung Matt dengan mic putih yang dia bawa sambil mencari setiap wanita yang ada di aula pesta sebesar ini..


semua orang jadi saling pandang melihat situasi.


"jadi keluarga Melviano punya keturunan? "


"wanita yang mengandung anak tuan muda bernama Kaira? "


banyak tamu undangan pesta bergosip-gosip mengenai sosok istimewa yang berhasil melahirkan darah keturunan Melviano.


"mama mohon Kaira kemarilah biarkan mama bertemu dengan cucu mamah ". pinta Mely begitu lirih.


Kaira dan yang lainnya tetap tenang di kolong meja itu..


"mommy jangan terhasut ya..? ". bujuk Dylan


"mommy nggak akan menunjukkan diri sayang tapi mommy merasa kita akan tertangkap apa yang harus kita lakukan? ". jawab Kaira dengan jujur


"kita harus lari dari sini! ". sungut Ella


"pintu di tutup Aunty jika kita menerobos pintu keluar akan menarik banyak perhatian ". jelas Nova


"jadi kita akan bersembunyi disini? sampai kapan? ". tanya Ella


mereka sibuk berbicara satu sama lain tak mendengarkan Mely dan Matt yang terus berusaha membujuk Kaira untuk menunjukkan diri


"Ya Tuhan.. wanita bernama Kaira ini sangat bodoh kenapa dia tidak muncul? "


"mana sih wanita hebat yang berhasil mengandung benih tuan muda "


"apa alasan pesta ini untuk menangkap mereka? "


"terlalu kejam kamu katakan menangkap, pesta ini pasti untuk menemukan mereka"


banyak wanita membicarakan sosok yang tak juga muncul di depan nyonya Mely.


jika wanita itu mereka sendiri dengan angkuh mereka akan menunjukkan diri dan memamerkan anak yang merupakan darah keturunan Melviano tapi tidak dengan Kaira yang punya alasan tersendiri.


"kamu menemukannya Pasha? ". tanya Matt yang bertemu Pasha di tengah pencarian mereka


"nggak ada Pah.. Pasha merasa dia sedang bersembunyi ". jawab Pasha menebak


"asalkan mereka masih di dalam acara pesta kita pasti bisa menemukan mereka".


lampu tiba-tiba mati,


"Mommy! ".bisik Nova dan Dylan dengan cemas


Kaira melebarkan matanya disituasi gelap sekarang,

__ADS_1


Ella memejamkan matanya pasrah akan tertangkap.


"Aakkkkkhhhh....! ". jerit Kaira di kolong meja


Nova dan Dylan dengan cepat memeluk Kaira, jeritan itu tentu didengar oleh banyak orang.


"dimana jalan keluarnya kenapa sangat gelap.. tolong.. tolong hidupkan lampu ". lirih Kaira dipelukan Dylan dan Nova


"kita harus bagaimana kak.? ".bisik Nova


"kita kabur ayo kabur! ". ajak Ella keluar kolong meja itu saling menggenggam satu sama lain..


"tenang mommy kita akan keluar! ". ucap Dylan membujuk


"ayo mommy". ajak Nova juga


sebuah tangan memegang tangan Kaira, Kaira makin menjerit histeris.. Nova berbalik dan menatap tajam pria bermata biru laut itu, Nova menendang perut pria itu hingga termundur beberapa langkah, tendangan itu cukup kuat bagi seukuran anak seperti nova hingga bisa membuat seorang Pasha melangkah mundur tak bisa menahan keseimbangan tubuhnya..


"ayo mom...! ". ajak Dylan


tiba-tiba lampu kembali terang ternyata tempat itu sudah sedikit kosong sebab para tamu undangan sedikit mundur saat mendengar jeritan Kaira yang sangat kuat itu.


Pasha bisa melihat 2 wanita bercadar bersama kedua bocah kecil dengan cadar dan masker menutupi wajahnya..


"Kaira? itu kah kau? " tanya Pasha mendekati Kaira tapi Nova menghalanginya.


"jangan dekati mommy ku! ". Nova merentangkan tangannya


Pasha beralih ke Nova dan terkejut melihat bola mata Nova, "kau gadis kecil yang membuat kedua anak buahku masuk rumah sakit kan? "


Nova tak menjawab, Matt, Mely dan Rani tiba di tempat Kaira berdiri. Kaira masih gemetar ketakutan di pelukan Ella sungguh Kaira tidak mengada-ngada dengan rasa takutnya di tempat gelap.. Kaira benar-benar fobia gelap itu sebabnya tak bisa berpikir jernih saat mereka dalam bahaya sekalipun Dylan membalik tubuhnya dan menatap tajam Pasha..


"kami akan patahkan tanganmu yang berani mendekati mommy kami! ". kata tajam Dylan


Mely terbelalak melihat kedua anak yang selama ini dia cari, tiba-tiba keinginan untuk memiliki kedua bocah itu muncul lagi, ia berharap mereka memang cucu kandungnya..


"sayang... apa kalian bisa menunjukkan wajah kalian? ". tanya Matt dengan hati-hati


"wajah kami sangat jelek ". jawab kedua bocah kembar itu kompak


Mely menangis begitu saja, kata-kata yang sama dengan sebelumnya.


"kenapa mah? ". tanya Rani mengelus punggung Mely..


"mereka anak-anak yang mama ceritakan". ucap Mely dengan terbata-bata


Mely melihat punggung Kaira gemetar dan punggung seorang wanita. diantara mereka berdua Mely tidak tau yang mana Kaira, sebab mereka menutupi wajah..


"kau Dylan? ". tanya Pasha menunjuk anak yang selama ini dia cari.


.


.

__ADS_1


__ADS_2