Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
beli komputer baru buat Nova


__ADS_3

Kini Kaira dan Pasha sudah ada di pekarangan sekolah anak-anaknya..


Kaira sibuk membaca buku nikah mereka..


"nggak pernah ku sangka akan menikahi cinta pertamaku.! " batin Kaira beralih menatap Pasha


"jangan menggodaku di tempat seperti ini Kaira..!"


Kaira mengerjab-ngerjabkan matanya..


"aku nggak menggodamu tuan Pasha yang terhormat,


jadi orang jangan narsis deh.. "


"aku tau kamu menatapku sayang..!! " gemas Pasha mencubit pipi Kaira


kaira menepis tangan Pasha dengan kesal,


"aku hanya teringat kejadian 7 tahun yang lalu.. "


"ingat apa..? malam pertama kita..? " goda Pasha


Kaira menonyor kening pasha dengan kesal Pasha terkekeh lalu berubah serius


"apa yang kamu ingat sayang..? " tanya Pasha


"apa kamu membunuh Nayna murni karna tatapannya yang serakah? " tanya Kaira penasaran


"hmm..!! dimatanya aku bisa melihat sebuah ambisi yang begitu besar saat itu aku begitu kacau karna wanita yang menghianatiku, aku bahkan selalu bertengkar dengan mama jika membahas nya, saat aku tau akulah yang salah tidak pernah mendengarkan kata-kata mamah aku pasrah menyerahkan kebahagiaanku pada mama yang sangat menginginkan aku menikah dengan nabila.!"


"aku hidup di dunia ini bukan hanya 10 tahun sayang dari kecil aku sudah tau siapa yang tulus berteman denganku atau hanya memanfaatkan aku sebagai pemuas ambisi mereka yang haus akan kekuasaan..!aku benci tatapan itu... "


"bagaimana jika aku memintamu untuk bertanggung jawab saat itu..? " tanya Kaira penasaran.


"entahlah..! saat itu aku sedang kacau sayang aku tidak punya penyesalan jika dibayangkan aku takut pasti melukai hatimu karna aku sendiri saat itu sedang kacau,,"


Kaira mengangguk mengerti..


"aku tau kamu salah faham padaku saat kamu membunuh Nayna karna mengandung anakmu aku fikir kamu akan melakukan hal yang sama denganku itu sebabnya aku lari malam itu juga.. "


"siapa kamu sebenarnya Kaira..? " tanya Pasha mengusap pipi Kaira dengan lembut


"aku..? Kaira.. " jawab Kaira dengan cengir khasnya..


Pasha terkekeh..


"aku tau.. hanya saja siapa kamu sayang? hanya wanita istimewa yang bisa mengandung anakku. "


Kaira menggeleng kepalanya..


"aku tidak tau.. aku hanya anak panti sejak Bayi jadi aku anggap diriku anak yatim piatu.."


"sepertinya identitasmu bukan orang biasa Kaira, apa kamu yakin tidak punya orangtua kandung? " tanya Pasha


"aku yakin..! " jawab Kaira


"kata ibu Panti, saat aku bayi sudah ada di tepi jalan seperti sengaja dibuang hanya itu saja yang aku tau.. ". sambung Kaira dengan murung


Pasha malah tak percaya hal itu, ada yang berbeda dengan Kaira, Pasha bukan orang bodoh yang tidak tau Kaira hanya wanita biasa mencari seorang wanita istimewa yang bisa mengandung anaknya sangat sulit Pasha dapatkan, tapi Kaira bisa hamil anaknya itu suatu berkah bagi Kaira yang tak dimiliki wanita pada umumnya.


"aku minta maaf telah membahas masa lalu mu, sekarang jangan fikir kamu sendirian sayang

__ADS_1


ada aku, anak-anak kita, Keluargaku dan sahabat baikmu.. "


Kaira tersenyum tapi air matanya menetes begitu saja,


Pasha mengusap air mata itu..


"aku menghormatimu Kaira karna kamu bisa mengandung benih luar biasaku sayang" goda Pasha


Kaira melototkan matanya..


"kenapa aku merasa kata-katamu seolah bilang seharusnya aku berbangga diri karna hamil anakmu heh..?"


"anggap aja begitu" kata Pasha


Kaira memukul kepala Pasha dengan geram, "laki-laki emang tau enaknya aja "


Pasha tertawa lepas melihat wajah menggemaskan Kaira yang marah, ia ingin menjawab tapi panggilan negara mengalihkan perhatiannya..


"mah..? "


sapa Pasha


"mama dan Papa jemput Sikembar kalian juga..? " suara Nyonya Mely


"iya mah.. Pasha mau beli komputer buat Nova nanti tanya aja sama Dylan mau ikut apa enggak.. "


"okeh..! " Mely mematikan panggilannya secara sepihak..


tak berapa lama menunggu Nova dan Dylan lebih cepat dari murid lainnya, sebab mereka tak lagi menyembunyikan wajah dan kejeniusan mereka..


"mommy... daddy? juga jemput Kami..? " tanya Nova mengerjab polos ke orangtuanya


Dylan juga bertanya hal yang sama dengan Nova..


mau ikut daddy sayang..? " tanya Pasha


"mau dong...! " jawab Nova antusias.


"kamu ikut daddy son.? " tanya Pasha ke Dylan


"enggak Daddy, Dylan mau latihan fisik di mansion sebentar lagi ada tanding, bolehkan daddy Dylan bawa paman Alex masuk mansion? "


Pasha tersenyum, Kaira hanya menghela nafas pasrah dengan hobby anaknya yang satu itu..


"boleh sayang.. Ayo kita pulang granfa akan ajarkan latihan fisik yang bagus untuk cucuku ini.. ". Matt menarik tangan Dylan sebab cucu laki-lakinya ini tidak mau di gendong merasa tubuh Dylan udah berat aja..


Pasha mengangguk saat Dylan menatapnya, akhirnya Dylan melompat senang..


"Dylan bakal penuhi lemari kaca pemberian


Daddy...!! " seru Dylan dengan semangat


Pasha terkekeh, Mely tersenyum bangga dengan kejeniusan cucu-cucunya.


Nova melambai senang ke kakaknya yang hobi berkelahi dibanding dirinya yang suka main komputer.


"aku pulang sama mereka aja ya..? " izin Kaira hendak masuk ke mobil Matt tapi Pasha menahan tangan Kaira


"apa aku harus ikut..? " tanya Kaira dengan tatapan mengancamnya..


"ayo daddy mommy keliatan lelah biarkan aja mommy pulang...! " ajak Nova menarik tangan Pasha

__ADS_1


alhasil Kaira tersenyum puas akhirnya ia bisa pulang dengan penampilannya yang sekarang mana mau Kaira mengikuti Pasha pasti ke toko besar, Kaira terlalu malas jadi pusat perhatian apalagi dengan sendal berbulunya yang sudah kotor dibawa kemana-mana oleh Pasha


"Pasha...? " panggil Kaira


"iya sayang..? " sahut Pasha menoleh ke Kaira


"belikan aku makanan yang enak dan sendal rumahan yang baru untukku.. " pinta Kaira menunjuk kakinya


Pasha tertawa geli lalu mengangguk mengerti..


(Kaira memanggil Pasha karna suka saja menyebut nama Pasha).


.


.


saat Pasha membawa Nova ke mol besarnya, Nova yang sangat mirip dengan Pasha terlihat jelas oleh banyak orang yang lalu lalang di mol MattGroup itu..


Pasha menggendong putri kecilnya, sementara Nova melingkarkan tangannya dileher daddynya sambil menatap tajam orang-orang yang menatapnya dengan takjub karna mirip Pasha cuma versi perempuan yang imut aja..


"tinggal pilih sayang..! " Pasha berkata mengecup sayang pelipis Nova


Nova minta di turunkan dari gendongan daddynya perlakuan pelayan tentu sangat istimewa pada gadis kecil itu sebab begitu mirip dengan Pasha dan lebih mengejutkan lagi Pasha lah yang mengantarkan Nova..


.


.


"Nova mau yang ini daddy..! " pinta Nova dengan semangat menunjuk komputer termahal


Pasha memperhatikan komputer itu lalu bercengkrama dengan Nova apa kelebihan komputer itu percakapan mereka begitu santai seperti seorang murid pada gurunya tapi malah anehnya Nova yang masih umur 7 tahun itulah gurunya Pasha yang muridnya..


"okeh.. daddy akan belikan untukmu sayang, kamu sangat pintar memilih.. " puji Pasha mengusap kepala putri kesayangannya..


"daddy terbaik...! " Nova memeluk Pasha dengan tawa bahagianya..


Pasha menggendong Nova dan minta diberi hadiah kecupan pipi, dengan senang hati Nova memberikannya.. malah bertubi-tubi hingga para pelayan terkulai lemas melihat wajah tampan Pasha yang tengah tertawa..


.


.


.


Setibanya dikamarnya Pasha mencari istrinya yang minta di bawakan makanan tapi saat tiba dikamarnya Pasha malah disuguhkan dengan Kaira yang terlelap di Sofa tengah menutup wajahnya dengan majalah.


"kenapa kamu nggak menungguku Kaira..? ". gerutu Pasha dengan kesal meletakkan makanan kesukaan Kaira Pasha tau dari Nova,


Pasha mengambil majalah yang menutupi wajah Kaira betapa kagetnya Pasha melihat Kaira yang tak memakai jilbab..


"kenapa 7 tahun bisa merubahmu seperti ini sayang..? bagaimana bisa Kamu secantik ini..? ". batin Pasha mengelus alis Kaira yang tebalnya alami..


"aku harus cari tau siapa Kaira sebenarnya..?". tekat Pasha dengan senyum tampannya..


.


.


.


perbaikan kata ya...

__ADS_1


.


.


__ADS_2